Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

h – u – j – a – n !

Posted: 23 January 2010 by ranii mahardika in Labels: ,
3

hujan…

 

suda sering sekali saia sebutkan di media manapun, bahwa saiaa sangat cinta hujan! kamar saia di Denpasar punya jendela berukuran besar, jadi tiap kali hujan turun, saia bisa selalu melakukan hobi saia : duduk di depan jendela sambil memandang ke arah luar. kadang memperhatikan aktivitas alam dan setiap mahluk hidup yang berada di bawah hujan. kadang sambil bekerja dengan laptop. tapi seringnya sih, cuman memandang kosong aja, alias bengong :D rasanya menyenangkan sekali memandangi hujan. dingin sih. tapi dinginnya cenderung sejuk. justru dalam dinginnya, hati saia merasa nyaman, dan hangat.. aneh ia? tapi itu beneran lho. saia ga bohong.

 

malah dulu, ketika masi bersekolah.. setiap kali musim hujan tiba, adalah surga bagi saia. saia bisa hujan-hujanan sepanjang perjalanan pulang sekolah. basah-basahan. gimana dengan tas, buku-buku pelajaran dan peralatan tulis saia?? biasanya begitu memasuki bulan yang berakhiran –ber, saia telah menyiapkan tas kresek besar sebagai wadah anti basah untuk tas, sepatu dan semua peralatan tulis yang saia bawa. setelah semua peralatan masuk ke tas kresek, saia menyampirkan kresek tersebut di stang sepeda gayung, dan berkendaralah saia. memang sih kresek wadah-anti-basah yang saia siapkan ga selalu berhasil menyelamatkan peralatan sekolah saia dari basah, tapi paling engga…… ga basah-basah amat lah :D

 

entah ada apa antara saia dan hujan. hujan selalu bisa menenangkan saia. di tengah hujan deras, saia kerap menangis. dan no one knows. siapa yang akan memperhatikan beda suara hujan dan suara isakan tangis? bahkan jikapun ada yang memergoki saia menangis, saia bisa mengelak dengan mengatakan bahwa atapnya bocor dan airnya menetes di wajah saia :p di antara kilat dan petir pun saia kerap berteriak ketika keadaan suda mendesak limit diri saia. sekedar berteriak kadang-kadang bisa membantu meringankan beban hati. dan itu lumayan sering saia lakukan apabila saia ga ketemu dengan cara lain untuk mengekspresikan diri. jika ditanya orang, “kenapa teriak?” saia tinggal menjawab, “pengen ngalahin suara petir!” hahahaha.. selain itu, hujan juga membuat tidur saia lebih lelap dan lebih nyaman di pelukan selimut. ditambah segelas susu coklat panas sebelum tidur, hujan adalah teman yang sangat menyenangkan.

 

ps. di tv lagi menayangkan berita tentang tingkah laku bonek yang brutal! wth with them?? kenapa harus naik KA dengan cara seperti itu?? kenapa harus menjarah pedagang, atau melempari warga sih..??? kapok deh buat bonek yang jatuh dari KA, biar mampus aja dagh sekalian. eh, pas digiring polisi, mereka bilang kalo mereka bukan penjahat dan ga terima diperlakukan seperti itu. shhiiiiitttt……

welcome back, poor! eh, Malang. :D

Posted: 14 January 2010 by ranii mahardika in Labels: , , ,
0

saia pengen cerita.
kemaren saia menginjakkan kaki (lagi!) di Malang. hujan menyambut kedatangan saia. sejuk rasanya. otak saia jadi adem. bahkan, kost-kostan saia yg biasanya tak terawat dan tak terurus, nampak lebih terawat.

what ?? Denpasar banjir ???

Posted: 08 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , , ,
5

Kemaren hujan turun dengan deras , mulai pagi udah hujan sampe siang . sempat “jeda” sebentar , sampai akhirnya sore berlanjut lagi sampai malem . this rain is my first a-long-day and swift rain . derasssss sangadhh !! seakan Denpasar menangis dan berduka , setelah selama beberapa hari belakangan ini sang surya mendominasi sampai 32 derajat celcius ! addduuuh !! Sang Dewa Air geram !! beliau marah dan melampiaskan kesalnya melalui Selasa , 7 Oktober 2008 .

Saking geramnya , beliau mengutus Sang Hujan Lebat dan Gelap Langit ke daerah Denpasar , Badung dan Gianyar ! benar-benar gila , karena utusan beliau berhasil “kawin” dan beranak limpahan air yang menggenang di ketiga daerah tadi . jadi , jika keadaan ini di-bahasa Indonesia-kan , didapat arti : BANJIR !!!!

U know what ?? yuppzz , Denpasar , Badung dan Gianyar kemaren kebanjiran .untuk Denpasar sendiri , ruas jalan Gatot Subroto , jalan Gunung Agung , jalan Batukaru , sampai jalan Cokroaminoto merupakan kawasan yang paling parah didera banjir . yang disebutkan pertama malah , sampai-sampai terjadi kemacetan yang sangat parah , akibat banyak kendaraan yang mogok . menurut info yang berhasil aku himpun *cieeeh kayak jurnalis aja nihh !* , banjir mencapai ketinggian 50-60 cm (seberapa sih ituu ?) . jadi knalpot sepeda motor uda ga kelihatan lagi , ban-ban mobil pun nasibnya ikut apes karena ga bisa pamer pelg-pelg modifikasi mereka (uda kebayang kan ?) .

Bahkan , di beberapa daerah yang mungkin secara geografis letaknya lebih rendah dari daerah yang lain *masih menurut info yang bisa kukumpulkan* banjir mencapai paha orang dewasa . biuhh , temanku yang kerja di daerah Gatsu I malah menceritakan kalo ada mobil yang sampai dikira kolam renang mini gara-gara kelelep banjir . duhhhh ! di Sukawati , Gianyar malah sampai ada sebuah mobil sedan yang tergerus banjir !! mobil itu terhantam arus air yang tingginya sekitar 1 meter (!!!!) , dan sempat hanyut terseret arus . penumpangnya berhasil ditolong warga untuk keluar dari mobil saat mobil itu sudah berada di pinggir sungai yang kedalamannya 5 meter .

Oh iia , aku minta maav karena ga bisa melengkapi postingan ini dengan foto , karena *jelasnya* seharian kemaren aku juga ga bisa kemana-mana karena Dewa Air juga “marah-marah” di rumahku . duhh duhh , bahkan malemnya , kawasan rumahku sempat “kebanjiran” walau tingginya hanya melewati 2-3cm di atas mata kakiku . sebenarnya temanku yang tadi aku ceritain kerja di daerah Gatsu I , sempat merekam video kejadian banjir yang melanda daerah rumahnya .

Tapi , untungnya begitu hujan redan , ga lama setelahnya banjir cepat surut . walau di beberapa bilangan ruas jalan , proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar . walaupun begitu , kejadian ini haruslah menjadi perhatian dari pemerintah kota Denpasar . karena , beberapa waktu kemaren , di Denpasar khususnya sedang berjalan sebuah proyek drainase . tujuannya tentu salah satunya adalahh untuk ini , untuk mencegah banjir karena telah ada "tempat penampungan" untuk air-air tersebut .

ada tidaknnya sistem drainase tersebut , tetap saja masalah ini seharusnya ditanggulangi bersama-sama pemerintah dengan masyarakat . bukan hanya menyalahkan pemerintah yang mungkin kurang cepat tanggap , atau juga malah mengkambinghitamkan masyarakat yang kurang aware terhadap lingkungannya .

hujan

Posted: 26 September 2008 by ranii mahardika in Labels: , , ,
2

Hujannnnn . . .

Sudah dua malam ini Denpasar hujan . huuuuu~ senangnya hati ini . sudah lama saia merindukan air tumpah dari langit !! pantas saja , belakangan ini cuaca menjadi sangat panas . memang sih , panas adalah sebuah kata yang selalu mewakili pulau Bali . hanya saja untuk kali ini , panasnya benar-benar berbeda . sepertinya awan-awan telah benar-benar kehabisan tempat untuk menampung uap air dari segala penjuru daerah .

Menyenangkan sekali menyambut datangnya musim hujan ini . mungkin hanya ada beberapa teman saia yang mengetahui tentang pengalaman saia terhadap “hujan” dan korelasinya . . . yyup , setiap mengingat hujan , otak saia selalu teringat dengan sebuah keindahan dalam bauran warna mejikuhibiniu yang kita kenal dengan pelangi .

Jika kau ingin melihat indahnya pelangi , maka bersabarlah menunggu redanya hujan


Ada suatu ketika dimana kata-kata tersebut sangat terngiang-ngiang di telinga saia . tentunya ada makna yang dalam dari untaian kata tersebut , semacam peribahasa : “Berakit-rakit ke hulu – berenang-renang ke tepian” . hanya saja , penekanan kalimat “pelangi” ini lebih kepada KESABARAN yang akan membuahkan hasil yang indah . *kalau yang berakit-rakit kan merujuk pada USAHAnya* . halahh , back to da topic , kalimat yang dikutip dari sebuah buku motivasi *Setengah Isi Setengah Kosong* ini , entah kenapa menjadikan saia seperti terobsesi dengan pelangi . the REAL rainbow . dan saia memang harus benar-benar bersabar menunggu , menunggu sampai rintik terakhir sang hujan membasahi bumi .

Saia memang belum melihat sang pelangi sampai saat ini . itu karena hujan benar-benar masih “menguji” kesabaran saia . hujan masih enggan menyapa mentari , hujan masih berkomplot dengan gerombolan awan hitam sampai-sampai mentari dan sinar-sinar nya benar-benar tidak bisa menerobos melalui sedikit celahpun .

Tapi sekali lagi , dalam hal ini selain bersabar , sebuah berakit-rakit ke hulu – berenang-renang ke tepian pun mutlak diperlukan . saia akan berusaha mencari posisi yang paling memungkinkan untuk melihat pelangi di bukit yang paling tinggi . karena obsesi saia tentang pelangi masih sangat menggoda hati !

Mmmm~ ada yang berminat menemani saia ???