Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

pembelajaran sebagai seorang umat (Hindu).

Posted: 16 January 2010 by ranii mahardika in Labels: , , , , , ,
0

saia hanya seorang umat manusia yang sudah disandangkan sebuah iman (baca : agama) sejak lahir oleh kedua orang tua saia. bahkan jauh ketika ibu saia tau bahwa beliau mengandung, iman itu suda menjadi milik saia. begitu lahir, semua bayi pasti ga bisa memilih akan memeluk iman yang mana. seorang bayi merah hanya bisa bicara melalui tangisannya, yang oleh orang-orang di sekitarnya justru menghadirkan raut bahagia. dan karenanya, agama seorang bayi sudah ditentukan oleh keberadaan orang tuanya.
saia beragama Hindu. dan sejak kecil, ajaran Hindu dan budayanya begitu lekat dalam benak saia. saia diajarkan untuk melakukan Tri Kaya Parisudha.

INCEST : adat istiadat kusam yg belum kesat oleh jaman .

Posted: 16 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , , ,
1

Ada yang tau artinya : INCEST ga ?


Jadi tadi itu , aku ke Gramed sama sepupuku , Kiki . Niatnya uda jelas , cari2 buku baru buat dibeli en dibaca. Setelah muter2 ga jelas , mataku terpaku pada sebuah buku yg cover -nya "kelam" yg ternyata ada tulisannya "INCEST" .
Yg bikin tertarik adalah subtitle -nya ''Kisah Kelam Kembar Buncing" !!

Uuups . . .

Aku langsung inget tentang sebuah adat di Bali yg berkenaan dengan kelahiran sepasang kembar buncing (kembar cowok - cewek ,red) . Jadi kelahiran kembar sepasang cowok - cewek dianggap sebagai aib bagi masyarakat Bali .

Di beberapa daerah bahkan kelahiran Buncing ini menyebabkan pengusiran atau pengasingan terhadap orang tua mereka . Selain itu , orang tuanya juga didenda dan kemudian diwajibkan melalukan prosesi penyucian diri dan desa .

Yupp , jadi selain membawa aib , kelahiran Kembar Buncing ini pula dianggap 'meletehkan' desa adat . Meletehkan bisa diartikan sebagai 'mengotori' , sehingga desa harus mengalami prosesi upacara adat .

So , back to the topic : INCEST . Jadi buku ini sebenarnya merupakan Novel fiktif , namun mengungkap sebuah alur kultur yg disusun dengan fakta atau realitas .

Kisahnya fiktif , tapi alur - adat - deskripsi peristiwa nya : fakta .

Ironi ini menjadi sensitif manakala novel ini terpaksa dihentikan publikasinya di harian Bali Post karena dianggap membawa berita aib pada masyarakat Bali . Jadi , keberanian penulis novel ini dalam mengungkap peristiwa INCEST , utamanya karena digunakannya setting desa adat masyarakat sana sebagai lokasi terjadinya INCEST pada novel , telah memicu dikeluarkannya penulis dari desa adat tempat kelahirannya .

Dikeluarkan ??

Yupp , sang penulis terpaksa menjalani hukuman adat : Dikeluarkan dari desa adat selama 5 tahun (sekarang sudah berjalan 2 tahun) , dan dilarang bersembayang di 3 pura utama desa . Sanksi adat yg cukup berat bagi sang penulis yg teramat mencintai desa kelahirannya itu .

Secara umum , adat istiadat masyarakat Bali memang masih sangat menarik untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan . Dan novel ini layak menjadi salah satu buku yg 'a must read' .

Oke !