Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

saia, peminta-minta, dan penjual kesed.

Posted: 25 January 2010 by ranii mahardika in Labels: , ,
8

tadi sehabis makan siang di sebuah warung langganan, saia melihat dua orang. di mata saia, mereka adalah orang asing. dua orang berbeda, dengan kondisi fisik yang juga berbeda. maaph kalo saia ga sempat foto kedua orang itu, saia sendiri ga kepikiran untuk menulis ini sekarang. hehehehe.. biar saia coba gambarkan saja.

orang yang pertama, seorang perempuan, umurnya sekitar 35-40 tahunan. kulitnya coklat karena terbakar matahari. pakaiannya layak, sama sekali ga terlihat ada lubang atau robekan. di kepalanya ada sebuah topi yang, meski kusam tapi masi layak pakai. di pundaknya ada kain batik panjang yang dililitkan di badannya. mungkin kain itu digunakan untuk menyeka keringatnya. fisiknya terlihat segar dan kuat, meski saat bertemu saia tadi terlihat sedikit letih. perempuan ini berjalan ke arah warung tempat saia makan. namun ia terhenti di depan pintu saja. sejak awal melihatnya, saia suda tau siapa perempuan ini. dia bukanlah pelanggan warung. dia adalah seorang peminta-minta. saia sebut dia, pengemis. orang yang kalo bisa disebut bekerja pekerjaannya menengadahkan tangannya kepada orang lain, berharap belas kasih demi sejumlah uang. tanpa melakukan sebuah balas jasa. tanpa melakukan pekerjaan tertentu. tanpa melakukan apa-apa. hanya menelungkupkan tangan, menyodorkannya kepada orang lain, dan sedikit berkata, “Nyuwun..” jelas mereka berharap diberi. jika ga diberi, mereka tinggal berlalu. namun kadang, mereka berlalu sambil ngedumel, ngomel-ngomel, marah, bahkan sering saia jumpai yang sampai mengumpat!

heran saia dengan orang-orang seperti ini. kenapa mereka ga memilih hal lain untuk dikerjakan? mereka punya tenaga. mereka masih bisa melakukan pekerjaan lain. anggota badan mereka lengkap *kecuali untuk beberapa kasus berbeda*, bahkan mereka masi sanggup berjalan jauh menembus hari untuk melakukan “pekerjaan” mereka itu.

berbeda dengan orang kedua yang juga saia temuii. saia melihatnya begitu keluar dari warung. seorang laki-laki, saia ga bisa menerka usianya. mungkin sekitar 30 tahunan. kulitnya coklat, cenderung hitam. hitam yang juga akibat terbakar terik matahari. jika si perempuan berbadan segar dan terlihat bergitu kuat, berbeda dengan lelaki yang saia temui kemudian. saia ga ingin bilang ini, tapi saia ga nemuin istilah yang pas untuk menggambarkan si lelaki. dia susah berjalan, kedua kakinya membentuk huruf X dan lebih panjang di sisi kiri. saia pikir orang itu perot. cacat. i have no idea what to describe this, aarrghhh…! orang ini berjalan ke arah saia sambil memikul banyak keset di kanan kiri. dia terhenti di sebelah warung tempat saia makan. lelah sekali. keringatnya bercucuran, dan saia ga melihat ada kain penyeka keringat. dia menggunakan tangannya saja. dan saia tergerak untuk membeli satu buah keset kain itu.

ketika saia tanyakan harganya kepada si penjual keset itu, saia baru tau jika dia juga menderita tuna wicara. dia berusaha mengatakan, “Empat ribu..” sambil mengacungkan keempat jari tangannya. saia agak kaget begitu tau harga ssebuah keset ini. saia memang ga perna tau harga peralatan rumah tangga. ga pernah mau tau, tepatnya! jadi awalnya saia pikir harga keset itu akan menyentuh belasan ribu rupiah. tapi begitu tau harganya “hanya” empat ribu, saia cuman bisa melongo sambil merogoh-rogoh saku celana.

empat ribu rupiah saja untuk satu keset. gimana kalo hari itu dia lagi apes? ga ada yang butuh keset, dan dagangannya ga laku. dan kalaupun laku beberapa, cukupkah untuk makannya sehari-hari? apakah dia hidup sendiri, atau adakah orang lain yang menjadi tanggungannya?

 

itu yang terus terngiang di pikiran saia. dengan kondisi yang serba kekurangan, penjual keset ini masi mengandalkan tenaganya untuk berjualan. saia ga tau darimana dia mulai berjualan, saia juga ga tau dia akan berjalan kemana saja. yang jelas, dia berusaha. demi empat ribu rupiah, yang mungkin ga semuanya jadi hak miliknya.

saia ga yakin apakah saia bisa melupakan hari ini. kejadian seperti ini memang bukan kejadian luar biasa, sampai harus saia tuliskan disini. saia juga ga akan mengumpat pada dunia yang ga adil ini. hari ini hanya sepenggal kisah yang ingin saia bagi. hari ini ada kisah antara saia – peminta-minta dan penjual keset. entah temen-temen mau berkaca pada tokoh yang mana : saia , peminta-minta , atau penjual keset ? :D

tempo tempo

Posted: 27 June 2009 by ranii mahardika in Labels: , , ,
3

minggu lalu, kapasitas otak sedang penuh-penuhnya.. ada sajaaa ide untuk nulis setiap saat. sampai harus menahan diri untuk ga langsung memposting draft tulisan di hari yang sama. beda lagi dengan minggu ini. ga tau deh, apa ngambek, males, blank, lagi bodoh, atau gimanaa.. otak ini rasanya kayak lagi ga ada isinya! jangankan untuk posting, ngerjain beberapa hal yang uda menjadi rutinitas seharihari aja kayaknya ga sanggup gitu.

sama seperti mood. barusan aja lagi seneng.. ga tau kenapa, ga lama berikutnya, ada joke yang biasanya sih malah bikin suasana jadi lebih seru.. tapi dengan mood yang  lagi tempo tempo gini, joke itu akhirnya malah "menyentil" sentimentalku. eh, ujung-ujungnya jadi ngambek (baca : marahmarah ga jelas). heran deh! maunya apa sihh?

hal yang sama berlaku juga ketika saia harus melakukan ritual pembersihan wajah. biasanya kan bersihin wajah tuhh pagi, trus setelah seharian beraktivitas, en terakhir malam hari sebelum tidur. saia ini sadar banget kalo wajah saia ini ga mulus. si ibu suda membawa saia ke seorang dokter kulit, untuk diberi serangkaian perawatan demi memuluskan si wajah. padahal untuk "pemula", rangkaian produk perawatan yang diberikan kepada saia hanya berupa facial wash, toner, krim pagi yang mengandung tabir surya, dan krim malam. cuman empat biji itu aja! tapi yang pasti saia pake hanya facial washnya, karena memang produknya sendiri uda nangkring di keranjang mandi saia. yang lainnya..?? jangan tanyakan deh. kalo inget en lagi baik sama si wajah, saia baru memakai keempat produk itu. kalo engga, wajah ga mulus titip salam deh buat si niat! hehehe

tapi, justru hal seperti inilah yang membuat hidup manusia (baca : saia!) jadi berwarna. tempo tempo.. saia sadar bahwa saia ini hanya manusia biasa, as a human being. dan karena saia hanya manusia biasa, saia ini bisa merasakan malas, bahagia, semangat, sedih, jatuh cinta!, rapuh, sakit hati, rajin, patah hati, senang, sendirian, dan sebagainya. dan semua perasaan itu bisa saja datang dan pergi sesuka mereka. tempo tempo. sak karepe dewe, kenehne pedidi, sesukanya. dan justru dari tempo tempo ini pulalah, manusia (baca : saia lagi) mendapat pengalaman dan pelajaran untuk menjadikan dirinya jadi manusia yang lebihh baik lagi di masa mendatang. sounds wise nih, but I do believe in process.. and this is one of my process to be wiser. tempo tempo berhasil, tempo tempo gagal juga. LOL. but, this's life. kehidupan mengajarkan kita cara hidup dengan berbagai cara. tempo tempo. hemm~

waktu

Posted: 15 June 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

apa yang tementemen pikir tentang waktu??

kadang waktu berjalann sangat lamban. namun di kala yang lainnya, waktu berlalu sangat cepat meninggalkan kita begitu saja. waktu jua yang membuat kita bertambah keriput dan buncit. karena waktu, matahari dan bulan bergantian menjadi penyuluh alami bumi. waktu juga bisa berbuat apaaaa saja terhadap kita. waktu membuat kita tertawa terbahak-bahak atau malah menangis darah ga terkira. kadang kita menyesali waktu, kadang malah melupakan.

waktu bahkan bukan sebuah benda. ga juga berwujud. dia hanya berupa hitungan maju.. atau mundur. hitungan yang bertambah atau berkurang dalam  interval yang pasti, dan ga akan pernah berhenti. meskipun banyak khayal manusia yang ingin menghentikan waktu, waktu tetap ga bergeming menjemput kita pada suatu keadaan. waktu akan tetap melaju, sementara terlalu banyak dari kita yang ga mengikuti pergerakan waktu.

kenapa saia menulis ini? yaahh, seperti yang uda saia tulis di atas. waktu bisa berbuat apaa saja terhadap kita. begitupun kepada saia. waktu pernah mengingatkan saia akan kehidupan masa depan yang mungkin terjadi. waktu selalu mebuat saia melongok tentang bakal hidup yang mungkin saia peroleh. namun waktu selalu punya syarat. bukan karena waktu ga tulus. waktu sebenarnya ga pernah peduli akan kita, tugasnya hanya mengantarkan kita. waktu menyampaikan pesan tentang masa depan melalui pengalaman. dan waktu ga bisa berbuat apaapa kala kita mulai lalai untuk sampai pada tujuan terakhir, dengan barang bawaan yang seharusnya kita bawa.

apa syarat dari sang waktu??

patutkan kita hanya terpaku pada detikdetik yang dia dendangkan tanpa suara itu? layakkah kita manusia hanya menuntut waktu untuk menanti kita? apa iia dua puluh empat jam sehari kurang? atau malah berlebihh ternyata..? mana mungkin kita meminta waktu kembali jika pada saat yang seharusnya, kita hanya berdiam diri?? bukankah seharusnya, mulai sekaranglahh kita harus bertindak? ga usa lebih cepat lebih baik.. karena semuanya seharusnya berada pada waktu yang paling tepat. daripada menyesal dan ingin waktu kembali, kenapa ga dari sekarang kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang seharusnya??

waktu ga akan pernah menunggu kita. waktu juga ga akan pernah kembali. waktu ga akan pernah cukup jika kita melakukan sesuatu yang sesuai dan seharusnya kita lakukan. jangan sampai waktu yang mengatur kita, buatlah waktu tunduk kepada kita.. sehingga ketika kita tiba di tempat tujuan terakhir, kita ga akan meninggalkan sesal. enjoy your time, friends.. but not to be wasted.

sabar ia sayang..

Posted: 31 May 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
0

ritual bangun tidur saia : cari henpon!
maksudnya sih mau lihat jam, that's normal kan, tiap bangun kita pengen tau jam berapa saat itu.. henpon ketemu, yang terlihat bukannya jam, yang ada malah, 1 New Text Message

jung! brownie tnyta ga mw jg maem maemanna ibu! kykna dy kangen ma jung! ga plng?

From: aDekqu Sent: 30 May 2009 09:55


diem..
hening.




mmm~


no response..


2 menit

5 menit


10 menit kemudian..


hah!! jam 10!!

sial! i overslept! padahal hari ini saia sudah merencanakan akan pergi ke suatu tempat! huh! tapi, akhirnya secepat kilat juga saia memutuskan untuk membatalkan rencana saia itu. sudah siang. tempat yang akan saia kunjungi pastilah sudah ramai, dan saia tidak akan mendapatkan tempat yang pewe.

akhirnya, saia memutuskan untuk mandi dan keramas. dan setelah merasa cukup segar diguyur air dingin khas kota Malang, saia membaca lagi sms masuk di henpon. walah, walah.. ternyata tadi itu saia tidak dengan benarbenar membaca sms masuk itu. saia hanya melihat jam yang ditampilkan di sms tersebut. dan setelah saia membacanya, saia cuman bisa menyimpulkan bibir dengan getir.

kasiann brownie.
baru malam sebelumnya saia tibatiba memikirkan teringat akan si anjing coklat itu. tibatiba saia berpikir tentang bagaimana makannya, bagaimana
kesehariannya, dan entah mengapa tibatiba pula saia membuka laptop dan melihatlihat folder foto si brownie. saia kangen brownie!
haduwww, ternyata memang iia tresno jalaran soko kulino itu benar adanya. saia membuktikannya hanya dalam waktu yang sangat singkat!

brownie....
sabar ia sayang. i'll be home soon. makan yang banyak dunk, nurut sama ibu sama dmas. biar nanti kalo kita ketemu lagi, kamu ga kuruskurus banget. sabar iia brownie. jangan nakal, jangan keluar-malem-pulang-pagi lagi! sabarr iia sayang.........

poin berhadiah

Posted: 13 May 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
2

kita tentu sudah ga asing dengan adanya program ini. poin berhadiah. jika kita berbelanja di toko tertentu, atau produkproduk dalam satu brand tertentu, dalam jumlah tertentu, kemudian kita mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan hadiah atau produk tertentu pula. ga cuma itu, membeli pulsa pun kini telah pula menghasilkan poinpoin yang bisa ditukarkan. program ini biasanya memiliki jangka waktu tertentu, dan biasanya juga, poinpoin yang tidak diitukarkan selama masa berlakunya, akan hangus dan tidak bisa ditukarkan lagi setelah lewat masa berlakunya.

dalam setiap fungsi kehidupan, program seperti ini telah sangat akrab sekali bagi kita. belanja di supermarket, menabung di bank, membeli pulsa, fitnes atau berbagai jenis keanggotaan lainnya, dan lainlain. dan tentunya ga sedikit juga yang tertarik mengikuti program ini, dengan harapan bisa mendapatkan hadiahhadiah tertentu. itungitung menggunakan produknya, dan beradu keberuntungan mendapatkan hadiah yang menarik, mungkin bisa dikatakan begitu.

ibu saia, adalah salah satu dari tidak sedikit orang yang sangat tertarik dengan programprogram macam begini. mulai dari poin hasil pembelian pulsa, paket perawatan wajah di sebuah pusat kecantikan, sampai berbelanja dengan kelipatan tertentu di supermarket sebuah pusat perbelanjaan di Denpasar. yang terakhir saia sebut, adalah program yang paling ibu gemari. jelas saja, karena kami sekeluarga hampir setiap minggu berbelanja disana. tidak seperti keluarga lain yang pada umumnya berbelanja keperluan rumah tangga setiap bulan, ibu saia lebih suka berbelanja setiap minggu. kata ibu sih, supaya beliau bisa lebih sering berjalanjalan.

well, apapun alasannya, hari ini saia mendapat pengalaman terkait dengan program poin berhadiah itu. dan pengalaman ini tentunya ada karena "keterikatan" ibu saia dengan program poin berhadiah ini di supermarket yang sekarang sedang terkena kasus penggelapan pajak ini.

jadi, hari ini si ibu minta diantarkan berbelanja mingguan. saat berangkat, ibu uda berancangancang akan menghabiskan sejumlah sekian rupiah untuk menggenapkan jumlah poin yang telah dimilikinya. sejak minggu lalu, ibu sudah menentukan, "hadiah" mana yang ingin beliau tukarkan dengan poinpoin hasil berbelanjanya selama periode kali ini. kebetulan, akhir bulan ini adalah masamasa terakhir untuk penukaran poin di perode berjalan. dan akhirnya, setelah berputarputar berkeliling dan berbelanja keperluan untuk minggu ini.. si ibu langsung menarik troli yang penuh barang belanjaan, menuju ke counter penukaran hadiah. dan, setelah melihatlihat lagi barangbarang hadiahnya, si ibu
histeris.. karena ternyata poinnya masih kurang sebanyak empat poin, untuk sebuah barang yang diincarnya!

akhirnya, ibu menyuruh meminta saia untuk berbelanja apaa sajaa sejumlah dua puluh ribu rupiah untuk mendapatkan empat poin yang tersisa.
apaa saja.. yang akhirnya saia belikan sebatang besar coklat kesukaan saia .

trus, apa inti dari tulisan ini?

saia pribadi sih ga punya kepentingan apapun terhadap programprogram sejenis ini. hanya saja, saia jadi tersadar bahwa sekarang ini terdapat banyak sekali cara untuk memasarkan suatu produk atau jasa. jika dulu, *bahkan sampai sekarang pun masih berlaku* sering kita mendengar promo, Beli Satu Gratis Satu, Buy One Get One, maka yang sekarang saia tulis ini adalah sebuah bentuk pengembangan sistem pemasaran yang itu. saia jadi semakin tertantang untuk melakukan inovasiinovasi yang lebih kreatif dalam bidang kehidupan yang sedang saia geluti. dan mungkin, saia jadi harus lebih jeli melihat peluang. yapp! benar sekali, pengembangan dari strategi ini adalah sebuah pengamatan yang jeli dari sistem yang sudah ada. yayaya.. sebuah pembelajaran yang cukup berharga di masamasa seperti ini.

murah, ga seLamat deh.

Posted: 10 May 2009 by ranii mahardika in Labels:
6

(harga) murah kok minta selamat!


saia teringat jargon yang populer di kalangan beberapa temen di waktu yang lalu. jargon itu muncul ketika terjadi suatu kekesalan terhadap kualitas suatu barang yang kurang baik. makanan yang kurang enak, barang yang mudah dan atau cepat rusak, atau mengenai alat transportasi yang ugal-ugalan atau berdesak-desakan atau tidak nyaman. dan ketika ditelusuri, diketahui penyebabnya adalah karena harga(nya) yang murah. entah itu harga kendaraannya yang murah, harga barangnya yang murah, sehingga kualitasnya jadi kurang baik juga.

memang siih, ga ada teori khusus yang menyatakan adanya korelasi yang berbanding lurus antara harga dengan kualitas. ga selamanya harga yang mahal menjamin kualitas (barang atau jasa) tinggi, atau sebaliknya, harga murah berarti (barang atau jasanya) jelek. tapi dalam kenyataan sehari-hari, kerapkali hal tersebut pula menjadi acuan seseorang dalam membeli atau menggunakan sebuah layanan. cukup sering juga saia mendengar orang berkata "Pantas aja awet, kan harganya mahal!" atau "IIa nih, mau beli (produk) yang itu saja, meskipun agak mahal (dari produk yang lain) tapi kualitasnya terjamin!". ga jarang juga saia mendengar percakapan orang-orang yang lebih memilih menggunakan kereta api kelas eksekutif daripada yang kelas ekonomi, yang dilatarbelakangi oleh alasan keamanan. dan memang sih, kita lebih sering mendengar berita kecelakaan yang menimpa angkutan umum kelas ekonomi daripada kelas-kelas lainnya yang biayanya lebih mahal.

well, saia sendiri ga ingin membahas itu lebih lanjut, itu semua kan kembali ke masing-masing individunya. ada yang prefer menggunakan barang-barang mahal untuk mendapatkan kualitas yang sebanding, atau ada pula yang memilihga untuk menggunakan barang-barang yang *biasabiasa* aja, namun yakin akan kualitasnya.. itu semua, sekali lagi kembali ke diri masing-masing orang.

adapun alasan saia menulis tentang ini adalah karena kekesalan saia terhadap sebuah produk modem internet yang koneksinya sangat lelet! jadi, beberapa waktu yang lalu saia sudah bercerita bahwa saia membeli seperangkat modem internet beserta routernya, untuk kepentingan berinternet di rumah. dalam pembelian modem tersebut, ternyata di dalam paketnya juga terdapat paket koneksi gratis selama tiga bulan, yang masing-masing bulannya dijatah 1 Gb. sebenarnya saia tidak berencana menggunakan paket free tersebut. namun, karena pengajuan aplikasi saia di salah satu ISP sedang menunggu masa aktivasi, akhirnya paketan tersebut digunakan juga. mungkinn inilah alasan mengapa tiba-tiba saia menuliskan jargon di atas. yahh, namanya juga gratisan.. kok (saia) minta cepet iia!? hhaha~ sebel banget dehh. padahal sebenarnya koneksinya cepet kok, hanya saja, connectingnya yang susah. susah sekali menyambungkan koneksi internetnya. apalagi semalem. kebetulan kemaren itu, seharian saia hanya menggunakan henpon untuk berinternet. saia sedang malas menggunakan laptop. namun malamnya tiba-tiba ada seorang kawan yang mengajak melakukan conference di YM. tapi bisa dibayangkan dunkk kalo sedang conference hanya dengan henpon.. bisa pusing jadinya, melihat temen-temen saling berbalas pesan dengan cepat, sedangkan saia hanya menggunakan henpon. weleh weleh~ dan akhirnya saia memutuskan untuk
menggunakan laptop saja. tapi apa yang terjadi?? bahkan internetnya sama sekali ga mau konek!!

setengah jam saia berusaha mengkoneksikan internet ke laptop, tapi tetep aja ga bisa! sampai akhirnya saia menyerah, dan terpaksa online dengan henpon saja dan akhirnya dengan sukses hanya menjadi penggembira saja di ajang conference itu . capee deh.. mau nyaman kok susahh ia??! emang barang gratis itu seperti udang di balik batu! hhaha.. adaada aja ulah dari barang gratisan. murah kok minta selamat!

memasung malammalam liarmu itu

Posted: 01 May 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
0

malam beranjak larut..

tapi dia malah semakin ingin pergi. semakin keras dia berontak, meronta, dan semakin besar hasratnya untuk menerobos keluar rumah. bahkan jendela pun rela dibobolnya, demi sekedar memuaskan hasrat bertemuu kawan-kawan malamnya.

sudah beberapa malamm terakhir, dia bahkan semakin intens melakukan itu. pulangnya bahkan tak lagi larut malam. malahh setiap hampir subuhpunn, dia mulai berani
mengetuk pintu rumahku! jika kutak terbangun oleh rintihannya, bahkan dia semakin keras mengetukk, sampaii tak hanya rumahku yang mendengar kegaduhannya. kadang aku sampai malu pada tetangga karena
ulahnya. sejak lama sudah dia begini. hanya saja, aku ga menyangka dia akan semakinn liar begini saat-saat ini. ga tau deh, apa yang bakal terjadi di kemudian hari kalo hal ini dibiarkan terus terjadi.. bisa-bisa dia malahh akan bertindak lebih macam-macam lagi!

yang pasti, aku berharap supaya jangan sampai dia mengetuk pintu rumah tetanggaku, jangan sampai dia lupa dimana seharusnya dia pulang.

jujur, meski kini dia berlaku kelewatan, aku takut terjadi apa-apa terhadapnya. karena aku tauu, banyak orang yang tidak suka padanya. banyak yang benci padanya, banyak yang ingin dia mati. ga bisa disalahkan juga sih, karena di masa mudanya, dia sangatt nakal. ga ada yang bisa mengatur dia. kecuali dia haruss mendekam dalam pasungan. iia~ dia harus "dipenjara" supaya dia tidak berlaku seenaknya. makanya, mungkin karena itu banyak juga orang yang tidak suka kepadanya.

tapi sesungguhnya dia baik. dia sangat pengertian, penurut dan tidak liar, seperti yang terjadi sekarang. buktinya, dia selalu menunggu
kepulanganku dengan sabar. dia selalu menemaniku, kapanpun dan bagaimanapun situasinya. dia tidak pernah mengeluh, bahkan ketika aku memakinya, menghardiknya, dan membencinya dengan sangat! dia ga pernah pergi untuk tak kembali lagi.

mungkin memang benar, bahwa aku harus lebih sigap menjaganya. mungkin juga aku yang harus lebih mengerti dia, mungkin seharusnya bukan pasungan yang dia dapatkan, namun pengertian dan lebih pengertian. tapii, apapun yang terjadii, aku akan lebih sabar menunggunya pulang. meskipun tiap malam-malamku ga pernah nyenyak saat dia harus keluar masuk rumah demi kawan-kawan malamnya.

duhh, aku harus lebih sabar, lebih pengertian, sekaligus lebih keras mengajari kamu, Brownie..

dan mungkin juga aku harus melapor kepada para pemilik anjing, teman-temanmu itu supaya mereka ga melepaskan anjing-anjing mereka tiap malam, dan kemudian mengajak kamu mainn~

yayaya, baiklah..

kalau bukan sayang.. lalu apa?

Posted: 30 April 2009 by ranii mahardika in Labels:
0

mungkin bukan cinta.. mungkin hanya sayang.. mungkin rasa butuh..


itu adalah salah satu thread yang saia posting di akun plurk. sebenarnya ga tau juga apa yang jadi alasan saia menulis begitu, walau sepertinya itu memang refleksi perasaan
alam bawah sadar saiaa.

aitss..

apaan sihh, refleksi

yayaya, saia sayang dia.
tapi hanya sekedar itu. sekedar sayang.

ga lebii.

kenapa butuh??
karena saia telah terbiasa bersamanyaa. sejak masa-masa kami berseragam putih-abu. bahkan ketika saia harus pergii, sehingga tak hanya jarak yang memisahkannn.. namun rasa itu tetap saling dijaga bahkan melalui jarak, waktu dan orang-orang yang ada di antara kami. komunikasi ga perna putus meski ada "orang lain" di antara kami.
jelas kami saling menyayangi. dan saiaa membutuhkan dia.

saia butuh dia saat ingin tau perkembangan ST12
saia butuh dia saat harus membeli gadget baruu
saia butuh dia saat saia selalu kangen rumahh
saia butuh dia ketika bingung mengenaii job yang saia terima

saia butuh dia saat senang, bahkan sedih sekalipun~
butuh di kalaa hidupku di atas, sekaligus saat akuu terjatuh di inti bumi sekalipun.

biuhh~

perasaan seperti apaa itu?

cukup sayang sajaa, ga usa pake cinta. cukup rasa ini.


b r o w n i e

Posted: 23 April 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
1

saia punya dua ekor anjing. Brownie, hanyalah seekor anjing kampung biasa yang bulunya berwarna coklat, dan karenanyalah diberi nama demikian.. yang satunya lagi, berbulu tidak panjang.. paling tidak, tidak sepanjang si Brownie. warnanya hitam dan putihh kusam.. bola matanya sehitam warna bulunya, dan diberi nama Bellie. yang satu anjing *cowok* dan satunya *cewek* selama dipelihara hampir setahun belakangan ini, kedua anjing itu cukup akur
dan ga pernah macem-macem.. alias ga pernah KAWIN hhehe

tingkah polah kedua anjing saia itu lucu-lucu bin aneh-aneh, apalagi si Brownie.. kesayangan adik saia ini ga rewel kalo soal makanan, kecuali soal nasinya. yepp! nasinya.. si Brownie ga peduli apapun lauk yang diberikan kepadanya, asalkan nasinya adalah nasi yang baru ditanak! pernah suatu ketika, si ibu memberinya daging ayam kesukaannya, tapi nasinya adalah nasii sisa sarapan yang ga habis termakan oleh si adikk saia.. dan memang sudah agak dingin karena dikeluarkan dari pemanasnya. apa yang terjadi?? si Brownie menolak mentah-mentah menu sarapan paginya kala itu!! piring makannya dibalik, dan bahkan ayam kesukaannya pun ga disentuh sekalipunn.. ckck, akhirnya si ibu *terpaksa* menanak nasi lagi, hanya untuk diberikan kepada si Brownie itu.

lain cerita, Brownie ini sangat suka ikut naik ke atas sepeda motor. apalagi, sepeda motor di rumah berjenis sepeda motor matic yang bagian depannya mirip-mirip vespa, yang bisa dinaiki.. apalagi untuk seekor anjing.
saking sukanya naik, setiap saia ingin keluar, dan terutamanya dengan mengendarai si matic ini, saia harus mengendap-endap dari si Brownie. saia harus memastikan dia ga ada di sekitar rumah, atau malah dia harus dimasukkan dulu ke dalam rumah. pokoknya, ga boleh ada Brownie kaloo mau keluar naik sepeeda motor.. kaloo ada, apa akibatnya?
wahh, si Brownie akan naik ke sepeda motor dan ga akan turunn dari *singgasana*nya itu. pernah suatu ketika, saat saia sedang senggang, saia membiarkan Brownie ikut di sepeeda motor. niat saia sihh, sekedar ingin tau apakah
si Brownie ini benar-benar berani jika saia ajak dia keluarr kawasan rumah. dan ternyata, sampai saia mengitari kawasan GOR Ngurah Rai, sampai melewati seputaran jalan Melati-Surapati-kawasan Alun2-Veteran, sampai kembali lagi ke rumah.., si Brownie masih tetap bertahann di atas sepeda motor. malah saia sendiri yang ketar-ketir kalau-kalau si kesayangan aadik saia ini akan lompat di tengah jalan, lalu saia ga bisa menangkapnya kembali, atau yang paling burukk, jika si Brownie tertabrak di tengah jalanan.. walahhh~ dasar Brownie!

tapi, apapun kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh Brownie, si anjing yang berwarna coklat ini benar-benar lucu. dia agak menurutlah kepada saia, selain tentunya sangat menurut kepada si adik. kapan-kapan saia upload fotonya ia, supaya sekali-kali si Brownie ini bisa nampang juga disini.. hehehe

ada apa sih dengan Hari SeLasa?

Posted: 22 April 2009 by ranii mahardika in Labels:
1

hari ini... sebenarnya menjadi hari yang biasa saja, seperti hari yang lainnya..
karena di awal kalimat ada kata sebenarnya.. itu berarti ada "sesuatu" yang tidak biasa yang terjadi hari ini. .. sebenarnya sih ga seheboh seperti kelihatannya. Saia hanya ingin membuatnya terkesan hebohh aja :)

well, hari ini aadalah hari Selasa. sebenarnya sihh buat saia, hari Selasa sama aja dengan hari-hari lainnya, ga beda.. tapi itu ga berlaku untuk ibu saia. buatnya hari Selasa adalah hari yang paling sial, hari yang sangat tidak disukainya. saia ga tau *kebiasaan* itu dimulai sejak kapan, tapi karena hari ini adalah hari Selasa, maka *kebiasaan* itu pun terulang kembali. hhehehe, jadii, sejak pagi si ibu udahh bersikap ga biasa. marah-marah tanpa sebab kepada ayahanda, trus mengomel sepanjang pagi, ga berhenti memasang wajah *kereng* sepanjang harii, sampai membiarkan rumah ga diberesinn. hmm~ jadi bingung deh harus bersikap bagaimana terhadap
Sang Nyonya Rumah ini. sampai akhirnyaa.....

siang harii, saat waktunya makan siang. saia menemui Nyonya dan mengajaknya makan siang bersama. saat itulahh, untuk yang kesekian kalinya si Nyonya ngomel-ngomel lagi. beliau ngomel dan menumpahkan segala macam "curhatnya" kepada saia selama satu jam, tanpa henti! biuhh! tanpa henti,
dan saia hanya bisa diam sambil pura-pura mendengarkan. ibu mulai bercerita tentang bagaimana beliau dulu dibesarkan, bagaimana beliau diajari untuk hidup saling bertoleransi, bagaimana pula ibu diajari untuk hidup dengan
tetap menjaga harga dirinya, tanpa harus melukai atau menyinggung orang lain. uuggh~ apa pula keterkaitannya dengan mood si Nyonya?? jadi sebenarnya sih, kalo menurutku pribadi sihh masalahnya sepelee banget. tapi, karena ini Hari Selasa, segalanya bisa menjadi masalah besar.

setiap hari Selasa, si Nyonya ga pernah mau keluar rumah, si Nyonya juga ga mau ketemu siapa-siapa, si Nyonya jadi seneng mendekamm di kamarnya aja, tidur..
bahkan si Nyonya juga ga mau mendengarkan radio, menonton tv dan segala macam acara infotainment kesukaannya, atau melakukan pekerjaan2 yang biasanya suka beliau lakukan. baginya, hari Selasa adalah hari Sial. kalo bisa sihh, hari Selasa tidak akan pernah ada dalam rangkaian tujuh hari dalam seminggu itu. dan memang sihh, selama ini si Nyonya memang ga pernah melakukan aktivitas-aktivitas tertentu di hari itu. beliau ga pernah bepergian, ga pernah membuat janji, ga pernah ngapa2in di hari Selasa. kalaupun ada yang harus dilakukannya di hari Selasa, si Nyonya bakal melimpahkan semua jadwalnya itu kepada orang lainn.. dan kalaupun hal itu sangatlah penting dan tidak bisa diwakilkan, ibu saia itupun sudah akan wanti-wanti untuk melakukan itu di pagi hari.. sangat pagi malahh, karena kalau sudah siang sedikit, si Nyonya ga akan mau melakukannya dan meminta jadwal itu untuk diatur ulang.

entah apa yang terjadi pada hari Selasa. tapi, untuk saia pribadii.. saiaa sih ga punya *hari sial* seperti yang ibu saia "miliki". mungkin ada temen2 yang punya semacam hari-hari khusus seperti ibu saia? aioo kita saling
berbagii disini, hhehehe

ps..
tulisan ini saia tulis pada hari Selasa malemm.. tapi karena saia terlalu asikk menonton TV, saia baru bisa memposting-nya hari Rabu dini hari ini :p

tentang rambut *cerita2 sambiL menunggu*

Posted: 18 April 2009 by ranii mahardika in Labels:
2

saia nuLis posting-an ini saat saia sedang menunggui ibu saia mengantri. jadi, saia menunggui ibu mengantri.. hehe, nganggur deh.

sambiL nganggur, saia mo cerita kaLo saia baru saja potong rambut. ga pendek sih, masih tetep panjang, waLaupun ga sepanjang modeL ikLan shampoo :p

saia ga akan memajang foto yg menampiLkan potongan rambut baru saia ini disini. saia Lebih memiLih akan meng-upLoad-nya di facebook nanti. bagi yg mungkin ingin tau, bisa dicek di profiL saia aja :)

mengenai rambut. duLu saia Lebih suka potongan rambut pendek sebahu. haL itu dikarenakan ketidakteLatenan saia mengurus rambut. jangankan creambath, keramas aja rasanya maLas sekaLi :p duLu saia menganggap keramas adaLah aktivitas yg meLeLahkan. dan waktu keramas adaLah waktu yg meLeLahkan, membosankan dan buang2 waktu. jadi, rambut saia duLu pendek.

tapi, sejak akhir 2007 itu berubah. entah apa yg membuat saia memanjangkan rambut. sebenarnya ini bukan pengaLaman pertama saia memanjangkan rambut, karena sepanjang SMP-SMA rambut saia juga agak panjang. dan pada masa2 ituLah saia merasakan ribetnya berambut agak panjang..

hmmm~
dan akhirnya, sampai kini.. saia sendiri maLah ga ingin berambut pendek. bahkan saia sekarang gemar merawat rambut :p sekarang saia keramas setiap dua hari sekaLi, Lengkap dengan conditionernya. bahkan seteLah keramas saia mengusapi rambut saia dengan serum sebuah produk perawatan rambut asaL Perancis..

sekarang ini saia mendapati bahwa memang rambut adaLah benar2 mahkota perempuan. yg sudah seLayaknya dirawat keindahannya. bukan cuman sebagai bentuk keindahan, tapi dengan merawat rambut juga mencerminkan bagaimana seseorang peduLi dengan dirinya sendiri :) *itu sih menurut saia* seLain itu, masih menurut saia, dengan berambut panjang, bukan berarti seorang perempuan itu tidak modern atau masa kini. perempuan berambut panjang serta terawat justru menunjukkan bahwa ia adaLah perempuan yg hebat! karena ia bisa meLakukan aktivitasnya secara seimbang. ia perhatikan dirinya sendiri dengan tidak meninggaLkan aktivitas sosiaL dan kewajibannya. bener kan pendapat saia? hehe

gimana dengan temen2? apa yg kaLian pikirkan tentang rambut kaLian? :p

ps :
sampai tuLisan ini jadi sepanjang ini, saia masih menunggui ibu saia yg sedang mengantri! ckck

nanana...haha :) *saia senang*

Posted: 12 April 2009 by ranii mahardika in Labels:
2

saia senangg!! hari ini, setelah diawali dengan peristiwa yang agak ga ngenakin hati, ternyata sepanjang hari ini merupakan hari yang sangattttt menyenangkan!! jadi begini, sejak kemarenan ayah saia mengajak kami sekeluarga pergii berkaraoke. namun, hal itu belum terwujud juga sampai akhirnya tadi siang saia iseng-iseng menagih janji ayahanda tercinta. ga disangka-sangka, ternyata si ayah menyetujui dan menyuruhh kami semua bersiap-siap..

akhirnya, kami pergi ke Discovery Shopping Mall Kuta, alias DSM atau yang llebih dikenal dengan sebutan Centro. disana kami jalan-jalan dulu sebelum akhirnya mampir di Inul Vista Bali yang letaknya di lantai 3. disana kami menghabiskan waktu selama 3 jam lebihh, dengan membawakan lagu-lagu dari berbagai era. ayahh penggemar berat Ebiet G. Ade, Brurey Marantika, dan kelompok musik bersaudara yang legendaris Koes Plus. ibunda penggemar diva Rossa serta sanagt masihh mengikutii perkembangan musik masa kini dengan menyanyikan lagu-lagu band-band masa kini seperti Hijau Daun, ST12, D'Massiv dan masih banyak lagi.. sedangkan saia en adik sihh, cukup punya wawasan lagu yang cukup luas, jadi kami sihh bisa-bisa saja mengikuti keinginan musik kedua orang tua kami, selain tentunya kami memilih sendiri lagu-lagu yang ingin kami nyanyikan :)

setelah puas bernyanyi dan menghabiskan banyak suara, selanjutnya kami pergi makan. awalnya sih ibu ingin kami makan di Dapur ALam, sebuah tempat makan di bilangan Kuta.. kalo ga salah sih begitu, hhehehe tapi, di sepanjang DSM sampai kawasan belanja Kuta Square benar-benar padat kendaraan! macet! dan akhirnya keputusan pun berubah lagii, sampai ayah menawarkan makan di Bumbu Desa, sebuah tempat makan di bilangan Renon.

waaah, senangnya hati saia hari ini. tumben banget saia bisa pergi bersama ibu, ayah dan adik.. lengkap satu keluarga. jarang-jarang bangettt hal ini terjadi, bahkan di hari-hari istimewa tertentu sekalipun, ini gak akan pernah terjadi.
makanya hal ini sangat membuat saia senang.. saia sih berharap, supaya kejadian seperti ini bakal terulang kembali di hari-hari mendatang. sering-sering malahh! hhaahaha

semogaaaa~

dan saiaaa senangggg~~ senang sekaliii~ nnanananananana~

intuisiku..

Posted: by ranii mahardika in Labels:
2

saia ga punya sixth sense! tapi saking kuatnya feeLing saia, saia hampir seLaLu bisa merasakan "sesuatu" akan terjadi atau tidak akan terjadi. terutamanya kepada saia, keLuarga dan orang2 terdekat saia.

saia sih sangat yakin, bahwa kebanyakan orang juga memiLiki perasaan seperti itu. kaLo kata orang sih namanya : instink atau intuisi lebih kerennya. hehe
tapi, ga semua orang percaya padanya. ga semuanya menggunakan si intuisi ini untuk "meLanjutkan hidupnya" atau sekedar menggunakannya sebagai "cermin diri"

apapun itu, aLasan saia menuLis postingan ini adaLah karena LAGI-LAGI saia mengingkari mbah instink saia sendiri. padahal sudah hampir sepanjang usia saia, si mbah instink ini ga pernah bohongin saia!

akibatnya, FATAL, sangat fataL. ckck. weLL, ini bukan sebuah peristiwa sensitif dan vitaL daLam hidup sih, hanya saja, bagi saia ini sangat bodoh. karena dengan begini, saia meLakukan kesaLahan yg sama Lagi. ga cukup sekaLi dua kaLi, bahkan SERING!!

huh! meskipun saia ga ingin jadi peramaL, mungkin saia memang harus Lebih percaya diri terhadap si mbah instink yg saia punyai ini. meskipun itu bukan haL besar, tetapLah yg keciL akan bisa menjadi besar biLa ga dimaintenain (baca : dipeLihara) dengan baek :)

so, how's doing w/ you? does it work? or you just ignore that?

cerita pencontrengan kemaren..

Posted: 10 April 2009 by ranii mahardika in Labels:
3

kemaren itu hari penyoblosann eh, penyontrengan yang dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia. termasuk saia, yang untuk pemilu kali ini ternyata masih bingung menentukan pilihan di detik-detik terakhir sebelum memasuki bilik suara. hhahahaha. itu disebabkan karena selama masa kampanye pemilu kemaren, saia masih berada di kota Malang. dan saia tidak terlalu mengikuti perkembangan caleg di kota Denpasar atau di pulau Bali secara komprehensif. untung saja, saat berangkat menuju TPS, ayah saia masih sempat mengulas beberapa orang kandidat caleg dan DPD yang "berkompeten" dan layak untuk diberi kesempatan menjadi wakil kami di bangku dewan. selain itu, untung saja mereka-mereka yang direkomendasikan ayah saia itu adalah orang-orang yang cukup saia kenal
sebelumnya. hehehe.

menyikapi masalah hari pemungutan suara kemaren.. di TPS tempat saia menyontreng, kemaren itu sangaattt rame sekali. ternyata warga banjar* saia cukup antusias menggunakan hak piilih mereka, meskipun banyak juga dari mereka yang masih kebingungan dengan tata cara dan prosedur mencontreng yang baru ini. apalagi tidak sedikit juga dari para pemilih yang sudah berusia lanjut. jadi, kebanyakan dari mereka harus dibantu saat melakukan pencontrengan di bilik suara. selain kebingungan tentang tata cara mencontreng ini, saia juga mendapati sedikit masalah dengan penentuan DPT yang berlaku di dapil saia. bukan saia sih yang bermasalah, tapi ibu saia sendiri. ibu saia mendapatkan
dua surat panggilan pemungutan suara dari KPPS, dengan dua nama yang berbeda. hhihihihi.

ceritanya sih, waktu menikah dulu, nama ibu saia berubah menjadi nama yang sekarang ini. itu karena ibu mendapat "pemberian" nama baru akibat telah masuk ke dalam keluarga ayah saia. nama baru ini kemudian dibuatkan KTP dan segala
jenis surat identitas serta setiap jenis korespondensi, akhirnya menggunakan nama ini.

saia sendiri ga jelas juga bagaimana urusan birokrasi dan administratifnya dahulu itu, sampai nama ibu saia berubah begitu. nahh, kira-kira dua tahun yang lalu, ibu saia berinisiatif membuat paspor untuk keperluan perjalanan keluar negeri. disinilah masalah dimulai, karena ternyata untuk membuat paspor digunakan akte
kelahiran atau ijazah terakhir, yang disana tercantum dengan jelas bahwa nama ibu saia tentunya masih menggunakan nama aslinya sebelum menikah.

untuk mempermudah proses pembuatan paspor tersebut, akhirnya ibu membuat KTP baru dengan nama aslinya, di banjar. entah bagaimana prosedur yang paling benar untuk urusan "penggantian" identitas atau perubahan-perubahan data
lainnya ini. karena yang pasti, mungkin seharusnya identitas yang lama dihapus saja atau seharusnya sudah tidak berlaku lagi, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak seharusnya, seperti kasus ibu saia ini.

cerita akhirnya, ibu saia ga jadi menggunakan kedua hak suaranya sama sekali! beliau mendadak "mogok" bersuara.. alasannya sih karena ketidakkonsistenan KPPS atau pihak-pihak yang terkait dengan pendataan jumlah
penduduk DPT, maksudnya sampai-sampai beliau sendiri mendapatkan dua surat suara..

well, terlepas dari masalah-masalah yang muncul dari pelaksanaan pemilu ini termasuk isu mengenai jumlah GOLPUT yang mencapai 50% dari total penduduk Indonesia, saia berharap kejadian-kejadian tersebut bisa diminimalisir pada
pilpres nanti.. karena pemilu ini adalah salah satu jalan menuju Indonesia baru, yang bisa membawa Indonesia pada masa depan yang lebih baik. amin..

ps.: banjar adalah lembaga kemasyarakatan di Bali yang dibentuk berdasarkan lokasi tempat tinggal.. kalo di daerah Jawa lebih dikenal dengan sebutan RT/RW

pernyataan terakhir

Posted: 03 April 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

Isi otak lagi blank nhe. Kosong aja ni pikiran. Ga ada satupun hal terlintas. Sepertinya ini menjadi indikator bahwa aku mulai ga waras deh, ckck

Jadi bingung mau nulis apaan, tapi sensor motorik tubuhku sedang aktif-aktifnya sekarang. Beberapa hari ini saia terjebak pada kondisi tubuh yang sedang tidak fit. Di saat yang bersamaan batuk, pilek, flu, radang tenggorokan, sinusitis sampaii demam menyerang ketahanan tubuhku. Ditambah lagi cuaca sedang sangat tidak bersahabat, sebentar panas, sebentar hujan. Tapi anginn berhembus sangat kencang membawa debu-debu intan kemana-mana. Biuhh! Padahal aktivitas sedang memaksaku untuk wara-wiri keliling kota Malang ini. Jadilah sekarang, teparr.. terkulai lemas tak berdaya di tempat tidur. Ga bisa kemana-mana.

Untungnya, besok mom en Kiki bakal meluncur kesini. Yupp, they will visit me here!! Yippi yiipii hura :) hhhahaha.. tidak hanya mengunjungi, mereka juga berniat untuk menjeput saia puLang. senangnyaaaa~ sungguh senang hati ini karenanya. Paling tidakk, selama kondisi badan yang tidak fit ini, saia bisa berada di rumah. Yupp, di rumah!

Hemmm~ ada hal lain yang ingin saia ceritakan. Sebenarnya sih mulanya inginn saia ceritakan pada postingan tersendiri. Namun sepertinya saia terlalu malas untuk melakukannya. Jadi biarlah, cerita ini saia masukkan kesini saja :p

Well, jadi kurang lebih seminggu yang lalu, saia bertemu dengan seorang kawan lama, kawan masa kuliah dulu, di media social networking facebook. mengapa saia sampai harus menulis hal sepele ini?? Sebenarnya sihh mungkin karena respon atau reaksi saia terhadap hal inilah yang membuatnya istimewa. Hhhahaha, jadi bingung memilihh kata yang tepat untuk mewakili perasaan saia saat itu. Saia senang, kangenn!! Apalagi suda lama sekali tidak bertemu dengannya. Tapi di sisi lainn, saia juga sedihh. kecewa. deg-deg’an, sepertinya saia tidak siap mengalami ini. Ini terlalu mendadak. Saia sudah lama sekali melupakannya.. jadi “pertemuan kembali” saia dengan dia ini berhasil membuat saia speechless.

Walau akhirnya, kami saling bertukar kabar dan bertukar email. oops, apa saia tadi menuliskannya?? Yupp, akhirnya kami berkomunikasi kembali pada media facebook ini, setelah sebelumnya kami juga “berteman” di media social networking lainnya.. (you know what lah!) namun tak sekalipun kami saling berinteraksi di media tersebut. Ckck, kemajuan yang sangat besar nampaknya. Dan disini, saia hanya ingin berharap semoga hubungan kami dapat berjalan dengan baik dan saling berkomunikasi dengan lancar. Dan apapun masalah yang terjadi di masa yang lalu, supaya semuanya bisa diperbaiki demi hubungan baik yang mungkin seharusnya terjadi.. aminn~

And, last story.. hhehehe
Jangan bosan jika lagi-lagi saia menceritakan facebook ia. Hhehehe, jadi, sekali lagi saia bertemu dengan seseorang melaluinya. Sebenarnya sih orang ini sudah lama menjadi teman saia di facebook, tapi beliau sama sekali tidak pernah mengaktifkan akunnya ini. Dan setelah sekian lama, baru kemaren saia iseng “mengunjungi” profilnya. Dan ternyataa~ ternyata dia ini telah mengaktifkan kembali akunnya. Ohh, kagetnya saia, sangat kaget malah. Entah mulai kapan dia mengaktifkannya. Tapi saia justru senang karena dia mengaktifkann akunnya ini, karena mungkin suatu hari nanti, media ini yang akan membuka jalan komunikasi saia dengannya. Nahh, yang membuat saia agak-agak miris adalah, saat saia membaca status di facebook-nya. Disana tertulis, “dia pergi”

Untuk hal ini, saia tidak inginmenjadi besar kepala atau GR. Saia juga tidak ingin berprasangka lain terhadap status tersebut. Perlahan saia pilih home dan tentunya saia kembali lagi di homepage facebook saia. Lama saia berpikir, jika hal ini adalah tentang saia.. maka yang bisa saia katakan padanya, meski secara tidak langsung, adalah saia minta maaf atas semua yang telah terjadi belakangan dan selama ini.. saia tiak bermaksud mengakhiri semua ini dengan cara seperti ini, namun saia yakini ini kepada engkau, bahwa ini bukanlah akhir. Ini adalah sebuah awal untuk perjalanan kita masing-masing. Maafkan semua kesalahan saia selama ini, dan terima kasih untuk semuanya. Kamu telah membuat saia menjadi lebih dewasa.

Dan jika status itu bukan untuk saia, anggap saaja pernyataan barusan memang dengan tulus ingin saia sampaikan kepada dia.

no us anymore

Posted: 22 March 2009 by ranii mahardika in Labels:
1

weLL, aku menuLis postingan ini karena aku tau, dan bahkan aku sangat yakin bahwa ada seseorang yang dengan rutin membaca setiap postingan yang aku buat. Meskipun seseorang itu ga tau jika sebenarnya aku mengetahuinya. Akupun tau, dia seLaLu memantau “perkembanganku” meLaLui bLog ini. Mungkin dikiranya dia akan “menjebakku” meLaLui tuLisanku sendiri di bLog ini. Hhahahaha, maksudku, mungkin dia berpikiran bahwa seLama ini aku berbohong darinya, dan apapun yang pernah aku katakan kepadanya akan menjadi bumerang, karena sepertinya tuLisan-tuLisan disini maLah “mengungkapkan kebaLikannya”.

Ga pake panjang Lebar Lagi deh, untuk seseorang itu. Aku cuman ingin biLang, apapun yang aku tuLis disini, dan apapun yang pernah aku biLang kepadamu,, semuanya adaLah kejujuran. Coba aja kamu ingat lagi bagaimana kronoLogis semua kejadian seLama setengah tahun beLakangan ini.. mungkin aku ga akan pernah mengatakannya langsung kepadamu, tapi, aku sangat yakin bahwa kamu sangat mengerti. Kamu, aku, kita sudah sangat dewasa untuk saLing memahami apa yang terjadi. Hanya saja, mungkin kamu atau aku, tidak punya kata-kata yang tepat untuk diungkapkan. Atau maLah, kita ga punya keberanian untuk itu?

Aku ga tau, yang jeLas..

Perubahan itu jeLasLah sudah. Jika kamu tidak punya keberanian untuk menghadapiku, jeLas bukan kamu yang bisa menjadi “the right man for me”. Dan sejujurnya, aku sudah Lama sekaLi ingin mengungkapkan ini, sangat Lamaaa..

It’s Over! I repeat and this is for sure, There’s No Us Anymore!!

part 3 of.. Based On True Story....

Posted: 26 January 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

Cerita sebelumnya :
Bulan Oktober, aku dan adikku akan melakukan upacara potong gigi, dan sebagai sahabat yang baik, Mr.A dan Mr.B memberikan banyak bantuan dalam persiapan acara dan pada saat hari-H. saat seluruh keluargaku hadir pada acara itu, rata-rata bertanya tentang rencana masa depanku setelah upacara ini…

“Udah selese kuliahnya?”
“Udah punya pacar?”
“Udah kerja? Dimana? Kok ga di Bali aja kerja?”
“Mana pacarnya, dateng ga?”
“Ada rencana lanjut S2?”
“Jangan nae pacaran sama orang Jawa, cari semeton aja iia?”
“Kapan nganten? Kan udah potong gigi nhe?”

Well, mungkin pertanyaan-pertanyaan seputar kuliah-kerja-S2 adalah pertanyaan yang sangat mudah sekali kujawab. Namun, berbeda rasanya bila pertanyaannya sudah mengarah ke pacar-pasangan-menikah-siapa dan sejenisnya. Saia sangat kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini.

Aku memang ga pernah memberi jawaban pasti tentang itu, selalu ada ajaa caraku untuk mengalihkan pembicaraan. Sampai akhirnya, seorang uwakku yang memang mempunyai pengaruh yang cukup besar juga di keluarga besarku, bertanya dengan lantang, “Siapa pacarnya Gek Rani sekarang?

Mmm~ aku memang ga menjawab pertanyaan itu, tapi entah apa (atau siapa?) yang mengarahkan uwakku itu kepada sosok Mr.A,
Uwakku (U) : “Siapa namanya?”
Mr.A (A) : “A……”
U : “Orang mana? Jawa? Bali?”
A : “Bali, Bu.. Tiang saking G…..” (menyebut nama sebuah kabupaten di Bali dan mulai menggunakan bahasa Bali. Artinya : Saia berasal dari G…)
U : “Uling dija Gus?” (Bahasa Bali ini adalah bahasa Bali yang tingkatannya standar, digunakan untuk percakapan sehari-hari, yang artinya : Dari mana.. sedangkan Gus adalah panggilan untuk laki-laki di Bali)
A : “Ohh, Tiang saking Desa P…”
U : “Anak apa nhe?” (maksudnya, Orang apa, yang dalam hal ini menanyakan mengenai asal usul keluarganya)
A : “Tiang Anak Agung saking P….., Bu!” (Saia, Anak Agung dari P…)
U : “Ohhhhh” (Sambil tersenyum lebarrrr)

Dan sejak saat itu…. Seluruh keluarga besarku mengetahui bahwa saia, Rani anaknya C.Bagus dan Padma, susdah punya pacar ANAK AGUNG dari P… . wow!!! Padahal aslinya, aku dan Mr.A bahkan tidak pernah menjalin hubungan khusus yang disebut “berpacaran”. Dan ketika aku menceritakan kabar itu kepada Mr.A, dia hanya berujar, “Yahhh, kan engga semua keluargamu tau tohh? Biarin aja dulu, nanti juga berlalu” demikian ungkapnya dalam nada ragu yang kentara sekali..dan sejak itu, sepertinya ada “sesuatu” antara kami. “Sesuatu” yang ga bisa diungkapkan dengan kata, yang ga mampu diterjemahkan dalam bahasa. Aneh, kaku, jauh, tidak biasa…

Entah apa yang terlintas di benakku saat tiba-tiba aku memikirkan tentang Mr.A..

Aku teringat di bulan Agustus 2003 saat penerimaan mahasiswa baru. Aku diterima di salah satu universitas negeri di kota Malang, dan itu terdengar sangat menyenangkan buatku. Sayangnya, saat bersamaan pula, ibuku mendadak masuk rumah sakit karena ternyata sakit perut yang selama ini beliau derita adalah sebuah tumor yang bersarang di rahimnya, dan dokter mengharuskan ibu untuk dioperasi. Waktunya benar-benar berbarengan dengan pendaftaran ulang mahasiswa baru, dan ospek. Jelasnya, aku ga mungkin berangkat untuk mendaftar ulang. My mom needs me more than everything..

Tapi, takdir memang menginginkan aku untuk tetap berangkat. Aku akhirnya berangkat setelah ibu dioperasi dan dinyatakan dalam kondisi stabil. Keberangkatanku hanyalah selisih satu hari dari jadwal daftar ulang terakhir. Ibu yang masih khawatir jika aku berangkat sendirian, akhirnya “menunjuk” Mr.A untuk menemaniku. Ibu “menyerahkanku” di tangan Mr.A selama masa daftar ulang maba dan ospek. Dan benar saja, Mr.A akhirnya ikut denganku berangkat ke Malang.

Aku masih bisa mengingat semua hal yang Mr.A lakukan untukku saat di Malang. Mulai dari membantu mencari tempat kost, membantuku menyiapkan perlengkapan ospek (membuat tas dari karung beras, membuatkan name tag, mengetikkan tugas resume, mencarikan semua perlengkapan yang diminta senior, dll), sampai dia yang harus mencucikan pakaianku karena keteledoranku menumpahkan susu coklat di atas rok putih yang seharusnya kupakai saat ospek!! Semua, semuanya dilakukannya dengan sabar, dengan baik… dan ga pernah mengeluh sedikitpun.





(bersambung….)

based on true story ...(part 1)

Posted: 23 January 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
1

Tiba-tiba ingin bercurhat ria nhee.. entah kenapa, rasanya ngempet banget pengen nulis ini.. tapi tulisan ini jangan terlalu diambil hati iia, jangan terlalu dianggap serius. Karena ini kan hanya sebuah pengungkapan hati yang sifatnya domestik, bukan universal.. hayaaaahhh, ngemeng epe eke barusan :p

Well, jadi begini,, saia mengenal seorang lelaki yang saia sebut Mr.A. saia mengenal beliau ini sudah hampir sembilan tahun. Dan itu bukan rentang waktu yang singkat untuk dua orang saling mengenal, mengerti dan memahami sifat dan karakter masing-masing. Itupun berlaku pada kami. Hubungan baik kami berdua, terutama dimulai pada tingkat akhir masa sekolah dulu. Dia cukup mengenal dan dekat dengan keluargaku. Saking dekatnya, dia seringkali menginap di rumahku. Bukan apa-apa, rumahnya berada jauh dari kota Denpasar yang merupakan daerah rumahku, dan juga pusat kegiatannya sehari-hari. Ibuku kerapkali merasa iba bila dia harus bolak-balik Denpasar – rumahnya, yang kurang lebih dihabiskan dalam waktu sejam.

Saia dan dia tidak hanya berdua. Ada seorang lagi, yang bahkan sudah saia kenal sejak tahun 1998-an. Sejak kami masih menginjak bangku es-em-pe kelas dua. Dan sebut saja dia dengan Mr.B, yang akhirnya aku, Mr.A dan Mr.B menjadi sahabat karib sampai sekarang. Samapi detik ini. Entah mendapat ke-intim-an darimana, tapi kami bertiga benar-benar bisa menjadi sebuah “keluarga kecil” yang harmonis, dan kami saling pula menyebut bahwa kami bertiga adalah “soulmates”.

Cerita utama tulisan ini baru akan dimulai… saat itu, sekitar tahun 2007. entah dimulai dari obrolan apa, sampai ujungnya kami saling bicara tentang “kemungkinan masa depan kamimasing-masing”. Tentunya sambil saling berharap bahwa bagaimanapun keadaan kami nanti, kami akan tetap saling menjadi “soulmates” bagi satu sama lainnya. Dan tiba-tiba, Mr.B bertanya kepadaku, “Ran, kalo misalnya nanti kamu nikahnya sama Mr.A, gimana?”

Waktu itu aku ga menganggapi pertanyaan itu dengan serius, aku hanya menaikkan pundakku sambil berujar ringan ke arah Mr.A yang jelas-jelas ada disana pula, “Gimana menurutmu, A?”




(bersambung….)