Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

jenuh

Posted: 16 March 2010 by ranii mahardika in Labels: ,
1

sebenarnya saia sudah ga ingin posting disini lagi. tapii. ga tau kenapa, belakangan ini suasana hati saia sedang ga baik. adaa aja kejadian yang kurang baik yang bikin mood semakin berjungkir balik. ga di lingkungan kost, di lingkungan kerjaan, di lingkungan kampus, bahkan sampai saia merasa sedang tidak bergairah dengan hubungan percintaan ssaia.

mungkin saia jenuh dengan semuanya. jenuh dengan orang-orang yang penuh kemunafikan itu. jenuh dengan segala konspirasi itu. jenuh dengan si dia yang lama-lama membuat hidup saia jadi ga nyaman. jenuh dengan kondisi yang ga kunjung membaik.

bukannya saia ga berusaha berbuat sesuatu. hanya, seringkali semua yang saia lakukan cenderung saia lakukan untuk menghindar saja. saia justru bersikap defensif saat-saat sekarang ini. saia ingin pergi jauh dari semuaa hiruk pikuk dunia ini. saia sedang ingin sendiri. tapi semua orang, semua masalah, semua hal, malah menghampiri. saia ga bisa bilang “TIDAK”. posisi saia terjepit.

tapi sungguh, lebih baik saia disebut sombong sekarang. lebih baik saia disebut-sebut sebagai autis *no offense, please* lebih baik sekarang saia dikucilkan oleh dunia.

saia cuma ingin kalian semuaa pergi dari hidupku. sebentarrrr saja. i really need my quality time to my own self. i really need me my self to be alone. saia sedang ga ingin berkompetisi. saia sedang ga ingin bersosialisasi. saia sedang ga ingin bercinta. saia sedang ga ingin melakukan semua hal yang biasanya kalian pikir saia lakukan.

saia jenuh.

kenapa sih engga ada yang mengerti??

kisah tanpa ujung (sebenarnya bingung mau ngasih judul apa)

Posted: 08 December 2009 by ranii mahardika in Labels: , , ,
0

perna ga sih merasakan hal seperti ini.. merasa sudah sangat lama mengenal seseorang, padahal pertemuannya belum lama. atau merasa sangat dekat dengan seseorang walau hanya sesekali berbincang. dan ada lagi.. merasa sudah berkawan atau berpacaran cukup lama, padahal sebenarnya baru aja menjalin hubungan itu. aneh bin ajaib memang, seringkali kita merasakan nyaman justru terhadap orang yang baru saja kita temui. apa itu yang namanya seleksi alam? ataukah memang intuisi yang membawa kita kepada orang-orang yang tepat?

tapi, apapun itu.. saia sendiri mengalami kasus yang agak-agak mirip dengan narasi singkat di atas. heehehe. kasusnya agak berbeda karena saia sudah mengenal dia lebih dari sebelas tahun. tapi justru baru kurang dari setengah tahun, kami jadi pasangan kekasih. per 1 Juli 2009 akhirnya dia resmi menjadi pacar saia, setelah masa pendekatan yg kurang dari dua minggu. ini yg buat saia merasa aneh. selama sebelas tahun lebih, kami ga perna bertemu secara intens. komunikasi antara kami hanya selintas lalu. tapi, setelah akhirnya waktu beranjak pada belasan tahun kemudian. kala mungkin seleksi alam jua yang membuat kami bertemu dalam suasana yang berbeda. ternyata dalam waktu yang terlalu singkat, kami saling bisa menjadi pribadi yang tepat untuk yg lainnya. saia merasa sudah sangat lama hidup bersamanya. dan mungkin juga dia merasakan hal yg sama.

kita memang ga pernah tau jalan takdir kita. saia pernah berpacaran selama hampir lima tahun, dan akhirnya hubungan itu harus berakhir. saia tidak tau, akan berapa lama saia dan kekasih saia yg sekarang, bisa bersama. meski waktu bukan jadi ukuran, saia punya harapan bahwa Tuhan akan memberi segala sesuatunya pada saat yg Dia inginkan. semua akan indah pada waktunya.

PS,
sepertinya virus "ga nyambung" sedang menyerang saraf motorik saia, sampe-sampe tulisan ini jadi ga nyambung. hehe, maaf iah :)

PSS,
aku berterimakasih pada waktu yg panjang dan penuh liku yg akhirnya mempertemukan kamu denganku. dan jika bisa aku berharap, takdirku akan berada di sampingmu. hingga ujung waktu.

seperti tersangka

Posted: 06 December 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

hari ini adalah hari pertamaku berada di Malang (lagi!). entah mengapa. aku CINTA sekali dengan kota ini. dimanapun aku berada, aku selalu ingin pulang kembali ke kota ini :) tapi aku ga akan bercerita tentang itu.

aku bingung harus memulai cerita ini darimana. aku sendiri merasa jadi begitu sentimentil ketika harus menyebutkan betapa aku sangat tidak suka didikte. ough, did I finally mention it?? yepp, didikte. aku ga tau darimana aku mendapatkan isitilah ini, karena aku takut penggunaannya akan membuat beberapa pihak jadi seperti tersudutkan. tapi bagaimanapun, aku ga akan mengubah penggunaan kata “didikte” ini.

saat aku beranjak remaja dulu, aku mendapati bahwa diriku sebenarnya berada pada situasi yang membebaskanku melakukan segala sesuatu yang aku anggap dan aku pikir baik. dengan keadaan yang seperti itu, dengan sendirinya jugaa aku diarahkan menjadi orang yang bisa bertanggungjawab atas segala hal yang telah aku pilih. orang-orang sekitarku, saat itu, bertindak sebagai pengamat yang hanya mengamati segala gerak-gerikku. sesekali jika aku sedang ga waras, mereka hanya mengingatkan aku bahwa semua hal memiliki dampak dan konsekuensi. tetap, keputusan akhir selalu berada di tanganku. absolut.

sekarang aku bukan remaja lagi. i’m 24 years old. dan meski aku tetap tidak punya pengalaman sebanyak orang-orang yang berusia jauhh di atasku, aku sendiri sudah punya banyak pengalaman! aku sudah banyak belajar dari masa-masa tahunan yang lalu. bahkan aku tetap belajar dari kejadian kemaren hari. i’m growing up! tapi entah mengapa, justru di masa aku lebih bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, dengan rasa tanggung jawab yang lebih tebal, mengapa iah orang-orang di sekitarku justru berlaku terbalik dibanding masa kanak-kanan dan remajaku dulu?? aku yang kini malah menjadi seperti tersangka, persis seperti judul postingan ini. segala tindak-tandukku diawasi. pilihan-pilihann hidupku dibatasi oleh kepentingan-kepentingan yang tidak menyangkut perasaan dan harga diriku. aku harus menjadi ini, aku harus melakukan itu, aku tidak boleh bersama anu, keputusanku harus yang begini, dan lain-lain.

langkahku justru tertahan di kala aku sudah bisa terbang menggapai mimpi-mimpi yang seharusnya bisa kuraih sedikit lagi. mereka, orang-orang itu, sepertinya tidak pernah melihat bagaimana aku berjuang beberapa tahun ini. mereka juga tidak pernah ingin tau tujuan dan pilihan hidupku. yang mereka tau adalah, bahwa mereka sudah memberi aku jalan untuk menjadi seperti apa yang mereka mau! apa aku ini boneka? apa aku ini budak? apa aku ga punya lagi kebebasanku? didikte. yap, aku kini merasa didikte. seperti keyboard pada laptopku ini. ga akan bisa menuliskan perasaanku ini sendiri. harus didikte oleh sepuluh jemariku. tapi aku lebih iri kepada keyboard ini. karena hanya sepuluh jari yang mendiktenya. sedangkan aku… lebih. lebih banyak lagi. dan akan semakin banyak. politik!

salah ia?

Posted: 15 September 2009 by ranii mahardika in Labels: , , , , , ,
2

aku cuma mau tanya......

salah ia karena aku terlahir seperti ini?? aku perempuan, keluargaku bercukupan, hidupku katanya sempurna dengan bibit, bebet dan bobot yang nyaris sempurna di mata orang - orang! menurut mereka, keadaan ekonomi kami sekeluarga engga kekurangan, bahkan cukup untuk disebut mampu.

tapii.., lagi - lagi kesempurnaan yang banyak orang damba itu justru membuatku miris akan kenyataan.. bahwa orang - orang yang mendekati aku hanya melihat akan keadaan itu. bukan karena aku adalah aku. mungkin mereka ingin memanfaatkan semua yang ada padaku. atau, di lain pihak... aku juga letih akan kenyataan bahwa orang - orang yang mendekatiku perlahan mundur teratur karena merasa "kecil" di hadapanku. merasa mereka tiada artinya apabila denganku.

pertanyaanku sederhana..

salahkah aku??

engga tau

Posted: 20 July 2009 by ranii mahardika in Labels: , , ,
2

kemaren sore, saia berchatting ria dengan seorang mantan pacar kawan di YM. awalnyaa sihh hanyaa membicarakan kehidupan masingmasing kami. dia dengan kehidupannya, saiaa pun demikian. cuman ga tauu.. ujungujungnyaa malah kami saling bercurhat tentang masalahmasalah yang sedang kami hadapi. the point is, we're in the same problem. kami berada pada masalah yangg sama. berbenturan pada hal-hal yang kurang lebih sama. well, saia ga akann menyebutkan apa masalahnyaa disini. karena bukan itu inti tulisan ini.

di lain ceritaa.. beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat tibatiba mengirimkan sms yang bernada muram. yang intinyaa mengatakan bahwa selama inii ternyata diaa hanya butuh dua sahabatnya yang telah ada, diaa ga perlu mencari orang lainn lagi untuk dijadikan sahabat. katanya, hatinyaa telah disakiti oleh bekas calon sahabatnya yang baru itu. sahabat saia itu merindukan masamasa dimana hanya ada dia dan dua sahabatnyaa, yang ternyata ga bisa tergantikan oleh orang lainn. engga tau kenapaa, saia jadi miris. miris karena ego yang besar dari sahabat saia, dan juga miris karenaa.... ternyata saiaa juga merasakan hal yang sama.

saia jugaa ga tau, tulisan ini mau dibawa ke arah mana. saia ga bisa melanjutkan intii tulisan ini. tibatiba saja, pikiran saia berpikir mengenai banyaaakk sekalii hal. mungkin benar kata seseorangg, bahwa sesungguhnyaa saia ini RAPUH! selama inii, saia hanya berpurapura menjadi kuat. saiaa ga tegar sama sekali, saiaa lemah. tapii sungguh, saiaa ga tau. beberapa hari inii ada banyak kejadian yang membuat saia berpikir ulang tentang diri saiaa sendiri.

mungkin saia hanya perlu jujur. entahlah. mungkin saiaa hanya perlu menghadapii semua masalah yang menghadang. bukannya lari dan malah menganggap semua itu tidak ada. mungkin jugaa, yang saia perlukan adalah bersama kedua sahabat saia. bukannya berusahaa menjadikan diri saiaa, sendiri. mungkin saia harus berhenti berkataa, engga tau. hmmm, ga tauu lah....

status

Posted: 30 June 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

bukan tibatiba juga sihh saia menuliskan judul postingan ini begitu............ belakangan ini saia sedang dekat dengan seseorang. beberapa teman penghuni kost juga sudah tau. sahabatsahabat terdekat yang ada di maLang juga tau. my only -not-little-brother-anymore- juga uda saia konfirmasi. tinggal ibu, bapak, Wahyu en................ Agustraku yang belum kukabari. tapi saia juga ga berani bilang ke merekaa. hehe, maybe later :)

balik lagi ke judul. soal status. i've been single for many couple month, just single. after a longtime relationship i've built with my beloved one(d). i cant deny if my feeling is couldnt change. i love him, my past one. but for many reasons, and i hope he would understand, i've took the decision. then, we're both still become friend.. will you, my man? sekian lama punya pacar.. bertahuntahun. sekian lama pulaa punya seseorang untuk berbagi. sekian lamanya saia terbiasa dengan kehadiran someone special. sekian tahun yang manis dan jugaa pahit, bersama seseorang. i used to be with someone, as a lover.

ketika engga lagi bersama si mantan pacar.. saia membangun hari dalam sendiri. sendiri dalam arti, tanpa pacar! seseorang spesial. saia juga engga deket dengan orang lain secara intens. saia berusaha membiasakan diri menjadi lajang biasa. have fun with my life, make friend, meet new and old friend(s), going everywhere by my self. im alone, but never lonely. im single... and so happy! i enjoy with my new life. belum tahunan juga saia menikmatinyaa.. tapi suda cukup membuat saia menjadi terbiasa pula.

dan sekarang.. there's a man come to my life. not a new comer actually. we've first met over than 10 years ago. my junior highschool's mate. what can i say?? we've just met, and communicate very well. lagilagi saia belajar lagi untuk membiasakan diri atas kehadirann seseorang. mengusik zona nyaman yang baru ajaa berdiri mapan. inbox saia sekarang bertambah satu lagii pengirim pesan. regularly in a day. everyday. beberapa bulan terakhir saia ga pernah berkomunikasi secara intens dengan seseorang. intens dalam artian . . . . . *i cant fill the blank.. i cant found the right word for this*

mungkin sebentar lagi status saiaa bakal berubah. but, still need time. and he should do more thing for change it. ini sih bukan soal statusnyaa. we dont talk about a fake marital status.. siapa aja bisa seenaknya mengubahh status mereka, saia juga. but, that's is not the point. im single.. but im happy to have you in my life. well, i dunno what to say actually. all i need is throw all my stupid feeling about this. i need to tell you that i need time to say "yes" or any kind of it. i need some adjustment that there'll be someone beside me again!.

menanti sebuah jawaban

Posted: 11 June 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
5

sebenarnya saia sedang mencari file lama yang sudah saia back up di CD. sampai lagilagi saia menemukan beberapa file berformat .mp3 disebuah folder milik seseorang yang ikut ter-back up bersama dengan datadata saia.

sebelumnya saia jelaskan dulu, bahwa jenis penyuka musik ada dua. menurut saia sihh, hhehe. pertama, adalah penyuka musik sejati. mereka adalah orangorang yang menyukai sebuah musik atau kelompok musik, atau lagu karena murni aransemen, kualitas, musikalisasi suatu lagu yang memang bagus. maksud saia, ini memang karena suatu musik atau lagu tersebut, memang bagus dan teruji secara kualitas musikalitasnya! kelompok kedua, ia seperti saia ini. kelompok ini berisi orangorang yang menyukai musik atau lagu karena liriknya, atau musiknya sedang sesuai dengan mood. misalnya, saia sekarang sedang suka sekali dengan lagu Risalah Hati milik Dewa 19 yang telah diaransemen ulang dan dinyanyikan dengan apik oleh Tata Mahadewi. saia sedang suka lagu ini bukan karena lagunya bagus secara kualitas, namun lebih karena lirik lagu ini sangat sesuai dengan hati saia  huumm~

so, cerita ini dilanjutkan kembali, sampai pada saia menemukan beberapa mp3 di folder yang bukan punya saia itu. saia tau folder itu milik siapa. nama pemilik folder itu cukup jelas terpampang sebagi nama folder. dan meski orang ini bukan penyuka musik tipe kedua seperti saia, sifat seseorang tidaklah mutlak. seseorang yang berhati baik, bukan berarti sama sekali tidak punya niatan jahat. begitu juga sebaliknya.. begitu juga seseorang ini. sepertinya lagulagu yang dia masukkan ke folder ini merupakan lagulagu yang bukan tipenya sama sekali. dan saia langsung mengerti maksud hatinya kala itu. dan entah, entah kepada siapa lagulagu itu dimaksudkan.

CD itu saia backup tahun 2007, di dalam folder itu ada Wherever You'll Go versi akustiknya The Calling, Menunggumu Chrisye (alm) feat Peterpan, Katakan Kau Milikku milik Rio Febrian & Glenn Fredly, When You're Gone versi akustik yang dibawain sama Bryan Adams & Mel C, The Reasonnya Hoobastank, dan Menanti Sebuah Jawaban oleh Padi.

ga tau kenapa saia mendadak jadi sentimentil, cuman karena lagulagu itu. yang jelas, tahun 2007 saia masih di kota Malang untuk menuntut ilmu. dan jelasnya, si empunya folder, berada di Bali. kami terpisah secara jarak. dan mengapa judulnya Menanti Sebuah Jawaban? jawabnya sederhana.. karena di antara filefile mp3 yang ada, terselip satu file notepad. isinya hanya beberapa bait, baitbait dalam lagu yang menjadi judul postingan ini.

dan mungkin, tementemen ga ngerti dengan apa maksud saia. tapi gpp lah. terkadang sulit memang bagi saia untuk menyampaikan maksud saia secara langsung dan to the point. hanya satu yang pasti, saia sekarang makin menebaknebak perasaan dia terhadap saia.

secret LOVE :(

Posted: 02 June 2009 by ranii mahardika in Labels:
0

ini yg kedua kaLinya daLam hidupku. crush on someone, siLently.



tiba2 aja maLem tadi mimpiin the 1st man. it was a few years ago, but stiLL.. dreamed bout him is stiLL make me feeLing bLue. apa karena ada rasa sesaL yg muncuL tanpa diminta??



aku ga tau.



dan tiba2 aja, bayangan orang kedua muncuL! orang yg seLama ini kusuka, kusayang, kudamba, daLam diam. I never teLL someone eLse about my feeLing. this is my secret feeLing.



ga tau, rasa ini berawaL sejak kapan. yg kutau, semakin kemari.. semakin kurasa aku suka-sayang-cinta dia!



aku benci ketidakberdayaanku untuk mengungkapkannya. aku benci menjadi seseorang yg berpura2 `fLat` di hadapannya. tapi, tetep aja aku ga bisa bicara tentang `rasa` kepadanya.



siaL!



ini yg kedua. yg pertama aja masih beLum kering kukubur rapat2. apaLagi yg ini.. entah apa yg akan terjadi, tapi semua kupasrahkan kepada takdir aja..



:(

sial.

Posted: 21 May 2009 by ranii mahardika in Labels:
6

sebenarnya lagi ga tau mau nulis apaan. tapi lagi pengen nulis! jadi bingung.
abis berantem sama Nyonya Rumah!
sial.
masalah lapar, dibilang cuman!

sial.
FMK uda dimulai hari ini!
saia pengen kesana sekarang!

sial.
ini tFL*SH lemodh banget!
masa dunLud Way Back Into Lovenya Hugh Grant & Drew Barrymore yang cuman 4.8 MB aja, ini uda hampir 15 menit kaga kelarkelar!!

sial.
di rumah sendirian, lainnya pada senengseneng!

sial.
di luar panes banget! ga ada awan sama sekali. matahari lagi seneng rupanya.

sial sial sial!

what is best?

Posted: 19 May 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
2

I was reading this, and deeply thinking about what-best-thing-that-I-ever-had. even I still wondering and keep thinking it. I think I didn't find the answer, but I dunno if it is exist. is there anything, that should called best thing I ever had?

as I told you here, I have not-good-relationship with my family. this is not the the only reason why I think that have nothing to make my life good! Im not comfort even with my only life. so, yes, I envy them whom have a-good-family.

but, still. Im still searching the answer of what-is-the-best-I-ever-had. someone please?

ketika kuterbangun dari tidur

Posted: 09 May 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
1

pagi ini aku bangun agak siang. dan seluruh penghuni rumah, tentunya sudah punya aktivitasnya masing-masing. si adik mengabari bahwa dia akan pergi ke rumah salah satu saudara, untuk menghadiri upacara melaspas rumah barunya di bilangan Renon. huh. aku tertegun cukup lama. rumah baru, yepp rumah baru. dan ga tau kenapa, ada rasa iri yang terbersit di hatiku, dan rasanya itu sangat menyayat.

sempurna sekali keluarga mereka. harmonis, hidup berkecukupan, punya usaha keluarga yang bisa dikerjakan turun temurun, bahagia, mampu me-manage konflik keluarga dengan cukup apik. dan sekarang, satu rumah lagi di kompleks perumahan menengah ke atas! intinya, mereka sempurna.

apa yang salah dengan keluargaku? ayahku punya jabatan yang cukup baik di jajaran pemerintahan lingkungan tempat tinggal kami. kami hidup bercukupan, cukup untuk seringkali berkaraoke sekeluarga berjam-jam dan kemudian menghabiskan waktu makan malam di restoran terkenal. tapi, nyatanya.. kami bahkan ga bisa melakukan itu bersama. kalaupun bisa, rasanya bukan "bahagia". namun "terpaksa". dan jika memang kami mampu, rumah kami bahkan tidak sebaik orang-orang yang tinggal di lingkungan kami. masalah konflik, itu bukan rahasia umum jika memang ada konflik besar dalam kehidupan kedua orangtuaku, yang dampaknya menghujamku dan adikku. keluarga ku sama sekali tidak sempurna!

lalu kuingat lagi tayangan-tayangan televisi di stasiun-stasiun televisi swasta pada jaman sekarang. hatiku pun tak terperi melihat kehidupan *di bawah* sana. jangankan punya lebih dari satu rumah, untuk tempat tinggal mereka sehari-hari pun.. tak layak pula tempat itu disebut rumah. untuk makan? setelah bekerja kasar seharian penuhpun, makanan mereka ga lebih dari tahu tempe ikan pindang. meski masi layak, mereka sekeluarga makan dalam satu piring saja.

ada juga anak-anak jalanan lainnya, seperti yang pernah saia tonton di televisi juga. yang mereka dipekerjakan oleh sekumpulan orang yang mengambil keuntungan dari anak-anak itu. anak-anak jalanan itu dijadikan peminta-minta, jadi pemulung, bekerja sebagai penyapu jalanan, pengamen, penyemir sepatu, dan tidak sedikit dari mereka yang didandani menjadi sangat kumuh, dan ada juga yang sengaja dijadikan cacat.

kehidupan seperti apa sebenarnya yang aku hadapi? di sisi lain, aku sangat iri terhadap mereka-mereka yang bisa melakukan sesuatu yang seharusnyapun bisa aku lakukan. namun disisi lain, aku tau bahwa ada orang-orang lain yang bahkan masih berharap untuk bermimpi melakukan sesuatu!

ketika aku terbangun dari tidur, aku mendapati lagilagi pertengkaran kedua orangtuaku, di balik rencana si adik untuk memenuhi undangan selamatan rumah baru sodaraku. dan di saat itu pula, tayangan televisi beberapa waktu yang lalu itu terngiang-ngiang di otakku! ohh~ that's perfect to kill me!

tanpa judul

Posted: 02 May 2009 by ranii mahardika in Labels:
0

kadang-kadang aku bingung juga dengan setiap pertengkaran yang dibuat oleh malaikat dan iblis dalam diriku.. sempat berpikir untuk pergi aja. melanjutkan langkah menuju jalan yang lain.



tapi,
baru satu langkah, dan kakiku seakan kaku. jelas aku masi enggan beranjak. jelas aku sangat ingin dia mengubah pikirannya. bahkan iblis dan malaikat saling berebut mengalihkan niatku.


duhh, memang aku ini plin-plan. memang aku pecundang. memang aku bodoh.
seharusnya aku pergi saja, membuka pintu yang lain di ujung sana.

kecewa

Posted: by ranii mahardika in Labels:
0

aku kecewa...

entah sudah sejak kapan ini kurasakan.
dan entah sudah sejak kapan rasa ini kupendam saja sendiri.

bahkan, aku ga punya keberanian untuk sekedar berbagi kecewa ini.



sampai sekarang, sampai detik ini...

rasa itu masih nyata,
sungguh.....

huh!

Posted: 07 March 2009 by ranii mahardika in Labels:
1

weLL, mau sedikit curhat. kaLo boLeh..

tadi saia teLpon mom, biasaLah, bertukar kabar. seteLah ngobroL ngaLur ngiduL kemana-mana, tiba-tiba mom nanyain kabar seseorang. Seseorang yang memang sangat famiLiar bagi saia, dan keLuarga saia. Kaget Lho saia waktu beLiau menanyakan “si dia” ini. soaLnya, kayaknya sih udah cukup Lama juga mom ga membicarakannya.

Saia sihh menjawab pertanyaan-pertanyaan mom sambiL ketawa-ketawa aja. waLau daLam hati saia bingung dan masihh kaget dengan ke-tiba-tibaan ini. Duhh, saia takut kaLo mom bakaL nanyain masaLah “itu”. Jadi topik pembicaraan seringkaLi saia aLihkan begitu saja. Namun, mom ternyata beLum menyerah untuk mengorek-ngorek saia. Sampai akhirnya, “Emangnya kaLian engga pacaran?”

Duhh, jujur saia BENCI pertanyaan ini. Saia benci menjawab pertanyaan yang jujur ajaaa, suLit saia jawab. Ingin sekaLi saia jawab saja dengan Lugas dan sejujur-jujurnya, saia ga perna pacaran sama dia, Bu.. tapi, saia takut maLah akan menyakiti hatinya dan hati ini juga sebenarnya. saia tau, saia mengerti dan sangat paham bahwa orang tua saia, terutama mom, sangat menginginkan supaya saia bisa “jadi” dengan “si dia” ini. Sedangkan saia sendiri dengan “si dia” tentunya sama sekaLi ga ada hubungan apa-apa yang berkaitan dengan romansa-romansa percintaan. Namun, seperti yang pernah saia tuLis juga disini, bahkan hampir seLuruh keLuarga besar saia mengetahui “hubungan” kami. Dan hampir semuanya puLa berharap banyak akan keLangsungannya.

Duhh, kebingungan saia bertambahh besar di kaLa saia kini muLai tidak bisa mengontroL perasaan saia sendiri. Saia muLai bimbang, dan rasanya saia muLai engga rasionaL lagi. Saia jadi sering membayangkan seandainya itu benar-benar terwujud, dan saia kini sedang berharap akan terjadinya itu. sekaLi Lagi, saia berharap itu terwujud sodara-sodara!! Tapi rasanya akan suLit mewujudkannya. Karena saia bahkan engga berani mengatakannya kepada “si dia” tentang kenyataan perasaan saia sendiri. Huh! Rani bodoh.. sepertinya saia ga se-Lucky si Jason Mraz en CoLbie CaiLLat yang beruntung karena teLah jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Lagi-Lagi Huh!

menyebaLkan..!!

ps : ini saia tulis semalem, sebelumm saia ketiduran :)

last part of Based On True Story....

Posted: 09 February 2009 by ranii mahardika in Labels:
3

Cerita sebelumnya….

Seluruh keluargaku mengetahui “hubunganku dengan Mr.A” dan hampir sebagian besar dari mereka mengharapkan hubungan ini akan berlanjut… Di saat aku terdiam dan memikirkan semua itu, aku teringat banyak hal yang Mr.A lakukan untukku…

Tidak sedikit yang Mr.A lakukan untukku dan bersamaku.. aku ga bisa menghitung berapa banyak hari yang kami lalui bersama atau berapa banyak terima kasih yang telah aku ucapkan kepadanya. Terlalu banyak….. akupun baru menyadari, dialah orang pertama yang kutuju saat aku butuh seseorang di sisiku. Dialah orang yang pertama kali mengetahui bahwa aku sedang bahagia, dia orang yang akan selalu mengetahui isi hatiku, pertama kalinya.

Huh…!!!

Bahagianya masa-masa itu..

Kini, beberapa bulan saja setelah “peristiwa besar” itu.. banyak hal yang terjadi. Hubungan kami tidak pernah berubah, ga pernah menjadi lebih dekat… ataupun malah menjauhh. Hubungan kami masih seperti dahulu. Masih mengatasnamakan “sahabat” di atas segala kemungkinan yang bisa aja terjadi. Kami tetap saling men-support, kami tetap saling mendukung, saling menyayangi… namun, di saat yang sama, seluruh asa mengarah kepada kami, terutama aku. Asa akan masa depan yang bisa kurajut dengan seorang Mr.A.

***

Sahabat,,, adalah sebuah kata yang bisa kuucap dengan lantang ketika orang-orang mempertanyakan hubungan kami. Tapi, itu dulu…. Saat orang-orang kini bertanya, seketika lidahku kelu, otakku tiba-tiba kehabisan persediaan kata-kata. Jawaban yang biasanya yang kulontarkan itu tiba-tiba menghilang dari database otakku.

Entah apa yang membuatku merasa kehilangan jawaban itu… sepertinya dalam hatiku, jujur, aku sendiri bimbang akan perasaan hatiku sendiri. Kadang aku teringat akan sebuah pernyataan dari Mr.A di masa beberapa bulan yang lalu. Yang mengenai kemungkinann kami akan menikah (baca cerita sebelumnya…. Part 2). Oooo~ mengapa aku ingin semua katanya menjadi nyata?? Namun, aku sendiri ragu akan hal itu. Di kala pikiran-pikiran itu merajalela, tanpa kusadari aku semakin sering memikirkannya. Sampai-sampai aku tiba pada kesimpulan, “Mungkinkah aku jatuh cinta padanyaa?”

Detik ini, aku kehabisan kata-kata untuk dirangkaikan. Detik ini pula aku kehabisan cerita untuk dibagi.. bukan karena cerita ini akan berakhir. Engga, cerita ini malah baru akan dimulai, karena saat ini aku sendiri tengah meraba-raba tentang perasaanku, tentang hubungan kami, tentang bagaimana nanti hubungan antara kami.. tapi, untuk kali ini, aku benar-benar bingung untuk menyatakan bagaimana perasaanku sebenarnya. Ada yang bisa bantu??

(tamat)

lelahhh

Posted: 04 February 2009 by ranii mahardika in Labels:
4

barusan aku chat sama mas Yogii.. emang sih, uda lama aku ga chat dengan mas Yogi. tau ga, kalilmat pertamanya, saat ku menyapanya di YM tadi...,

"kamu ini kenapa ran.. berhari-hari kok isinya fb ky orang bingung saja"

eittts, masa ia sihhh? aku langsung ngecek FBku, dan mendapati statusku iang memang seperti orang bingung...


entahlahhh, ga tau kenapa, belakangan ini, tepatnya sihh sejak aku balik lagi ke Malang... aku jadi menjadi sedikit lebih pemurung, leboh ga bersemangat, lebih tidak antusias terhadapa apapunn yang terjadi. hidupku seperti tiba-tiba stagnan...

huh...

Tuhann, aku lelahh...
lelah akan segala yang terjadi,
apa yang ingin Engkau beritau padaku??

part 3 of.. Based On True Story....

Posted: 26 January 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

Cerita sebelumnya :
Bulan Oktober, aku dan adikku akan melakukan upacara potong gigi, dan sebagai sahabat yang baik, Mr.A dan Mr.B memberikan banyak bantuan dalam persiapan acara dan pada saat hari-H. saat seluruh keluargaku hadir pada acara itu, rata-rata bertanya tentang rencana masa depanku setelah upacara ini…

“Udah selese kuliahnya?”
“Udah punya pacar?”
“Udah kerja? Dimana? Kok ga di Bali aja kerja?”
“Mana pacarnya, dateng ga?”
“Ada rencana lanjut S2?”
“Jangan nae pacaran sama orang Jawa, cari semeton aja iia?”
“Kapan nganten? Kan udah potong gigi nhe?”

Well, mungkin pertanyaan-pertanyaan seputar kuliah-kerja-S2 adalah pertanyaan yang sangat mudah sekali kujawab. Namun, berbeda rasanya bila pertanyaannya sudah mengarah ke pacar-pasangan-menikah-siapa dan sejenisnya. Saia sangat kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini.

Aku memang ga pernah memberi jawaban pasti tentang itu, selalu ada ajaa caraku untuk mengalihkan pembicaraan. Sampai akhirnya, seorang uwakku yang memang mempunyai pengaruh yang cukup besar juga di keluarga besarku, bertanya dengan lantang, “Siapa pacarnya Gek Rani sekarang?

Mmm~ aku memang ga menjawab pertanyaan itu, tapi entah apa (atau siapa?) yang mengarahkan uwakku itu kepada sosok Mr.A,
Uwakku (U) : “Siapa namanya?”
Mr.A (A) : “A……”
U : “Orang mana? Jawa? Bali?”
A : “Bali, Bu.. Tiang saking G…..” (menyebut nama sebuah kabupaten di Bali dan mulai menggunakan bahasa Bali. Artinya : Saia berasal dari G…)
U : “Uling dija Gus?” (Bahasa Bali ini adalah bahasa Bali yang tingkatannya standar, digunakan untuk percakapan sehari-hari, yang artinya : Dari mana.. sedangkan Gus adalah panggilan untuk laki-laki di Bali)
A : “Ohh, Tiang saking Desa P…”
U : “Anak apa nhe?” (maksudnya, Orang apa, yang dalam hal ini menanyakan mengenai asal usul keluarganya)
A : “Tiang Anak Agung saking P….., Bu!” (Saia, Anak Agung dari P…)
U : “Ohhhhh” (Sambil tersenyum lebarrrr)

Dan sejak saat itu…. Seluruh keluarga besarku mengetahui bahwa saia, Rani anaknya C.Bagus dan Padma, susdah punya pacar ANAK AGUNG dari P… . wow!!! Padahal aslinya, aku dan Mr.A bahkan tidak pernah menjalin hubungan khusus yang disebut “berpacaran”. Dan ketika aku menceritakan kabar itu kepada Mr.A, dia hanya berujar, “Yahhh, kan engga semua keluargamu tau tohh? Biarin aja dulu, nanti juga berlalu” demikian ungkapnya dalam nada ragu yang kentara sekali..dan sejak itu, sepertinya ada “sesuatu” antara kami. “Sesuatu” yang ga bisa diungkapkan dengan kata, yang ga mampu diterjemahkan dalam bahasa. Aneh, kaku, jauh, tidak biasa…

Entah apa yang terlintas di benakku saat tiba-tiba aku memikirkan tentang Mr.A..

Aku teringat di bulan Agustus 2003 saat penerimaan mahasiswa baru. Aku diterima di salah satu universitas negeri di kota Malang, dan itu terdengar sangat menyenangkan buatku. Sayangnya, saat bersamaan pula, ibuku mendadak masuk rumah sakit karena ternyata sakit perut yang selama ini beliau derita adalah sebuah tumor yang bersarang di rahimnya, dan dokter mengharuskan ibu untuk dioperasi. Waktunya benar-benar berbarengan dengan pendaftaran ulang mahasiswa baru, dan ospek. Jelasnya, aku ga mungkin berangkat untuk mendaftar ulang. My mom needs me more than everything..

Tapi, takdir memang menginginkan aku untuk tetap berangkat. Aku akhirnya berangkat setelah ibu dioperasi dan dinyatakan dalam kondisi stabil. Keberangkatanku hanyalah selisih satu hari dari jadwal daftar ulang terakhir. Ibu yang masih khawatir jika aku berangkat sendirian, akhirnya “menunjuk” Mr.A untuk menemaniku. Ibu “menyerahkanku” di tangan Mr.A selama masa daftar ulang maba dan ospek. Dan benar saja, Mr.A akhirnya ikut denganku berangkat ke Malang.

Aku masih bisa mengingat semua hal yang Mr.A lakukan untukku saat di Malang. Mulai dari membantu mencari tempat kost, membantuku menyiapkan perlengkapan ospek (membuat tas dari karung beras, membuatkan name tag, mengetikkan tugas resume, mencarikan semua perlengkapan yang diminta senior, dll), sampai dia yang harus mencucikan pakaianku karena keteledoranku menumpahkan susu coklat di atas rok putih yang seharusnya kupakai saat ospek!! Semua, semuanya dilakukannya dengan sabar, dengan baik… dan ga pernah mengeluh sedikitpun.





(bersambung….)

fogging, Panjul, bete (APA HUBUNGANNYA???)

Posted: by ranii mahardika in Labels: ,
1

Hari Minggu, seperti biasa.. ada acara penyemprotan demam berdarah yang rutin dilakukan setiap paginya. Hal yang sebenarnya mengurangi nikmatnya makna hari libur, karena yang seharusnya kita bisa membangkong a.k.a bermalasa-malasan dan bangun siang bolong, ehh.. malah harus bangun pagi-pagi, mengungsi ke mana aja *pokoknya ga di rumah dan sekitarnya*, karena rutinitas fogging yang uda berlangsung sejak aku lulus es em a itu..

Seperti biasa, setelah berkutat dengan fogging, hari Minggu adalah hari Kartun yang sulit diganggu gugat dengan aktivitas lainnya. Hari Kartun ini sihh sudah berlaku sejak jaman kecil duluu, jadi iia, udah jadi habbit, sama seperti kebiasaan tidur, kebiasaan makan, kebiasaan mandi dan sebagainya. jadi ia, sulit juga mengganti ataupun mengubah kebiasaan yang udah mendarah daging ini,, hhhehe. Apalagi aku ga sendiri, ada adik iang nmewarisi sifat ini dariku, hhehehehe

Yang engga biasa, adalah kedatangan seorang kawan lama.. seseorang dari masa es em pe dulu. Waktu sekolah dulu, ga ada orang-orang yang ga kenal dia. Mulai dari guru, temen2 seangkatan, kakak kelas, sampai satpam, ibu dan bapak kantin, semuanya tau orang ini. Bukan karena “orang ini” cakep, atau pinter, atau rajin, atau apalahh hal-hal yang bersifat baik. Malah kebalikannya, dia ini sangattttttttttttt nakal, ga pinter, tidak rajin sama sekali pula, bengal, dan yang paling mengenaskan, Tuhan bahkan tidak memberinya penampilan yang agak enak dipandang [!!!]

Sebut saja namanya Panjul, sebenarnya aku sendiri awalnya lupa nama aslinya siapa. Namun, dari obrolan singkatnya dengan ibu, akhirnya aku berhasil juga mengingat namanya.. dan itu sama sekali bukan merupakan sebuah kebanggaan, karena.. well, he has nothing to make me remember him.

Bukannya aku ga suka, bukannya aku benci dengan seorang Panjul ini. Hanya saja, di hari Minggu yang *inginku sihh* cerah ini, aku hanya ingin menikmati Kartunku. Eh eh, tiba-tiba jam sebelas kurang gitu dia nongol begitu aja di depan rumah. Dateng-dateng bukannya ngucapin salam, masa langsung bilang, “Masih pacaran sama C****?”. WHAT THE HELL YOU ARE!!! Padahal iiia, dari dulu, jaman es em pe itu udah aku bilangin sampe mulutku berbusa kalo aku sama sekali ga pernah pacaran sama orang yang dia maksud tadi! Huh!!

Next, kedatangannya yang tiba-tiba dan mendadak itu jelasnya membuat aku berpikir tentang maksud dan tujuannya. Tapi urung juga kutanyakan padanya, karena kulihat barang-barang yang ia bawa. Jadi, dandanannya tetep seperti dulu walau sekarang udah sedikit lebih rapih (SEDIKITT!), pakaiannya item-item lengkap dengan topinya yang juga item (jadi inget iklannya salah satu provider GSM yang diskonnya cuman yang item dehh). Dia sekarang item banget, dan saat dateng dia menenteng tas besar dan di tangannya ada serangkaian produk sebuah merk terkenal di Bali. Kusimpulkan bahwa mungkin (MUNGKIIN!!) dia mampir untuk menawarkan produknya, karena memang benar bahwa ternyata dia sekarang bekerja sebagai sales produk tersebut. Namun ternyata…

Well, dia memang banyak berubah tentang cara pandangnya terhadap hidup, tentang pekerjaan, tentang menyikapi permasalahan.. namun ga bisa kupungkiri tentang cara ngomongnya yang masih aja (sorry to tell you) MENYEBALKAN!! Dia punya lelucon-lelucon garing dan ga pantes untuk dilontarkan untuk sebuah pertemuan-setelah-lama-sekali-tidak-berjumpa.. bagian yang paling menyebalkan, dia lagi-lagi mengungkit tentang si C, yang dikiranya dan dianggapnya adalah pacarku. Selain itu, dengan PeDenya, dia menawarkan diri untuk menjadi pacarku.. hey, WHO DO YOU THINK YOU ARE??????? Sulit bagiku untuk menggambarkan cara dia bicara, yang sangat sangat sangat bikin aku sebal. Yapp, hanya tentang cara bicaranya yang membuatku kurang nyaman berdekatan dengannya. LEBAIII dan OVER-Confident.

Ohhh, Gosh.. aku bener-bener ga suka dengan lelaki yang Lebaiii, over PeDe, ngomongnya ga bisa diatur, GOMBALLL, dan semuanya ada di orang ini… aku bener-bener ga abis pikir, kenapa Minggu-ku yang seharusnya cerah, kok bisa-bisanya menjadi menyebalkan begini… padahal penyebabnya mungkin hanya karena kedatangan seorang teman lama, yang seharusnya malah menyebangkan.. tapi bagiku malah…. Huh!

based on true story....part 2...

Posted: 24 January 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
0

Cerita sebelumnya :
Aku bersahabat baik dengan Mr.A dan Mr.B dan kami saling memanggil “Soulmates” satu sama lainnya. Sampai pada suatu ketika, Mr.B menanyakan kemungkinan aku akan menikah dengan Mr.A…..

Awalnya Mr.A diem aja, sambil tetap berkonsentrasi pada hape-nya yang sedang dia pegang. Aku pun sama sekali tidak sedang menunggu jawabannya, karena memang aku tidak berpikiran aneh, tidak berharap sesuatu yang berbeda dari hubungan kami selama ini, dan mungkin aku tidak punya perasaan lain kepadanya. Tapi entah apa yang membuatku tiba-tiba bertanya, “Jawab nae…. Orang lagi ditanyain, kok diem aja?” jujur, aku sempat shock sendiri mendengar mulutku sendiri yang bertanya hal seperti itu.. kan kesannya jadi malah I need to know the answer. Waaaa~

Keterkejutanku dibalas, “Kalo nikah, ia udah.. nikah aja.. emangnya kenapa?”

Mr.B malah senyum-senyum aja denger jawaban itu. Sementara aku yang awalnya acuh, langsung melongo poglo denger jawabannya.. “Haaa..?”
Butuh waktu cukup lama bagiku untuk meresapi makna jawaban yang dilontarkan itu. Karena memang aku tidak cukup siap untuk diberikan pertanyaan seperti itu, dan aku tidak pernah berpikir sedikitpun mengenai kemungkinan itu. Setelah sedikit menguasai keadaan, aku tanya balik ke Mr.A, “Emangnya kamu mau nikah sama aku?”

“Kan selalu ada kemungkinan untuk itu, Ran.. Kalo ternyata kita emang harus nikah nanti, ia nikah aja..”

Walah walahh… dan setelahnya, entah mengapa aku malah melupakan pembicaraan malam itu, sampai….

September 2008,
Mr.A uda lulus kuliahnya, gelar S.S udah ditambahkan di belakang namanya per Agustus 2008. beliau ini semakin jarang beraktivitas di Denpasar, karena memang he had nothing to do, beside to interviewed for a job. Namun, berhubung bulan depannya, saia dan keluarga akan mengadakan sebuah perhelatan adat, Mr.A *Mr.B juga* masih lumayan sering mampir berkunjung untuk membantu persiapan-persiapan pelaksanaan acara itu.

Oktober 2008,
Perhelatan yang kubilang adalah sebuah upacara manusa yadnya, potong gigi, yang melibatkan aku dan adikku. Mr.A kumintai bantuannya sebagai fotografer dadakan untuk acaraku itu. Mr.B juga dunkk, dia juga banyak membantu sebagai asisten pribadiku di saat acara.

Namanya juga upacara.. pastinya dihadiri oleh keluarga besarku dunkk. Seluruh keluarga besarku hadir, sepupu, mindon, uwak, om, tante, kakek, nenek, keponakan, kakak, adik, keluarga jauh, keluarga dekat…. Semua deh ada disini.. dan, mengingat aku jarang ketemu mereka semua *aku kuliah di Jawa dan jarang pulang selama 5 tahun ini*, pertanyaan standar yang muncul dari sodara-sodara dan keluargaku adalah..

“Udah selese kuliahnya?”
“Udah punya pacar?”
“Udah kerja? Dimana? Kok ga di Bali aja kerja?”
“Mana pacarnya, dateng ga?”
“Ada rencana lanjut S2?”
“Jangan nae pacaran sama orang Jawa, cari semeton aja iia?”
“Kapan nganten? Kan udah potong gigi nhe?”






(bersambung…..)

based on true story ...(part 1)

Posted: 23 January 2009 by ranii mahardika in Labels: ,
1

Tiba-tiba ingin bercurhat ria nhee.. entah kenapa, rasanya ngempet banget pengen nulis ini.. tapi tulisan ini jangan terlalu diambil hati iia, jangan terlalu dianggap serius. Karena ini kan hanya sebuah pengungkapan hati yang sifatnya domestik, bukan universal.. hayaaaahhh, ngemeng epe eke barusan :p

Well, jadi begini,, saia mengenal seorang lelaki yang saia sebut Mr.A. saia mengenal beliau ini sudah hampir sembilan tahun. Dan itu bukan rentang waktu yang singkat untuk dua orang saling mengenal, mengerti dan memahami sifat dan karakter masing-masing. Itupun berlaku pada kami. Hubungan baik kami berdua, terutama dimulai pada tingkat akhir masa sekolah dulu. Dia cukup mengenal dan dekat dengan keluargaku. Saking dekatnya, dia seringkali menginap di rumahku. Bukan apa-apa, rumahnya berada jauh dari kota Denpasar yang merupakan daerah rumahku, dan juga pusat kegiatannya sehari-hari. Ibuku kerapkali merasa iba bila dia harus bolak-balik Denpasar – rumahnya, yang kurang lebih dihabiskan dalam waktu sejam.

Saia dan dia tidak hanya berdua. Ada seorang lagi, yang bahkan sudah saia kenal sejak tahun 1998-an. Sejak kami masih menginjak bangku es-em-pe kelas dua. Dan sebut saja dia dengan Mr.B, yang akhirnya aku, Mr.A dan Mr.B menjadi sahabat karib sampai sekarang. Samapi detik ini. Entah mendapat ke-intim-an darimana, tapi kami bertiga benar-benar bisa menjadi sebuah “keluarga kecil” yang harmonis, dan kami saling pula menyebut bahwa kami bertiga adalah “soulmates”.

Cerita utama tulisan ini baru akan dimulai… saat itu, sekitar tahun 2007. entah dimulai dari obrolan apa, sampai ujungnya kami saling bicara tentang “kemungkinan masa depan kamimasing-masing”. Tentunya sambil saling berharap bahwa bagaimanapun keadaan kami nanti, kami akan tetap saling menjadi “soulmates” bagi satu sama lainnya. Dan tiba-tiba, Mr.B bertanya kepadaku, “Ran, kalo misalnya nanti kamu nikahnya sama Mr.A, gimana?”

Waktu itu aku ga menganggapi pertanyaan itu dengan serius, aku hanya menaikkan pundakku sambil berujar ringan ke arah Mr.A yang jelas-jelas ada disana pula, “Gimana menurutmu, A?”




(bersambung….)