Showing posts with label adat. Show all posts
Showing posts with label adat. Show all posts

pembelajaran sebagai seorang umat (Hindu).

Posted: 16 January 2010 by ranii mahardika in Labels: , , , , , ,
0

saia hanya seorang umat manusia yang sudah disandangkan sebuah iman (baca : agama) sejak lahir oleh kedua orang tua saia. bahkan jauh ketika ibu saia tau bahwa beliau mengandung, iman itu suda menjadi milik saia. begitu lahir, semua bayi pasti ga bisa memilih akan memeluk iman yang mana. seorang bayi merah hanya bisa bicara melalui tangisannya, yang oleh orang-orang di sekitarnya justru menghadirkan raut bahagia. dan karenanya, agama seorang bayi sudah ditentukan oleh keberadaan orang tuanya.
saia beragama Hindu. dan sejak kecil, ajaran Hindu dan budayanya begitu lekat dalam benak saia. saia diajarkan untuk melakukan Tri Kaya Parisudha.

salah ia?

Posted: 15 September 2009 by ranii mahardika in Labels: , , , , , ,
2

aku cuma mau tanya......

salah ia karena aku terlahir seperti ini?? aku perempuan, keluargaku bercukupan, hidupku katanya sempurna dengan bibit, bebet dan bobot yang nyaris sempurna di mata orang - orang! menurut mereka, keadaan ekonomi kami sekeluarga engga kekurangan, bahkan cukup untuk disebut mampu.

tapii.., lagi - lagi kesempurnaan yang banyak orang damba itu justru membuatku miris akan kenyataan.. bahwa orang - orang yang mendekati aku hanya melihat akan keadaan itu. bukan karena aku adalah aku. mungkin mereka ingin memanfaatkan semua yang ada padaku. atau, di lain pihak... aku juga letih akan kenyataan bahwa orang - orang yang mendekatiku perlahan mundur teratur karena merasa "kecil" di hadapanku. merasa mereka tiada artinya apabila denganku.

pertanyaanku sederhana..

salahkah aku??

madesu a.k.a MAsa DEpan SUram

Posted: 21 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , , ,
4

hemm , mau cerita dikid . maav kalo jadi melankolis saat cerita ini tersaji nanti :(

mellow nhe topiknya kali ini !

jadi ,
sebulan di sini (Bali) , membuat angan - cita2 - harapanku yg dulunya optimis dan modern , jadi seperti tak berarti .

semuanya ''digagalkan'' oleh (lagi2) birokrasi , konvensional yg mengatasnamakan budaya dan adat istiadat .

ditambah lagi...

seseorang telah dianggap sebagai calon suamiku , oleh keluarga besar 'PAD' yg notabene keluarga besar kemunafikan yg bertopeng modern dinamisasi !

duh , maav ia buad yg baca . pasti ga akan ngerti maksudku .

tapi saat ini , aku sedang butuh 'bercurah hati' yg terpaksa ditampung oleh postingan ini .

maav ia . .
:(


duh , akan jadi apa aku beberapa hari ke depan nanti2 ?

haruskah egoku ditata oleh adat istiadat ? mungkinkah adat mengampuni egoku saat kumemilih masa depan oleh tangan & kakiku sendiri . . . ?

tambahan untuk incest !

Posted: 16 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , ,
4

tambahan sedikit : jadi tadi di postingan sebelumnya uda kujelasin tentang kasus Kembar Buncing kan . .

nah , ada bagian yg terlupa .. padahal itu adalah bagian yg paling penting dan paling menjelaskan judul postingan terdahulu itu .

hehe .

yapp ! tentang INCEST ! apa coba keterkaitan INCEST dengan bayi Kembar Buncing ?

jadi , sesuai adat sesuai postingan sebelumnya , kedua bayi tersebut kemudian dipisahkan dari pasangannya , saling dijauhkan dan tidak boleh saling mengenal sampai mereka dewasa.

selanjutnya , uda bisa ditebak dunkk ?

saat dewasa , kedua pasang saudara yg baru saling dikenalkan itu , akhirnya dinikahkan .

itulah salah satu bentuk incest dalam adat Bali yg berawal dari kepercayaan bahwa mereka itu (sepasang Kembar Buncing tadi) telah berjodoh sejak dari rahim ibunya.


mmmm . .

benarkah adat ini ?

bukankah dalam dunia medis , incest sangat tidak dianjurkan ? hubungan sex antar saudara yg sedarah justru akan membuahkan keturunan yg tidak sehat .

well , tentang incest , akan segera kuusahahan mencari infonya ia ?

yg penting sekarang , bagaimana mengkritisi adat Kita demi mencapai keajegan Bali .

INCEST : adat istiadat kusam yg belum kesat oleh jaman .

Posted: by ranii mahardika in Labels: , , , ,
1

Ada yang tau artinya : INCEST ga ?


Jadi tadi itu , aku ke Gramed sama sepupuku , Kiki . Niatnya uda jelas , cari2 buku baru buat dibeli en dibaca. Setelah muter2 ga jelas , mataku terpaku pada sebuah buku yg cover -nya "kelam" yg ternyata ada tulisannya "INCEST" .
Yg bikin tertarik adalah subtitle -nya ''Kisah Kelam Kembar Buncing" !!

Uuups . . .

Aku langsung inget tentang sebuah adat di Bali yg berkenaan dengan kelahiran sepasang kembar buncing (kembar cowok - cewek ,red) . Jadi kelahiran kembar sepasang cowok - cewek dianggap sebagai aib bagi masyarakat Bali .

Di beberapa daerah bahkan kelahiran Buncing ini menyebabkan pengusiran atau pengasingan terhadap orang tua mereka . Selain itu , orang tuanya juga didenda dan kemudian diwajibkan melalukan prosesi penyucian diri dan desa .

Yupp , jadi selain membawa aib , kelahiran Kembar Buncing ini pula dianggap 'meletehkan' desa adat . Meletehkan bisa diartikan sebagai 'mengotori' , sehingga desa harus mengalami prosesi upacara adat .

So , back to the topic : INCEST . Jadi buku ini sebenarnya merupakan Novel fiktif , namun mengungkap sebuah alur kultur yg disusun dengan fakta atau realitas .

Kisahnya fiktif , tapi alur - adat - deskripsi peristiwa nya : fakta .

Ironi ini menjadi sensitif manakala novel ini terpaksa dihentikan publikasinya di harian Bali Post karena dianggap membawa berita aib pada masyarakat Bali . Jadi , keberanian penulis novel ini dalam mengungkap peristiwa INCEST , utamanya karena digunakannya setting desa adat masyarakat sana sebagai lokasi terjadinya INCEST pada novel , telah memicu dikeluarkannya penulis dari desa adat tempat kelahirannya .

Dikeluarkan ??

Yupp , sang penulis terpaksa menjalani hukuman adat : Dikeluarkan dari desa adat selama 5 tahun (sekarang sudah berjalan 2 tahun) , dan dilarang bersembayang di 3 pura utama desa . Sanksi adat yg cukup berat bagi sang penulis yg teramat mencintai desa kelahirannya itu .

Secara umum , adat istiadat masyarakat Bali memang masih sangat menarik untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan . Dan novel ini layak menjadi salah satu buku yg 'a must read' .

Oke !

potong gigi , part 2

Posted: 15 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

ini lanjutannya dari postingan kemaren . tau gga kenapa aku sampai membuatnya menjadi dua bagian ??? jadi sbenarnya , waktu nulis yang bagian pertama itu aku masih semangat2nya buat nulis pengalaman ku itu . nah begitu sampai di tengah jalan aku bosen nulis tentang itu . capek , mengingat segala persiapan sampai pas hari -H nya itu bener-bener menguras tenaga , otak , dan pikiranku :((

well , kalo mau tau prosesi slanjutnya setelah potong gigi , lanjut aja pantengin ini postingan . hhehehehe
'
nah , setelah potong gigi . . . .

acara selanjutnya adalah natab banten .
untuk acara ini , aku harus ganti kostum lagi !! jadi kalo di -total2 , ada sampai tiga kostum yang digunakan selama acara ini berlangsung. dan semuanya "berat-berat" .

back to da topic ,
acara natab banten kali ini ditujukan untuk bersyukur atas telah terlaksananya upacara potong gigi ini . jadi , dari bale gede tempat potong gigi tadi , aku dan adekku "dikembalikan" ke tempat mesekeb untuk berganti kostum dan berganti riasan . setelah semuanya berganti , aku dan adik yang bkal natab banten di merajan ini , bakal "dibawa" ke merajan dengan menggunakan tandu . yuppzz , jadi selain sebagai upacara agama , upacara ini juga disisipi dengan upacara adat .

nah , adat alias budaya keluargaku dalam hal ini adalah dengan ditandunya (baca : MEGAYOT ,red) aku dan adik menuju ke merajan itu . meskipun sebenarnya jarak antara merajan dengan tempat mesekeb , cuman beberapa langkah kaki saja , tetap aja tradisi ini harus dilanjutkan ... nah , apapun itu namanya , tetep aja tradisi harus diteruskan . iia kan ??

balik lagiii ,
sampai di merajan , aku dan kelurga lansung "natab banten" untuk melanjutkan prosesi selanjutnya . abis natab banten alias sembayang sebagai bentuk syukur yang tadi uda aku jelasin itu , berikutnya ada lagi sembayang yang dipimpin oleh seorang pedanda , yang (mungkin juga) diselesaikan dengan upacara mewinten . jadi upacara mewinten ini berarti bahwa aku dan adik telah memasuki kehidupan baru , utamanya setelah kami melalui prosesi upacara potong gigi ini .

prosesi selanjutnya , masih ada satu jenis "sembayangan" lagi . kudengar dari embicaraan mereka (pedanda , asistennya dan nenekku) bahwa nama prosesi ini adalah "mapakelem" . salah atau benarnya , nanti bakal aku usahakan cari kebenaran dari jenis prosesi ini iiia . . . . hhehehe
nah , tujuan prosesi ini adalah "untuk mengijinkan kami melanjutkan hari-hari mendatang setelah seluruh prosesi potong gigi ini ditutup" . iiah , seperti itulah artinya bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia . hhehehehehe lagi :)


nah , mungkin nanti bakal aku terbitkan beberapa foto pelengkap postingan ini , supaya temen2 bisa agak ngeh dengan "pertele-telean" cerita tadi itu . itu juga sebagai bentuk pelunasan utangku ke Uthiex en Neno yang pingin foto-foto itu segera di-launching . . .

hhehehehe

potong gigi part 1

Posted: by ranii mahardika in Labels: , , ,
0

Haloo ,

Menyenangkan sekali , akhirnya aku bisa melakukan kegiatan seperti biasanya !! hhehehe , jadi , semua acara yang kemaren menyibukkan aku dan membuatku vakumb dari dunia per-bloging-an ini , akhirnya selesai juga . it’s all DONE !

Nah , jadi waktu tanggal 10-11 Oktober kemaren itu , aku en adikku sedang melakukan upacara potong gigi , atau Mepandes atau Mesangih , atau Metatah . upacara ini merupakan jenis upacara Manusa Yadnya (semoga aku bisa segera menulis tentang upacara Manusa Yadnya , dan jenis upacara-upacara lainnya!) yang bermakna untuk menghapus enam sifat buruk yang ada pada manusia . enam sifat buruk itu adalah Kama (hawa nafsu yang tidak terkendalikan) ; Lobha (loba , sifat tamak) ; Krodha (sifat marah) ; Mada (kemabukan yang membawa kegelapan pada pikiran) ; Moha (sifat bingung dan kurang mampu berkonsentrasi) ; dan Matsarya (iri hati / dengki) . keenam sifat buruk ini biasa disebut Sad Ripu .

Melalui upacara ini , seseorang diharapkan bisa terlahir kembali sebagai manusia yang lebih baik karena makna yang terkandung dalam Mepandes ini . yang melakukan upacara ini adalah mereka (laki-laki dan perempuan yang telah mengalami akil baligh) , dan sebaiknya dilakukan sebelum menikah . upacara potong gigi juga merupakan “utang” orang tua kepada anaknya (dalam agama Hindu disebut sebagai Tri Rna , nanti semoga juga akan bisa menulis tentang ini dalam blog ini iia!). jadi orang tua harus melaksanakan serangkaian upacara kepada anak-anaknya sejak sang ibu mengandung sampai anaknya menikah . misalnya , dimulai saat anak masih di dalam kandungan , mereka sudah harus diupacarai . saat usia empat puluh hari kelahiran , saat usia enam bulan , sampai mereka dewasa , dan menikah .

Kebetulan , orang tuaku berkeinginan untuk melakukan upacara potong gigi ini pada tahun ini . berdasarkan perhitungan yang ada , tanggal 11 dipilih sebagai hari yang paling tepat untuk melaksanakan upacara potong gigi ini . tapi sebelum potong gigi ini dilakukan , ada prosesi yang harus juga dilakukan . prosesi tersebut adalah “ngekeb” atau dipingit . tentang ini (Ngekeb ,red) bisa dibaca di postinganku sebelumnya .

Setelah disekeb itu , (nyekeb berasal dari kata sekeb yang artinya sembunyi ; kemudian berubah menjadi kata kerja nyekeb yang artinya menyembunyikan ,red) , besok harinya acara potong gigi dimulai dengan prosesi-prosesi yang panjang dan sedikit melelahkan .

Yang pertama , adalah upacara keluar ngekeb . upacara ini ditandai dengan dibukanya pintu pembatas tempat . kemudian , aku dan adik dibawa ke merajan keluarga yang letaknya di depan rumahku , untuk bersembahyang meminta restu dan ijin dari leluhur dan orang tau . jadi setelah sembahyang , ada sebuah prosesi “sungkeman” kepada orang tuaku , yang tujuannya adalah untuk meminta maav kepada orang tua atas segala kesalahan kita selama ini . setelah sungkeman , sang pemimpin doa yang pula merangkap sebagai sangging (yang mengeksekusi gigiku nantinya) , memeriksa keadaan gigiku dan adik . sang sangging melepaskan cincinnya , kemudia memantrai cincinnya itu , dan menggosokkannya ke gigi-gigi kami . setelah itu , gigi diketukkan dengan besi panjang , secara pelan . prosesi ini diakhiri dengan kembali ke tempat ngekeb untuk kemudian bersiap digendong ke lokasi potong gigi , di bale gede .

Karena aku anak pertama , saat di bale gede , aku ditunjuk untuk melakukan prosesi potong gigi yang pertama . aku dinaikkan ke bale yang telah dilapisi kasur dan beberapa jenis kain . sebelumnya , aku diminta menghadap ke arah utara dan bersembahyang kepada Dewi Semara Ratih . lalu kemudian berbalik kembali , dan berbaring untuk ritual yang paling penting dalam upacaara ini : Potong Gigi ! setelah berbaring , tubuhku ditutupi beberapa jenis kain sampai tinggal kepala saja . setelahnya , sang sangging memintaku untuk membuka mulut lebar-lebar . beliau memasangkan tebu di antara gigi bagian atas dan bawah untuk mengganjal nanti saat mulut harus terbuka sekian lama . sang sangging kemudian menandai gigi yang akan dikikir sambil membaca doa-doa . ga lama kemudian , sangging memegangi mulu dan gigiku sambil mengatakan , “Santai aja , dan selama dikikir , mata harus tetep terbuka iia”

Hmmm , selama ini aku mendengar banyak kabar simpang siur tentang prosesi pengikiran gigi ini . ada yang bilang ngilu , ada yang bilang sakit . ada juga yang bilang bahwa pada saat pelaksanaannya , hanya merupakan syarat saja , jadi giginya hanya dikikir pelan .

Yang terjadi adalah , aku mendengar seperti suara gergaji mesin bekerja di dalam mulutku . mmmm~ jadi , gigiku benar-benar dikikir sampai rata . rasanya , “biasa aja” . ummm~ ga terasa sakit , ngilu , nyeri , atau apalahh . yang ada hanya rasa kantuk . jujur aja , setelah kejadian ngekeb kemaren , aku kekurangan tidur . sampai-sampai aku harus menahan kantuk sampai pada pelaksanaan potong gigi itu . hhehehehe

Enam gigiku akhirnya dikikir sesuai dengan ketentuan . ga lama , tapi ga sebentar juga .


(bersambung ke post berikutnya ia . . .)

menek ngekeb , ulang tahun , rame

Posted: 12 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , ,
1

Kemaren (9 Oktober 2008) , aku gga sempat posting . acara di rumah tinggal 1 hari ( kalo diitung dari kemaren lho iia ) .jadi kemaren tuh orang-orang yang dateng mejenukan , banyak bangett . rameee banget , keadaan jadi bener-bener krodit . ditambah lagi , “panitia” yang dibentuk ibu , ga terlalu tanggap . hal ini wajar saja , karena “panitia dadakan” tersebut adalah orang Jawa , sodara-sodara ibu yang jelas ga ngerti prosesi dan “unggah-ungguh” acara mejenukan ini .

Untungnya dari sekian banyak tamu yang datang , beberapa di antaranya adalah temen-temanku . jadi aku gga harus terlalu lama “act as a doll” . tamu baru benar-benar habis jam8 malam . jam segitu , ibu baru inget kalo hari itu (Kamis) adalah hari oton aku . dan ibu ga ada buat banten otonan , karena yang ada di pikirannya tentu aja perihal acara hari itu . hhhhm~

Ibu langsung “mejejaitan” dan buat banten otonan , untungnya , ada nenekku yang bantuin . (bukan nenek langsung sih , tapi masih sodara jauhhhh lah)

Akhirnya , jam 9 malem aku baru bisa “natap banten” otonan . nenekku yang tadi aku bilang langsung mengajak aku , adik dan ibu untuk “melukad” di merajan . hhmmm~

Besok , acaranya adalah “menek ngekeb” . acara ini menandai bahwa aku en adikku harus “dipingit” , sebagai tanda untuk menghalau hal-hal jelek dan negatif yang mungkin bisa terjadi kepada kami . seharusnya , “ngekeb” atau dipingit ini dilakukan selama tiga hari . namun , untuk masa kini , waktu pelaksanaan “ngekeb” ini kadang hanya dilakukan sehari saja . alasannya , mungkin karena orang-orang pada masa kini tidak ingin kehilangan banyak waktu untuk alasan ekonomi atau apalah . . .

Besok acaranya dimulai jam 5 sore . aku berharap semoga acaranya akan berlangsung dengan baik . semoga .

Satu lagi , besok . . . umurku tambah satu lagi .
mmm


(ini postingan baru aku post tanggal 12 Oktober 2008)