waktu ada yang bertanya kepada saia, “Kapan kamu mulai menulis?” saia selalu jawab, “Sejak kecil!”
kemudian mengalirlah cerita yang-sebenarnya-standar tentang sejarah saia dan menulis. sejak kecil saia suka menulis di buku harian. bercerita tentang aktivitas sehari-hari, blak-blak’an mengungkapkan perasaan dan isi hati, nulis puisi *jangan percaya bagian ini*, menggambar sketsa sederhana, apaaaaa aaaajjjjjaaaaa… semua hal saia tulis, sampai hal-hal kecil yang remeh dan ga penting.
meski saia suka menulis, menulis bukanlah hobi bagi saia. menulis bukan sebuah kegiatan yang menjadi candu buat saia. saia ga harus menulis sepanjang waktu, setiap hari, atau ketika saia butuh menyalurkan keinginan menulis. saia juga ga harus bertemu dengan mood baik untuk menghasilkan sebuah tulisan bermutu *walau saia sadar bahwa tulisan saia ga pernah bermutu*. bahkan saia ga perlu mencari-cari atau menjemput inspirasi ketika dihadapkan pada kondisi harus menulis. dan dalam kenyataan bahwa menulis adalah bukan hobi saia, saia jadi engga peduli bahwa sebuah tulisan haruslah baik, saia dan tulisan saia ga terikat oleh standar kualitas tertentu.
jadi sebenarnya, jika ada yang tanya, ada apa antara saia dan menulis *tapi kayaknya sih ga bakal ada yang nanya iah? hehehe, PD sekali saia ini*. saia sendiri ga tau mulai kapan saia menyadari ini, mungkin sejak saia mengetikkan kata pertama di postingan ini. yang jelas, saia merasa bahwa sebenarnya di antara saia dan menulis adalah sepasang musuh abadi. anda menemukan sebuah pertentangan kan disini..? temen-temen pasti melihat ketidak-konsistenan atas pernyataan-pernyataan saia. di awal saia sebut bahwa saia suka menulis, bahkan sejak kecil. tapi sekarang, saia malah menyebut bahwa kami adalah musuh abadi. bahwa saia benci menulis. hmmm.. buat saia, menulis adalah aktivitas paling akhir yang bisa dan harus saia lakukan untuk menegaskan eksistensi saia. menulis adalah cara terakhir untuk mengungkapkan perasaan dan isi hati. dengan menulis, orang-orang akan tau, bahwa saia ini ada. i’m alive. hal itulah yang memaksa saia menulis. saat ucap dan perilaku saia sudah ga mengena lagi, ga ada hal lain yang bisa saia lakukan selain menulis.
surat yang ga pernah terkirim
Posted: 16 January 2010 by ranii mahardika in Labels: chance, ego, harapan, tanya, uneg-unegdearest (my) Life,
banyak hal yang aku lewati, tanpamu. banyak peristiwa juga yang kualami tanpa kau menjadi saksinya. ga peduli betapa penting, atau malah ga berartinyaa hal-hal itu, aku tetap ingin melaluinya bersamamu. tapi aku sadar. aku ga boleh egois. tepatnya, aku ga bisa egois. aku harus berlaku adil kepadamu. atau, mungkin kamu yang seharusnya bersikap adil terhadapku? ga tau deh. apapun itu. bagaimanapun jalan yang mesti kita tempuh, tujuan kita mungkin saja sama. dan karenanya, jangan sampai kau melepasku, sebelum kita mencapai tujuan itu. genggam terus jemariku, peluk erat tubuhku, dan jagalah hati serta jiwaku, sampai di garis finish.
namun, jika di tengah jalan engkau tak sanggup lagi. akupun ga akan memaksa kamu untuk tetap melaju. kamu ga terikat padaku, meski hati kita sedang terpaut kini. kau selalu bisa melepaskan ikatanmu denganku,
semua orang juga sudaa tau kalo tanggal 22 Desember itu merupakan Hari Ibu. sejak pagi saia sudah mendapati update status temen-temen di facebook dan twitter, penuh dengan ucapan selamat kepada seluruh kaum ibu yang ada di dunia. dan sepanjang hari ini sudah pasti akan dipenuhi dengan status sejenis itu. saia sendiri hanya menuliskan ucapan “selamat hari ibu” sekali di akun twitter saia. sedangkan untuk facebook, saia tidak meng-update nya dengan ucapan atau kata sejenis. hihihihi…
parahnya, saia menuliskan begini di akun twitter saia
“status sebagian besar orang2 di FB en twitter tentang Hari Ibu. huh. meski sekarang tgl22, emangnya ga ada tema lainnya yak?”
dan saia menuai banyak protes dari ungkapan saia ini.. berasa seperti Luna Maya aja.. banyak followers yg menghujat status saia itu. yang mengatakan bahwa saia tidak hormat, cinta atau sayang ibu saia. sampai ada juga yang bilang kalau saia ini anak durhaka. hahaha.. saia hanya tertawa aja membaca setiap respon yang ditujukan kepada saia.
tapi saia juga jadi mengutip salah satu status teman saia di facebook. dia bilang begini,
“Tdk mengucapkan slmt hari ibu bkn berarti tdk menghormati ibu kan??”
hmm.. jika memang tanggal 22 Desember yang kata orang itu adalah hari Ibu, dan yang kata orang-orang itu identik dengan mengucapkan selamat atau mengungkapkan kasih sayang kita sebagai anak terhadap sang Ibu. dan jika ada seseorang yang apatis terhadap perayaan ini (seperti saia contohnya) itu berarti saia tidak sayang, tidak hormat, tidak cinta terhadap ibu saia. begitu dunk?? padahal kan dalam setahun kita punya 365 hari. kita jadi punya banyak hari untuk dijadikan hari ibu. bahkan kita jadi punya duabelas kali tanggal 22. trus kenapa hanya di hari yang bertandakan 22 Desember sajaa, kita harus gembar-gembor mengungkapkan betapa kita mencintai ibu kita?? hari yang lainnya kemana?
buat saia, ucapan tidak terlalu penting. buat saia, cara mencintai ibu saia –bahkan orang-orang di sekitar saia, tidak perlu dipublikasikan. jadi saia merasa tidak perlu ikut-ikutan arus dengan menuliskan hal yang sama sepanjang hari. saia juga merasa tidak perlu berkata cinta kepada orang-orang yang ssaia cinta, di media seperti ini. (kecuali memang saia rasa perlu pada suatu kesempatan yang benar-benar penting). this is my life, dude. whatever i want to do is not your business. whether i love my mom or not.. that’s none of your business.
hari ini adalah hari pertamaku berada di Malang (lagi!). entah mengapa. aku CINTA sekali dengan kota ini. dimanapun aku berada, aku selalu ingin pulang kembali ke kota ini :) tapi aku ga akan bercerita tentang itu.
aku bingung harus memulai cerita ini darimana. aku sendiri merasa jadi begitu sentimentil ketika harus menyebutkan betapa aku sangat tidak suka didikte. ough, did I finally mention it?? yepp, didikte. aku ga tau darimana aku mendapatkan isitilah ini, karena aku takut penggunaannya akan membuat beberapa pihak jadi seperti tersudutkan. tapi bagaimanapun, aku ga akan mengubah penggunaan kata “didikte” ini.
saat aku beranjak remaja dulu, aku mendapati bahwa diriku sebenarnya berada pada situasi yang membebaskanku melakukan segala sesuatu yang aku anggap dan aku pikir baik. dengan keadaan yang seperti itu, dengan sendirinya jugaa aku diarahkan menjadi orang yang bisa bertanggungjawab atas segala hal yang telah aku pilih. orang-orang sekitarku, saat itu, bertindak sebagai pengamat yang hanya mengamati segala gerak-gerikku. sesekali jika aku sedang ga waras, mereka hanya mengingatkan aku bahwa semua hal memiliki dampak dan konsekuensi. tetap, keputusan akhir selalu berada di tanganku. absolut.
sekarang aku bukan remaja lagi. i’m 24 years old. dan meski aku tetap tidak punya pengalaman sebanyak orang-orang yang berusia jauhh di atasku, aku sendiri sudah punya banyak pengalaman! aku sudah banyak belajar dari masa-masa tahunan yang lalu. bahkan aku tetap belajar dari kejadian kemaren hari. i’m growing up! tapi entah mengapa, justru di masa aku lebih bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, dengan rasa tanggung jawab yang lebih tebal, mengapa iah orang-orang di sekitarku justru berlaku terbalik dibanding masa kanak-kanan dan remajaku dulu?? aku yang kini malah menjadi seperti tersangka, persis seperti judul postingan ini. segala tindak-tandukku diawasi. pilihan-pilihann hidupku dibatasi oleh kepentingan-kepentingan yang tidak menyangkut perasaan dan harga diriku. aku harus menjadi ini, aku harus melakukan itu, aku tidak boleh bersama anu, keputusanku harus yang begini, dan lain-lain.
langkahku justru tertahan di kala aku sudah bisa terbang menggapai mimpi-mimpi yang seharusnya bisa kuraih sedikit lagi. mereka, orang-orang itu, sepertinya tidak pernah melihat bagaimana aku berjuang beberapa tahun ini. mereka juga tidak pernah ingin tau tujuan dan pilihan hidupku. yang mereka tau adalah, bahwa mereka sudah memberi aku jalan untuk menjadi seperti apa yang mereka mau! apa aku ini boneka? apa aku ini budak? apa aku ga punya lagi kebebasanku? didikte. yap, aku kini merasa didikte. seperti keyboard pada laptopku ini. ga akan bisa menuliskan perasaanku ini sendiri. harus didikte oleh sepuluh jemariku. tapi aku lebih iri kepada keyboard ini. karena hanya sepuluh jari yang mendiktenya. sedangkan aku… lebih. lebih banyak lagi. dan akan semakin banyak. politik!
hari demi hari berlalu. waktu tetap bergulir tanpa menunggu siapapun. aku ingat beberapa tahun yg lalu pada masa saat aku diharuskan mengisi selembar formulir. selembar saja, namun secara signifikan mengubah jalan cerita kehidupanku. lembaran itu formullir pendaftaran SMPB. dan aku masih ingat tatapan kedua orang tuaku saat mengantarkan aku untuk pertama kalinya hidup merantau. ga bisa kudefinisikan. namun aku cukup dewasa untuk mengerti semuanya.
sampai detik ini, bahkan saat aku menuliskan ini.. aku masih tetap pada pendirianku. orang tuaku juga belum berubah. yg berubah hanya usia kami. kami semakin tua. kerutan yg muncul di wajah mulus ibuku, dan rambut putih ayah yg tumbuh lebat –namun dengan cepat juga dicat menjadi hitam lagi, jelas-jelas adalah tanda betapa mereka telah melalui banyak dekade. tapi, mereka masih orang yg sama. masih orang tuaku dengan sifat dan pendirian yg sama. dan aku, anak pertama mereka.. yg mewarisi hampir semua sifat kedua orang tuaku. yg juga memegang teguh segala pendiriannya. yg juga KERAS KEPALA sama seperti mereka. bukankah ada pepatah yg bilang, buah jatuh ga jauh dari pohonnya.
so, mengapa harus memperdebatkan sesuatu yg jelas-jelas diwariskan secara genetik ini?? like parents, like daughter. jika mereka memang tidak bisa dipaksa, mengapa aku harus dipaksa? apakah yg namanya komunikasi itu harus berlangsung secara vertikal tanpa ada timbal baliknya? huh. jaman sudah semodern ini, masih saja komunikasi bersifat mendikte.
ia sudah deh, aku ga mau membuat waktu berjalan meninggalkan mimpi-mimpi yg (masih) ingin kuraih, hanya dengan terlalu seringnya memperdebatkan masing-masing pendirian. yg pasti, engga ada seorangpun yg boleh menahan langkahku.
sampai detik ini, aku belum menemukan apa hidup yang aku cari. selalu begini tiap kali aku ingin meraih segala mimpi yg sampai mengendap di citaku. padahal, hidup juga tidak sesulit itu pada akhirnya.
yupp.. hidup ga perna sulit. hanya saja, kita para manusia yg dibekali otak yg paling sempurna dibanding dengan nahluk lain ciptaan-Nya, justru kian menjadi kompleks bila dihadapkan dengan banyak pilihan. lagi-lagi kita bicara tentang pilihan. wajarkah aku jika aku menyebutkan, Pilihanlah yg Sulit!
aku ingin berandai-andai lagi. seandainyaa saja otak yg Tuhan beri untuk aku ini, bisa dibuat lebih sederhana lagi.. pasti setiap pilihan tidak akan menjadi sulit. aku benci memilih.
dan apabila aku telah memilih, adakah yg akan mengerti pilihanku??
salah ia?
Posted: 15 September 2009 by ranii mahardika in Labels: adat, curhat, sakit, tanya, tolong, umpatan, uneg-unegaku cuma mau tanya......
salah ia karena aku terlahir seperti ini?? aku perempuan, keluargaku bercukupan, hidupku katanya sempurna dengan bibit, bebet dan bobot yang nyaris sempurna di mata orang - orang! menurut mereka, keadaan ekonomi kami sekeluarga engga kekurangan, bahkan cukup untuk disebut mampu.
tapii.., lagi - lagi kesempurnaan yang banyak orang damba itu justru membuatku miris akan kenyataan.. bahwa orang - orang yang mendekati aku hanya melihat akan keadaan itu. bukan karena aku adalah aku. mungkin mereka ingin memanfaatkan semua yang ada padaku. atau, di lain pihak... aku juga letih akan kenyataan bahwa orang - orang yang mendekatiku perlahan mundur teratur karena merasa "kecil" di hadapanku. merasa mereka tiada artinya apabila denganku.
pertanyaanku sederhana..
salahkah aku??
blog, blogger, dan blogging...
Posted: 30 August 2009 by ranii mahardika in Labels: bebas, iseng, uneg-unegbeberapaa waktu yang lalu, sang pacar meminta saiaa untuk diajari membuat sebuah blog. sebelumnyaa, beberapa orang teman jugaa meminta hal yang samaa kepada saiaa. saiaa sihh memasang aksii "ia ia" sajaa. memangnyaa ada alasan buat saia untuk menolak permintaan mereka?? hehehe..
yang jadi pertanyaan adalahh, motif merekaa dalam membuat blog. dan setelah saiaa tanyakann, alasan mereka beragamm. ada yang pengenn sekedar menulis saat sedang butuh ruang untuk menulis.. ada yang pengen menegaskan eksistensisnyaa di dunia maya.. ada jugaa yang pengen menyampaikan aspirasinyaa terhadap sebuah peristiwa atau kejadian atauu apalahhh, untuk bisaa dibaca oleh orang banyakk.. yang lainnya bilang, pengen punyaaa ajaa biar bisa pamer. hahah....
saiaa jadi ingat ketika pertamaa kali saiiaa terjun ke duniaa blog inii.. awalnyaa, karena saia membaca tulisan seorang teman di blognya.. teman saiaa yang ini bahkan sudah punyaa beberapaa alamat blog sebelum akhirnyaa benarbenar "setia" pada blognyaa yang inii. setiap tulisannya menarik, membuat saiaa selalu ingin berkomentar. yang ditulis sihh cukup berkisar tentang kesehariannyaa. namunn, kemasann yang membungkus ceritanyaa bisa membuat saiaa iri. saiaa jadi ingin punya blog untuk menulis halhal yang mungkin ga pentingg, tapi bisa jadi pengganjal di kalaa sedang membunuh waktu. itu ajaa. ga ada alasan lainn.
di rumah, ibu saiaa masih menyimpann banyak sekaliii buku harian milik saiaaa.. bahkan buku hariann kalaa masih sekolah dasar pun masih tersimpan rapi pada salah satu sudut rak bukuu di kamar saia :) entah itu berarti bahwa saaia memang suka menulis sejakk kecil, atauu memang saianyaa yang ga bisaa berbagi secara langsung kepada orang lainn. yang pasti, kegiatan ini selalu berhasil membuat saia merasa nyaman. sangat nyamann!
dan ketika kinii buku mulai tergeser oleh harddisk dan software.. bahkan, tulisan macam apapunn bisaa dipublikasikan tanpa harus melalui perusahaan percetakan melalui media internet. sepertinya menyenangkann. kegiatann menulispun mendapat tempat yang lebihh luas dan semakin bebas. saiaa pun seakan terdorong mengikuti trend ini untuk menulis dan menulis lagi (di media blog). tapi tetep, tujuan utamaa cuman untuk menulis ajaa. saiaa ga pengen menjadi eksis di dunia ini. saiaa ga ingin menarik massa disini. saiaa juga ga bertujuan menghasilkan pundi-pundi rupiah atas kepemilikan saiaa ini. saia hanya ingin menulis. jika saia mendapat banyak sekalii kawan disini, itu adalah sebuah bonus dan hadiahh yang berhargaa untuk saiaa. senang sekali bisa punyaa banyak kawan! akibatnyaa saia jugaa jadi punya banyak tambahan wawasaan dari membacaa tulisan-tulisaan tementemenn blogger, and it's so fun.
karena tujuan utamaa melakukan hal ini hanyaa begitu-begitu sajaa, saia jadii tidak terobsesi untuk sering-sering menulis dan mempostingnyaa. saiaa jugaa engga terpacu untuk membuat tulisann yang keren, bagus atau mengandung kontroversi, hanya untuk menuai banyak komen dan pengunjung. bukan saia engga mengharapkann kunjungann temen-temen. saia hanya ingin melakukan hal yang saia sukaa. yang membuat saiaa senang dan nyaman. menulis datangnyaa dari hati kan?
so, apaa tujuann temen-temen membuat blog kaliann??
untuk dia dan kamu!
Posted: 21 August 2009 by ranii mahardika in Labels: cinta, intermezzo, lelaki idaman, uneg-unegaku pernah punyaa sebuah kisah cinta terlarang di masa lalu.. kusebut terlarang, karenaa pada saat yang bersamaan.. sebenarnyaa aku masih punya seseorang yang resmi kugandeng sebagai paacarku. aku ga pernah menyebut kisahh ini sebagai kisah perselingkuhan. aku menyebutnyaa, sebuah kesalahan yang teramat indah! bersama cinta terlarangku inii, ada banyak hal yang kualamii.. bahkan dalam waktu yang sangat singkat. banyak kenangann bersama dia yang ga mudah dilupakan.
aku sendiri engga pernah menyatakan secara langsung tentang perasaanku kepada diaa. aku ga ingin dia tau. aku ga ingin merasa berdosa karena pernah menginginkannya jadi milikku. aku juga ingin mengubur dalamdalam semuaa ceritaa, semua kenangan, dan semua rasaa tentang dia. tapi aku malah menuliskan ini. bukan aku tidak konsisten. bukannya rasaa itu masih ada. aku jugaa ga mengerti. pastinyaa, aku hanya ingin dia enyah dari kehidupanku.
kata pacarku yang sekarang, "Jangan lari dari masalah. Mau sampai kapan kamu beginii?" dan kujawab dalam hati, "Entah!" sebut saja aku egois. sebut aku bodoh. sebut aku pecundang. sebut aku plinplan. sebut saja semuanyaa.. tampar akuu keras-keras! hujat saja aku dengan makianmu. tapi memang benar katamu, masih ada sedikit ruang di hatiku untuk setiap kenangan yang pernahh kubuat bersama cinta terlarangkuu itu. ruang itu ga perna tergeser. bahkan olehmu yang kini sangat aku cinta. jangan pernah melarangku untuk menggantikan ruang itu menjadi milikmu. jangan hentikan aku untuk mengingat dia, sang kekasih gelapku. karena dia hanya menempatii sedikit ruang dalam jiwaku. dia engga pernah menjadi dominan. bahkan, bersama waktu kini tentangnyaa mulai berganti menjadi hanyaa kenangan. tiada lagi harapan tentangnyaa. tiada cinta lagi untuknya.
aku hanya ingin ruangan kecil di hatiku inii tetap untuknyaa, hanya untuk menghormati rasa cintaa yang dulu pernah ada. dan kinii, meskipun dia kembali.. dia engga akan pernah menemukan kunci ruang miliknyaa lagi. dan ketika aku berhadapan lagi dengannyaa.... mungkin aku ga akan pernah bisaa melakukan hal seperti yang kamu minta, kekasihku. aku ga bisa menolaknyaa. tapi percayalahh padaku, aku yang akan pergi jauuh darinyaa. sampai dia ga akan bisa menemukan aku lagi. sampai diaa menemukan, bahwa aku akan selalu bahagia dengan kamu. dan sampai dia menyadarii, bahwaa hanya kamu yang bisa jadi yang terbaik buat aku. bukan dia. bukan orang lain.
dan aku sedang tidak lari dari masalah, sayang. karena masalah dalam hidupku cuman kamu, orang yang membuatku jatuh cinta setengah mati!
what do life gives to us? hope? breath? friend? feeling? if so, then why life should gives us such things?? im wondering. but i careless too. i dunno why, but i have no idea about (my) life. from all that i could remember is only about sorrow. did i have trauma in the past?? or is part of my brain memory's missing?? what happened to me?? what does life give to me? what did i give to (my) life? i dont even know.. am i alive??
bukan tibatiba juga sihh saia menuliskan judul postingan ini begitu............ belakangan ini saia sedang dekat dengan seseorang. beberapa teman penghuni kost juga sudah tau. sahabatsahabat terdekat yang ada di maLang juga tau. my only -not-little-brother-anymore- juga uda saia konfirmasi. tinggal ibu, bapak, Wahyu en................ Agustraku yang belum kukabari. tapi saia juga ga berani bilang ke merekaa. hehe, maybe later :)
balik lagi ke judul. soal status. i've been single for many couple month, just single. after a longtime relationship i've built with my beloved one(d). i cant deny if my feeling is couldnt change. i love him, my past one. but for many reasons, and i hope he would understand, i've took the decision. then, we're both still become friend.. will you, my man? sekian lama punya pacar.. bertahuntahun. sekian lama pulaa punya seseorang untuk berbagi. sekian lamanya saia terbiasa dengan kehadiran someone special. sekian tahun yang manis dan jugaa pahit, bersama seseorang. i used to be with someone, as a lover.
ketika engga lagi bersama si mantan pacar.. saia membangun hari dalam sendiri. sendiri dalam arti, tanpa pacar! seseorang spesial. saia juga engga deket dengan orang lain secara intens. saia berusaha membiasakan diri menjadi lajang biasa. have fun with my life, make friend, meet new and old friend(s), going everywhere by my self. im alone, but never lonely. im single... and so happy! i enjoy with my new life. belum tahunan juga saia menikmatinyaa.. tapi suda cukup membuat saia menjadi terbiasa pula.
dan sekarang.. there's a man come to my life. not a new comer actually. we've first met over than 10 years ago. my junior highschool's mate. what can i say?? we've just met, and communicate very well. lagilagi saia belajar lagi untuk membiasakan diri atas kehadirann seseorang. mengusik zona nyaman yang baru ajaa berdiri mapan. inbox saia sekarang bertambah satu lagii pengirim pesan. regularly in a day. everyday. beberapa bulan terakhir saia ga pernah berkomunikasi secara intens dengan seseorang. intens dalam artian . . . . . *i cant fill the blank.. i cant found the right word for this*
mungkin sebentar lagi status saiaa bakal berubah. but, still need time. and he should do more thing for change it. ini sih bukan soal statusnyaa. we dont talk about a fake marital status.. siapa aja bisa seenaknya mengubahh status mereka, saia juga. but, that's is not the point. im single.. but im happy to have you in my life. well, i dunno what to say actually. all i need is throw all my stupid feeling about this. i need to tell you that i need time to say "yes" or any kind of it. i need some adjustment that there'll be someone beside me again!.
what do you think about double?? or ganda, rangkap, pasangan in bahasa. atau mungkin juga, berarti dua kali lipat..? saia bingung lho. saia juga masi kerapkali salah mengartikan kata ini. let see the antonym of double, is single. single itu berarti satu. tapi untuk urusan status, single means belum menikah. belum menikah ga bisa diartikan mentahmentah sebagai sedang jomblo. tapi single juga bisa berarti sudah punya pasangan, namun enggan mengakui secara terbuka. walahh, tementemen termasuk yang mana nihh? jika single bisa berarti demikian untuk menyebutan sebuah status.. bagaimana dengan double? do you ever heard someone that their status is double?? why they using married, in relationship, engaged, it's complicated to describe "have someone special"?? why not double?? padahal double kan lawan kata dari single??
saia sendiri ga pandai berbahasa inggris, dan latar pendidikan saia juga ga berasal dari bidang kesastraan. jadi, saia sendiri mengartikan semuanya secaraa harfiah. apa adanya. but, if there's anyone could tell me about this... about, why we should use another word beside "double" to say if we already have a lover or spouse..??
menghapus akun sociaL networking!
Posted: 09 June 2009 by ranii mahardika in Labels: plurk, uneg-unegterhitung, ini kedua kalinya saia menghapus akun social networking yang saia miliki..
yang pertama friendster. saia lupa kapan tepatnya saia menghapus akun saia di situs pertemanan itu, tapi jelasnya sejak saia mulai tidak nyaman dengan situs itu, dan sejak saia akhirnya memutuskan untuk menggunakan lagi akun facebook saia! ketidaknyamanan itu diawali ketika banyak sekali orangorang yang tidak saia kenal, menambah saia sebagai teman mereka di friendster. awalnya, kebanyakan dari mereka saia terima sajaa, dengan harapan akan terjadi kesinambungan interaksi dan benarbenar akan bisa menjadi teman nantinya. tapi yang terjadi adalah, orangorang itu hanya sekedar menambahkan saia sebagai teman mereka, tanpa adanya komunikasi dalam bentuk apapun setelahnyaa. paling banter juga, Thx voo add pada halaman profil di bagian Comment and Testimonial. and, nothing after all! yang ada hanya laporan recent activities orangorang yang ga saia kenal itu, yang hampir online setiap hari setiap saat! fyi, saat itu saia masih belum bisa online setiap hari karena belum berlangganan provider internet apapun selain warnet langganan! menganggu sekali.. sungguh hal itu sangat mengganggu!
kemudian, atas rujukan salah seorang teman, Ms. Neno, saia akhirnya menghapus akun saia di situs itu. benarbenar saia hapus! dan berkat hasutannya pulalah , saia akhirnya kembali menggunakan akun facebook yang telah saia miliki sebelumnya, dan tidak pernah saia gunakan karena kebanyakan teman masih menggemari friendster di kala itu. dan menghapus akun social networking saia pada masa itu, sama sekali tidak membuat saia menyesal.. hebatnya saia, hahah!
dan sekarang, akhirnya saia kembali melakukan hal yang sama. kali ini yang saia hapus adalah akun saia di plurk. saia memutuskan untuk menghapus akun saia itu karena saia mulai merasa menjadi kecanduan internet akibatnya. well, saia ga bohong! saia ga terlalu sering mengakses facebook atau blog saia ini, tapi saia hampir setiap saat mengakses akun plurk saia, baik melalui laptop, maupun hape! pagipagi baru bangun, mau berangkat beraktivitas, akan bekerja, akan makan, tidak mandi sebelum mengecek status, di jalan, di kost, di tempat makan, di kampus, di studio, sambil mengobrol dengan teman, sambil nonton tv, mencuri waktu di kala sedang bertemu orang, mau tidur.. alaaahh~ pokoknya setiap saat! setiap saat saia selalu terhubung dengan temanteman saia di akun yang satu ini. hampir setiap jam, saia mengeceknya, berinteraksi dengan temanteman plurk, dan menyandu dengannya. lama kelamaan, waktu saia untuk melakukan hal yang lainnya mulai berkurang. meskipun saia ga perna merasa kekurangan waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan saia, tetap saia jadi kekurangan waktu untuk tidur! saia tidur lebih larut, dan bangun lebih pagii, untuk menyandui sii plurk ini.
sedangkan saia butuh lebih banyak waktu untuk diri saia sendiri, saia butuh waktu untuk menikmati waktu tanpa internet, saia butuh lebih banyak inspirasi di dunia nyata, saia butuh sesuatu yang lebih banyak dan lebih berarti daripadad sekedar terpaku di depan laptop atau henpon. intinya, saia butuh bebas dari internet! saia butuh menghirup udara di alam bebas, di dunia nyata dengan asupan yang jauhh lebih banyak. dengan plurk, saia ga bisa melakukannya.. dengannya, saia kehilangan banyak momen yang bisa membuat saia tertawa lebih sehat, yang membuat saia menangis lebih leluasa, yang membuat saia lebih hidup.
jadi, saia hapus akun ini. saia akan kembali ke dunia nyata, ke dunia dimana saia jadi bisa menulis lebih banyak, melihat lebih kasat mata, mencium lebih dalamm. tapi saia akan tetap berada disini, di jejak celotehan ini, karena saia tetap butuh media untuk mencelotehkan apa yang telah saia lihat, cium, dengar, rasa, dan raba. hemm, adil kan jika begitu?
part 3 of.. Based On True Story....
Posted: 26 January 2009 by ranii mahardika in Labels: cerita, curhat, uneg-unegCerita sebelumnya :
Bulan Oktober, aku dan adikku akan melakukan upacara potong gigi, dan sebagai sahabat yang baik, Mr.A dan Mr.B memberikan banyak bantuan dalam persiapan acara dan pada saat hari-H. saat seluruh keluargaku hadir pada acara itu, rata-rata bertanya tentang rencana masa depanku setelah upacara ini…
“Udah selese kuliahnya?”
“Udah punya pacar?”
“Udah kerja? Dimana? Kok ga di Bali aja kerja?”
“Mana pacarnya, dateng ga?”
“Ada rencana lanjut S2?”
“Jangan nae pacaran sama orang Jawa, cari semeton aja iia?”
“Kapan nganten? Kan udah potong gigi nhe?”
Well, mungkin pertanyaan-pertanyaan seputar kuliah-kerja-S2 adalah pertanyaan yang sangat mudah sekali kujawab. Namun, berbeda rasanya bila pertanyaannya sudah mengarah ke pacar-pasangan-menikah-siapa dan sejenisnya. Saia sangat kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini.
Aku memang ga pernah memberi jawaban pasti tentang itu, selalu ada ajaa caraku untuk mengalihkan pembicaraan. Sampai akhirnya, seorang uwakku yang memang mempunyai pengaruh yang cukup besar juga di keluarga besarku, bertanya dengan lantang, “Siapa pacarnya Gek Rani sekarang?
Mmm~ aku memang ga menjawab pertanyaan itu, tapi entah apa (atau siapa?) yang mengarahkan uwakku itu kepada sosok Mr.A,
Uwakku (U) : “Siapa namanya?”
Mr.A (A) : “A……”
U : “Orang mana? Jawa? Bali?”
A : “Bali, Bu.. Tiang saking G…..” (menyebut nama sebuah kabupaten di Bali dan mulai menggunakan bahasa Bali. Artinya : Saia berasal dari G…)
U : “Uling dija Gus?” (Bahasa Bali ini adalah bahasa Bali yang tingkatannya standar, digunakan untuk percakapan sehari-hari, yang artinya : Dari mana.. sedangkan Gus adalah panggilan untuk laki-laki di Bali)
A : “Ohh, Tiang saking Desa P…”
U : “Anak apa nhe?” (maksudnya, Orang apa, yang dalam hal ini menanyakan mengenai asal usul keluarganya)
A : “Tiang Anak Agung saking P….., Bu!” (Saia, Anak Agung dari P…)
U : “Ohhhhh” (Sambil tersenyum lebarrrr)
Dan sejak saat itu…. Seluruh keluarga besarku mengetahui bahwa saia, Rani anaknya C.Bagus dan Padma, susdah punya pacar ANAK AGUNG dari P… . wow!!! Padahal aslinya, aku dan Mr.A bahkan tidak pernah menjalin hubungan khusus yang disebut “berpacaran”. Dan ketika aku menceritakan kabar itu kepada Mr.A, dia hanya berujar, “Yahhh, kan engga semua keluargamu tau tohh? Biarin aja dulu, nanti juga berlalu” demikian ungkapnya dalam nada ragu yang kentara sekali..dan sejak itu, sepertinya ada “sesuatu” antara kami. “Sesuatu” yang ga bisa diungkapkan dengan kata, yang ga mampu diterjemahkan dalam bahasa. Aneh, kaku, jauh, tidak biasa…
Entah apa yang terlintas di benakku saat tiba-tiba aku memikirkan tentang Mr.A..
Aku teringat di bulan Agustus 2003 saat penerimaan mahasiswa baru. Aku diterima di salah satu universitas negeri di kota Malang, dan itu terdengar sangat menyenangkan buatku. Sayangnya, saat bersamaan pula, ibuku mendadak masuk rumah sakit karena ternyata sakit perut yang selama ini beliau derita adalah sebuah tumor yang bersarang di rahimnya, dan dokter mengharuskan ibu untuk dioperasi. Waktunya benar-benar berbarengan dengan pendaftaran ulang mahasiswa baru, dan ospek. Jelasnya, aku ga mungkin berangkat untuk mendaftar ulang. My mom needs me more than everything..
Tapi, takdir memang menginginkan aku untuk tetap berangkat. Aku akhirnya berangkat setelah ibu dioperasi dan dinyatakan dalam kondisi stabil. Keberangkatanku hanyalah selisih satu hari dari jadwal daftar ulang terakhir. Ibu yang masih khawatir jika aku berangkat sendirian, akhirnya “menunjuk” Mr.A untuk menemaniku. Ibu “menyerahkanku” di tangan Mr.A selama masa daftar ulang maba dan ospek. Dan benar saja, Mr.A akhirnya ikut denganku berangkat ke Malang.
Aku masih bisa mengingat semua hal yang Mr.A lakukan untukku saat di Malang. Mulai dari membantu mencari tempat kost, membantuku menyiapkan perlengkapan ospek (membuat tas dari karung beras, membuatkan name tag, mengetikkan tugas resume, mencarikan semua perlengkapan yang diminta senior, dll), sampai dia yang harus mencucikan pakaianku karena keteledoranku menumpahkan susu coklat di atas rok putih yang seharusnya kupakai saat ospek!! Semua, semuanya dilakukannya dengan sabar, dengan baik… dan ga pernah mengeluh sedikitpun.
(bersambung….)
based on true story....part 2...
Posted: 24 January 2009 by ranii mahardika in Labels: curhat, uneg-unegCerita sebelumnya :
Aku bersahabat baik dengan Mr.A dan Mr.B dan kami saling memanggil “Soulmates” satu sama lainnya. Sampai pada suatu ketika, Mr.B menanyakan kemungkinan aku akan menikah dengan Mr.A…..
Awalnya Mr.A diem aja, sambil tetap berkonsentrasi pada hape-nya yang sedang dia pegang. Aku pun sama sekali tidak sedang menunggu jawabannya, karena memang aku tidak berpikiran aneh, tidak berharap sesuatu yang berbeda dari hubungan kami selama ini, dan mungkin aku tidak punya perasaan lain kepadanya. Tapi entah apa yang membuatku tiba-tiba bertanya, “Jawab nae…. Orang lagi ditanyain, kok diem aja?” jujur, aku sempat shock sendiri mendengar mulutku sendiri yang bertanya hal seperti itu.. kan kesannya jadi malah I need to know the answer. Waaaa~
Keterkejutanku dibalas, “Kalo nikah, ia udah.. nikah aja.. emangnya kenapa?”
Mr.B malah senyum-senyum aja denger jawaban itu. Sementara aku yang awalnya acuh, langsung melongo poglo denger jawabannya.. “Haaa..?”
Butuh waktu cukup lama bagiku untuk meresapi makna jawaban yang dilontarkan itu. Karena memang aku tidak cukup siap untuk diberikan pertanyaan seperti itu, dan aku tidak pernah berpikir sedikitpun mengenai kemungkinan itu. Setelah sedikit menguasai keadaan, aku tanya balik ke Mr.A, “Emangnya kamu mau nikah sama aku?”
“Kan selalu ada kemungkinan untuk itu, Ran.. Kalo ternyata kita emang harus nikah nanti, ia nikah aja..”
Walah walahh… dan setelahnya, entah mengapa aku malah melupakan pembicaraan malam itu, sampai….
September 2008,
Mr.A uda lulus kuliahnya, gelar S.S udah ditambahkan di belakang namanya per Agustus 2008. beliau ini semakin jarang beraktivitas di Denpasar, karena memang he had nothing to do, beside to interviewed for a job. Namun, berhubung bulan depannya, saia dan keluarga akan mengadakan sebuah perhelatan adat, Mr.A *Mr.B juga* masih lumayan sering mampir berkunjung untuk membantu persiapan-persiapan pelaksanaan acara itu.
Oktober 2008,
Perhelatan yang kubilang adalah sebuah upacara manusa yadnya, potong gigi, yang melibatkan aku dan adikku. Mr.A kumintai bantuannya sebagai fotografer dadakan untuk acaraku itu. Mr.B juga dunkk, dia juga banyak membantu sebagai asisten pribadiku di saat acara.
Namanya juga upacara.. pastinya dihadiri oleh keluarga besarku dunkk. Seluruh keluarga besarku hadir, sepupu, mindon, uwak, om, tante, kakek, nenek, keponakan, kakak, adik, keluarga jauh, keluarga dekat…. Semua deh ada disini.. dan, mengingat aku jarang ketemu mereka semua *aku kuliah di Jawa dan jarang pulang selama 5 tahun ini*, pertanyaan standar yang muncul dari sodara-sodara dan keluargaku adalah..
“Udah selese kuliahnya?”
“Udah punya pacar?”
“Udah kerja? Dimana? Kok ga di Bali aja kerja?”
“Mana pacarnya, dateng ga?”
“Ada rencana lanjut S2?”
“Jangan nae pacaran sama orang Jawa, cari semeton aja iia?”
“Kapan nganten? Kan udah potong gigi nhe?”
(bersambung…..)
entah apa yang membuatku seakan terpaku . . .
sejenak yang lalu , sebuah asa terlontar pesat dari angan liarku .
konsep hidup yang selama ini kurajut , kuuntai dengan peluh dan air mata , seperti hanya bayang-bayang kelam yang tidak berniat untuk diwujudkan . hidup ini mendadak seperti tersontak dari pekatnya dunia yang pernah kubayangkan .
entahlahhh , banyak sekali yang terjadi , yang membuatku berpikir dengan lebih keras dalam memaknai tiap hal yang bisa kulakukan . bernafas , berbicara , berpikir , makan , tidur , apapuun ,, semuanya . . . .
ini bukan semacam "kesadaran dari dunia kelam" seperti yang mungkin temen-temen pikir . ini juga bukan tentang "perolehan hidayah" seperti yang orang-orang istilahkan . ini bukan bentuk penyadaran diri akan realita .
namun , kali ini menghentak dan mampu mengubah pola pikirku dalam wwaktu yang sangat singkatt !! revolusioner sekali ! entah . . sekali lagi kubilang , ENTAHLAHH . .
entah apa yang membuatnya menjadi seperti ini . entahlah , hidupku sepertinya akan berubah mulai saat ini . . . . !!
ps . : maav , aku belum bisa bercerita tentang apa yang terjadi , atau apa yang akan berubah setelah ini , ,atau apapun tentang tulisan ini . tapi , gga lama lagi mungkin aku akan bercerita tentangnya . ini hanya masalah waktu . hhhehehehe
What made we think , “How can you say that with a straight face ?” when you asked , “When will we meet again ?” Anytime you talk too much , I know you don't get it . For a moment , I see your bluff and I cry . Do my tears work on you ?
I keep saying , “I want to be loved .” In my own special way , but you still don't get the hint . I have this nagging feeling that I'll never see you again .
I wish I could tell you , but I can't find the words . Maybe I'd rather listen you lie . .
I cant even say , “Don't leave me .”
When you let go of my hand , will you forget about me ??
(Naruto)
Kadang , pilihan bisa jadi tidak masuk akal . .
Tetap saja , keputusan harus dibuat .
Se - irasional apapun , se - sulit apapun , se - tidak berkenan apapun , se - "ga masuk akal'' sekalipun !
Jadilah dewasa untuk sekedar memilih . .
Karena memilih , bukan perkara mudah .
pembenaran untuk rumah !
Posted: 02 November 2008 by ranii mahardika in Labels: bali, cinta, homesick, kangen, uneg-unegSejak minggu lalu , tepatnya , sejak aku menginjakkan kaki di kota Malang untuk kesekian kalinya . . . , sejak itulah aku mulai menjadi mellow . . .
Seolah-olah sentimentil “bertandang” ke hati dan pikirku .
Huh !!!
Inilah yang aku benci jika aku pulang . pulang , dimana segala rasa (selalu) tertinggal disana , bersama orang tua – saudara – sahabat – temen – dan (tentunya) cinta ,,
lagi-lagi cinta .
yyup , ga bisa kupungkiri . aku sangat mencintaiku hidup , orang-orang , lingkungan dan segalanya tentang Bali dan seluruh isinya . aku benci mengakui ini , tapi kusadari bahwa kini aku benar-benar menjadi lemah . lemah akan ketakutan meninggalkan “rumah” itu .
mereka , telah berhasil meracuni kembali hatiku dengan kenyamanan Bali , dengan kemudahan Bali , dengan kekeluargaan Bali , dengan cinta (terhadap) Bali .
aku kini limbung dalam hembusan angin di pantai Sanur ,,
aku rindu Denpasar , Gianyar , Kuta , Jimbaran , Bangli
(brengsek!!) aku merindukan semuanya !!!!!!
Lagi – lagi , selalu tentang pembelaan diri yang diwakili sang pembenaran (ini aku dapat dari mas Yogi) . aku ingin sekali pulang , karena Kalian para penjahat yang telah berhasil merampas hatiku , telah berhasil melaksanakan misi kalian !! itu pembelaan diriku .
Lalu apa pembenarannya ?????
Adakah pembenaran untuk kasus ini ?
Pembenarannya adalah : aku merasakan HOMEsick , aku rindu “rumah” itu . aku rindu mereka , para begundal itu (minjem istilahnya Tyo) , aku kangennnn . . . . .
cinta . . . .
apa iang bisa kau berikan kepadaku ??
rasa seperti apa iang sebaiknya aku rasa saat engkau mencengkramku dengan keji ??
aku tak lagi ingin mencinta , aku hanya ingin dicinta .
ternyata , aku mencintai cinta . . . iang ga bisa aku raih . ..
