Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

tempo tempo

Posted: 27 June 2009 by ranii mahardika in Labels: , , ,
3

minggu lalu, kapasitas otak sedang penuh-penuhnya.. ada sajaaa ide untuk nulis setiap saat. sampai harus menahan diri untuk ga langsung memposting draft tulisan di hari yang sama. beda lagi dengan minggu ini. ga tau deh, apa ngambek, males, blank, lagi bodoh, atau gimanaa.. otak ini rasanya kayak lagi ga ada isinya! jangankan untuk posting, ngerjain beberapa hal yang uda menjadi rutinitas seharihari aja kayaknya ga sanggup gitu.

sama seperti mood. barusan aja lagi seneng.. ga tau kenapa, ga lama berikutnya, ada joke yang biasanya sih malah bikin suasana jadi lebih seru.. tapi dengan mood yang  lagi tempo tempo gini, joke itu akhirnya malah "menyentil" sentimentalku. eh, ujung-ujungnya jadi ngambek (baca : marahmarah ga jelas). heran deh! maunya apa sihh?

hal yang sama berlaku juga ketika saia harus melakukan ritual pembersihan wajah. biasanya kan bersihin wajah tuhh pagi, trus setelah seharian beraktivitas, en terakhir malam hari sebelum tidur. saia ini sadar banget kalo wajah saia ini ga mulus. si ibu suda membawa saia ke seorang dokter kulit, untuk diberi serangkaian perawatan demi memuluskan si wajah. padahal untuk "pemula", rangkaian produk perawatan yang diberikan kepada saia hanya berupa facial wash, toner, krim pagi yang mengandung tabir surya, dan krim malam. cuman empat biji itu aja! tapi yang pasti saia pake hanya facial washnya, karena memang produknya sendiri uda nangkring di keranjang mandi saia. yang lainnya..?? jangan tanyakan deh. kalo inget en lagi baik sama si wajah, saia baru memakai keempat produk itu. kalo engga, wajah ga mulus titip salam deh buat si niat! hehehe

tapi, justru hal seperti inilah yang membuat hidup manusia (baca : saia!) jadi berwarna. tempo tempo.. saia sadar bahwa saia ini hanya manusia biasa, as a human being. dan karena saia hanya manusia biasa, saia ini bisa merasakan malas, bahagia, semangat, sedih, jatuh cinta!, rapuh, sakit hati, rajin, patah hati, senang, sendirian, dan sebagainya. dan semua perasaan itu bisa saja datang dan pergi sesuka mereka. tempo tempo. sak karepe dewe, kenehne pedidi, sesukanya. dan justru dari tempo tempo ini pulalah, manusia (baca : saia lagi) mendapat pengalaman dan pelajaran untuk menjadikan dirinya jadi manusia yang lebihh baik lagi di masa mendatang. sounds wise nih, but I do believe in process.. and this is one of my process to be wiser. tempo tempo berhasil, tempo tempo gagal juga. LOL. but, this's life. kehidupan mengajarkan kita cara hidup dengan berbagai cara. tempo tempo. hemm~

nothing

Posted: 14 May 2009 by ranii mahardika in Labels:
3

bersyukurlah.. sebelum kamu mengumpat.

even I'm a fooL...

Posted: 08 March 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
1

If that’s what being wise means, then I don’t care if I’m a fool for the rest of my life.. (Naruto to Jiraiya)

Entah kenapa, saia sukkaaaa sekaLi mengutip kata-kata pada serial anime Naruto untuk saia post di blog saia ini..sebenarnya sihh ga cuman untuk di post, tapi juga sekedar untuk saia tuLis di agenda saia, supaya bisa saia baca sewaktu-waktu. seLain karena saia memang penggemar berat Naruto terutama si Gaara, saia juga suka mengumpuLkan kalimat-kalimat bijak untuk terkadang saia jadikan media mawas diri. Seperti kaLimat yang satu ini.

Naruto mengatakan ini kepada Jiraiya, si ero sannin ketika sang Jiraiya memintanya untuk berhenti mencari Sasuke.. tapi yang namanya Naruto sihh jeLas aja ga akan mudah untuk berubah pikiran, dia sangat keras kepaLa yang ini sama sepertiku dan yang bisa kutangkap dari kata-kata si Naruto ini adalah… tetapkanlah hatimu pada tujuanmu, yakin dan berusahalah sampai tujuanmu itu tercapai, ga peduLi apapun yang terjadi, ga peduLi apapun halangan dan rintangan yang ada di depan mata.

Begitupun dengan keyakinan Naruto bahwa dia akan bisa membawa kembali Sasuke pulang ke Konoha. Sampai-sampai dia tidak mengindahkan kata-kata Jiraiya yang menyebutnya tidak dewasa dan tidak bijaksana karena keinginannya tersebut. Tapi, sekali lagi kembali kepada keyakinan dan tekad kuat Naruto, dia ga peduli bahkan jika nyawanya sekalipun harus dipertaruhkan. Dan sisi positif yang bisa saia ambiL dari sini adalah, bahwa saia memang harus bisa yakin pada apapun yang sedang saia lakukan, dan saia harus bisa mencapai tujuan hidup yang telah saia tetapkan. Saia tidak bisa dengan mudahnya menyerah kepada setiap masalah dan halangan yang ada, karena jika saaia menyerah.., saia gga lebih dari pecundang!

kembaLi puLang

Posted: 04 March 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

Jiraiya said to Naruto in eps. 91..
They say,
“A place where someone still thinks of you, that a place you can call HOME


Kalo Naruto begitu yakin bahwa rumah tempat Sasuke harus kembali pulang adalah di Desa Konoha, yang bersangkutan malah berpikiran lain. Sasuke menolak ajakan Naruto dan Sakura untuk kembali ke desa Konoha, dan dia justru beranggapan bahwa dia tidak punya rumah lagi, setelah seluruh keluarganya habis dibunuh sang Kakak. Sehingga bagi Sasuke, rumahnya adalah saat dia berhasil membunuh Itachi, untuk membalas dendam dan sakit hatinya..

Sasuke oh.. Sasuke.. kasihannya dirimu. Sungguh dia tidak tau bahwa sang Kakak punya maksud lain di balik semua tindakannya..

Hemmm~

Begitupun dengan saia.
I was like Sasuke. I used to think if my home is not in my family’s home, in Denpasar. Begitu seringnya saia berpikir untuk menetap di Malang, atau di kota lainnya di Indonesia.. toh Indonesia sangatlah luas, bukan hanya sebuah pulau kecil yang bernama pulau BaLi. tidak lebih baik dari Sasuke, saia juga pernah tidak ingin kembali lagi ke Bali. saia merasa sangat nnyaman berada jauh dari keluarga. Saia tidak ingin kembali. Saia hiraukan rindu kedua orang tua, saia abaikan panggilan hangat satu-satunya adik saia, saia acuhkan ajakan teman-teman untuk kembali pulang.

Itu duLu…

Sampai akhirnya, pintu kesadaran ini diketuk oleh seseorang yang dengan nyata menunjukkan kemana saia harus pulang. Ditunjukkannya “rumah” saia, ditunjukkannya rumah saia.. dia jelaskan semuanya dengan sangat gamblang.

“This is wouLd aLways be your home, Ran..,” he told me clearly. “There would never another home to you, but this.. the only one,” begitu lagi katanya sambil menunjukkan sebuah isyarat tangan.

Dan sekarang, saia tau bahwa masa-masa itu adalah sebuah pembelajaran hidup yang ga bisa tergantikan. Dimanapun saia berada, kemanapun pikir membawa saia.. hati ini akan tetap kembali pulang. pulang ke rumah, yang memang benar, bahwa akan ada seseorang yang masih *dan selalu* memikirkanku….

…dan kutuntaskan pengembaraanku.. dan segera kulangkahkan perjalananku kembali pulang.. menuju rumah, dimana memang seharusnya aku berdiam. Disana… di hatimu..

mengerti dan ingin menjadi tuli

Posted: 25 February 2009 by ranii mahardika in Labels:
2

ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu ingin dengar..


aku terhenti sejenak pada serangkaian kalimat itu, saat kutemukan mereka di sebuah notepad di folder Quote di lebtobku..


mungkin waktu aku menyimpan kalimat tersebut, ga ada perasaan apa2 dalam hatiku tentang kebenarannya. well, you will never know what is called "hurt" unless whenever you fall yourself and get it. kira2, mungkin seperti itu rasanya, ketika aku membaca kembali kalimat itu.

sekarang, aku tau rasanya! saia mengerti "maksud" that quote. dan, benar juga.... ada sesuatu yg ingin kudengar dari seseorang. namun mungkin aku ga akan pernah mendengarnya darinya. huh! BAD



...tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang kau harapkan mengatakan itu dari hatinya.

God tries me...

Posted: 20 February 2009 by ranii mahardika in Labels:
2

a friend of mine texted me when I feel depression with a thing,


Tuhan tidak perlu mengajak kita sampai sejauh ini kalau bermaksud untuk tinggalkan kita. Mungkin Tuhan mempunyai rencana, suatu rencana yang bisa membuat kita berfikir bahwa kitalah yang meninggalkan-Nya


and I started to pray again (lol)

there are always something behind anything

Posted: 09 February 2009 by ranii mahardika in Labels:
2

there are always something behind anything



gga tau kenapa.. belakangan ini aku jadi suka sekali dengan deretan kata tersebut. Ada makna penting dari kalimat itu…. Seakan mengajakku untuk semakin bersabar dalam menjalani hidup ini. Membuatku mencoba menghadapi setiap kenyataan hidup, yang pahit sekalipun, dengan sebuah kata sakti : SABAR….. karena selalu ada sesuatu dibalik sebuah hal….

Memang “sesuatu” itu engga identik dengan hal-hal atau kejadian yang melulu baikk, menggembirakan, membahagiakan atau sejenisnyalahh. Bisa saja malah, kita mendapatkan sesuatu yang buruk, tidak sesuai yang diharapkan, atau hal yang tidak baik, dari hal-hal yang sudah kita itikadkan untuk menjadi sabar. Dengan kata lain, meskipun telah menjadi sabar terhadap sebuah hal, belum tentu kita akan mendapatkan hasil yang baik.

Akankah kita menyesal setelah berupaya untuk sabar??

Itu yang selalu aku pikirkan selama ini. Sepertinya tidak adil bagiku, jika selama ini aku sudah bersabar terhadap sesuatu, namun aku malah ga mendapatkan hal yang baik di ujungnya.. piciknya aku selama ini, dan itu yang membuatku “jatuh cinta” terhadap kalimat di atas. It’s may be too late for me to understand.. but, when I realised the meaning, now I become so free. Aku kini merasa bebas dari segala perasaan yang menganancam, perasaan ttakut, perasaan posesiff, ataupun perasaan-perasaan sejenis yang membuat hidupku seakan tertekan dan penuh masalah.

Ga munafik sihh, sesekali memang perasaan-perasaan negatif semacam itu masih suka merajalela di hatiku.. tapi, seperti yang aku bilang di awal, aku sedang suka sekali dengan kalimat (bijak) yang satu ini. Jadi, setiap kali aku merasakan perasaan yang tidak menyenangkan sedang singgah di otakku, aku mencoba segera mengingat kata-kata ini dan mencoba menetralkan hati. It work, my dear friends.. this doesn’t mean that you can feel free at the time. It needs a process too, time will take you to the meaning of these quote. And when it comes, you’ll be thanks to these words… hhaha, cheers

untittled

Posted: 13 December 2008 by ranii mahardika in Labels:
4

Bukan kebencian yg membunuhmu , tapi ketidakpedulian .

tentang Tuhan

Posted: 17 November 2008 by ranii mahardika in Labels: ,
0

Tuhan mendengar , tapi Dia menunggu . . . .

takdir

Posted: 07 November 2008 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

kamu tidak perlu menerima takdirmu , jika tak mau !

(Naruto to Shion)