tambahan sedikit : jadi tadi di postingan sebelumnya uda kujelasin tentang kasus Kembar Buncing kan . .
nah , ada bagian yg terlupa .. padahal itu adalah bagian yg paling penting dan paling menjelaskan judul postingan terdahulu itu .
hehe .
yapp ! tentang INCEST ! apa coba keterkaitan INCEST dengan bayi Kembar Buncing ?
jadi , sesuai adat sesuai postingan sebelumnya , kedua bayi tersebut kemudian dipisahkan dari pasangannya , saling dijauhkan dan tidak boleh saling mengenal sampai mereka dewasa.
selanjutnya , uda bisa ditebak dunkk ?
saat dewasa , kedua pasang saudara yg baru saling dikenalkan itu , akhirnya dinikahkan .
itulah salah satu bentuk incest dalam adat Bali yg berawal dari kepercayaan bahwa mereka itu (sepasang Kembar Buncing tadi) telah berjodoh sejak dari rahim ibunya.
mmmm . .
benarkah adat ini ?
bukankah dalam dunia medis , incest sangat tidak dianjurkan ? hubungan sex antar saudara yg sedarah justru akan membuahkan keturunan yg tidak sehat .
well , tentang incest , akan segera kuusahahan mencari infonya ia ?
yg penting sekarang , bagaimana mengkritisi adat Kita demi mencapai keajegan Bali .
INCEST : adat istiadat kusam yg belum kesat oleh jaman .
Posted: by ranii mahardika in Labels: adat, bali, budaya, Hindu, incestAda yang tau artinya : INCEST ga ?
Jadi tadi itu , aku ke Gramed sama sepupuku , Kiki . Niatnya uda jelas , cari2 buku baru buat dibeli en dibaca. Setelah muter2 ga jelas , mataku terpaku pada sebuah buku yg cover -nya "kelam" yg ternyata ada tulisannya "INCEST" .
Yg bikin tertarik adalah subtitle -nya ''Kisah Kelam Kembar Buncing" !!
Uuups . . .
Aku langsung inget tentang sebuah adat di Bali yg berkenaan dengan kelahiran sepasang kembar buncing (kembar cowok - cewek ,red) . Jadi kelahiran kembar sepasang cowok - cewek dianggap sebagai aib bagi masyarakat Bali .
Di beberapa daerah bahkan kelahiran Buncing ini menyebabkan pengusiran atau pengasingan terhadap orang tua mereka . Selain itu , orang tuanya juga didenda dan kemudian diwajibkan melalukan prosesi penyucian diri dan desa .
Yupp , jadi selain membawa aib , kelahiran Kembar Buncing ini pula dianggap 'meletehkan' desa adat . Meletehkan bisa diartikan sebagai 'mengotori' , sehingga desa harus mengalami prosesi upacara adat .
So , back to the topic : INCEST . Jadi buku ini sebenarnya merupakan Novel fiktif , namun mengungkap sebuah alur kultur yg disusun dengan fakta atau realitas .
Kisahnya fiktif , tapi alur - adat - deskripsi peristiwa nya : fakta .
Ironi ini menjadi sensitif manakala novel ini terpaksa dihentikan publikasinya di harian Bali Post karena dianggap membawa berita aib pada masyarakat Bali . Jadi , keberanian penulis novel ini dalam mengungkap peristiwa INCEST , utamanya karena digunakannya setting desa adat masyarakat sana sebagai lokasi terjadinya INCEST pada novel , telah memicu dikeluarkannya penulis dari desa adat tempat kelahirannya .
Dikeluarkan ??
Yupp , sang penulis terpaksa menjalani hukuman adat : Dikeluarkan dari desa adat selama 5 tahun (sekarang sudah berjalan 2 tahun) , dan dilarang bersembayang di 3 pura utama desa . Sanksi adat yg cukup berat bagi sang penulis yg teramat mencintai desa kelahirannya itu .
Secara umum , adat istiadat masyarakat Bali memang masih sangat menarik untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan . Dan novel ini layak menjadi salah satu buku yg 'a must read' .
Oke !
