Showing posts with label harapan. Show all posts
Showing posts with label harapan. Show all posts

surat yang ga pernah terkirim

Posted: 16 January 2010 by ranii mahardika in Labels: , , , ,
0

dearest (my) Life,
banyak hal yang aku lewati, tanpamu. banyak peristiwa juga yang kualami tanpa kau menjadi saksinya. ga peduli betapa penting, atau malah ga berartinyaa hal-hal itu, aku tetap ingin melaluinya bersamamu. tapi aku sadar. aku ga boleh egois. tepatnya, aku ga bisa egois. aku harus berlaku adil kepadamu. atau, mungkin kamu yang seharusnya bersikap adil terhadapku? ga tau deh. apapun itu. bagaimanapun jalan yang mesti kita tempuh, tujuan kita mungkin saja sama. dan karenanya, jangan sampai kau melepasku, sebelum kita mencapai tujuan itu. genggam terus jemariku, peluk erat tubuhku, dan jagalah hati serta jiwaku, sampai di garis finish.
namun, jika di tengah jalan engkau tak sanggup lagi. akupun ga akan memaksa kamu untuk tetap melaju. kamu ga terikat padaku, meski hati kita sedang terpaut kini. kau selalu bisa melepaskan ikatanmu denganku,

kisah tanpa ujung (sebenarnya bingung mau ngasih judul apa)

Posted: 08 December 2009 by ranii mahardika in Labels: , , ,
0

perna ga sih merasakan hal seperti ini.. merasa sudah sangat lama mengenal seseorang, padahal pertemuannya belum lama. atau merasa sangat dekat dengan seseorang walau hanya sesekali berbincang. dan ada lagi.. merasa sudah berkawan atau berpacaran cukup lama, padahal sebenarnya baru aja menjalin hubungan itu. aneh bin ajaib memang, seringkali kita merasakan nyaman justru terhadap orang yang baru saja kita temui. apa itu yang namanya seleksi alam? ataukah memang intuisi yang membawa kita kepada orang-orang yang tepat?

tapi, apapun itu.. saia sendiri mengalami kasus yang agak-agak mirip dengan narasi singkat di atas. heehehe. kasusnya agak berbeda karena saia sudah mengenal dia lebih dari sebelas tahun. tapi justru baru kurang dari setengah tahun, kami jadi pasangan kekasih. per 1 Juli 2009 akhirnya dia resmi menjadi pacar saia, setelah masa pendekatan yg kurang dari dua minggu. ini yg buat saia merasa aneh. selama sebelas tahun lebih, kami ga perna bertemu secara intens. komunikasi antara kami hanya selintas lalu. tapi, setelah akhirnya waktu beranjak pada belasan tahun kemudian. kala mungkin seleksi alam jua yang membuat kami bertemu dalam suasana yang berbeda. ternyata dalam waktu yang terlalu singkat, kami saling bisa menjadi pribadi yang tepat untuk yg lainnya. saia merasa sudah sangat lama hidup bersamanya. dan mungkin juga dia merasakan hal yg sama.

kita memang ga pernah tau jalan takdir kita. saia pernah berpacaran selama hampir lima tahun, dan akhirnya hubungan itu harus berakhir. saia tidak tau, akan berapa lama saia dan kekasih saia yg sekarang, bisa bersama. meski waktu bukan jadi ukuran, saia punya harapan bahwa Tuhan akan memberi segala sesuatunya pada saat yg Dia inginkan. semua akan indah pada waktunya.

PS,
sepertinya virus "ga nyambung" sedang menyerang saraf motorik saia, sampe-sampe tulisan ini jadi ga nyambung. hehe, maaf iah :)

PSS,
aku berterimakasih pada waktu yg panjang dan penuh liku yg akhirnya mempertemukan kamu denganku. dan jika bisa aku berharap, takdirku akan berada di sampingmu. hingga ujung waktu.

menanti sebuah jawaban

Posted: 11 June 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
5

sebenarnya saia sedang mencari file lama yang sudah saia back up di CD. sampai lagilagi saia menemukan beberapa file berformat .mp3 disebuah folder milik seseorang yang ikut ter-back up bersama dengan datadata saia.

sebelumnya saia jelaskan dulu, bahwa jenis penyuka musik ada dua. menurut saia sihh, hhehe. pertama, adalah penyuka musik sejati. mereka adalah orangorang yang menyukai sebuah musik atau kelompok musik, atau lagu karena murni aransemen, kualitas, musikalisasi suatu lagu yang memang bagus. maksud saia, ini memang karena suatu musik atau lagu tersebut, memang bagus dan teruji secara kualitas musikalitasnya! kelompok kedua, ia seperti saia ini. kelompok ini berisi orangorang yang menyukai musik atau lagu karena liriknya, atau musiknya sedang sesuai dengan mood. misalnya, saia sekarang sedang suka sekali dengan lagu Risalah Hati milik Dewa 19 yang telah diaransemen ulang dan dinyanyikan dengan apik oleh Tata Mahadewi. saia sedang suka lagu ini bukan karena lagunya bagus secara kualitas, namun lebih karena lirik lagu ini sangat sesuai dengan hati saia  huumm~

so, cerita ini dilanjutkan kembali, sampai pada saia menemukan beberapa mp3 di folder yang bukan punya saia itu. saia tau folder itu milik siapa. nama pemilik folder itu cukup jelas terpampang sebagi nama folder. dan meski orang ini bukan penyuka musik tipe kedua seperti saia, sifat seseorang tidaklah mutlak. seseorang yang berhati baik, bukan berarti sama sekali tidak punya niatan jahat. begitu juga sebaliknya.. begitu juga seseorang ini. sepertinya lagulagu yang dia masukkan ke folder ini merupakan lagulagu yang bukan tipenya sama sekali. dan saia langsung mengerti maksud hatinya kala itu. dan entah, entah kepada siapa lagulagu itu dimaksudkan.

CD itu saia backup tahun 2007, di dalam folder itu ada Wherever You'll Go versi akustiknya The Calling, Menunggumu Chrisye (alm) feat Peterpan, Katakan Kau Milikku milik Rio Febrian & Glenn Fredly, When You're Gone versi akustik yang dibawain sama Bryan Adams & Mel C, The Reasonnya Hoobastank, dan Menanti Sebuah Jawaban oleh Padi.

ga tau kenapa saia mendadak jadi sentimentil, cuman karena lagulagu itu. yang jelas, tahun 2007 saia masih di kota Malang untuk menuntut ilmu. dan jelasnya, si empunya folder, berada di Bali. kami terpisah secara jarak. dan mengapa judulnya Menanti Sebuah Jawaban? jawabnya sederhana.. karena di antara filefile mp3 yang ada, terselip satu file notepad. isinya hanya beberapa bait, baitbait dalam lagu yang menjadi judul postingan ini.

dan mungkin, tementemen ga ngerti dengan apa maksud saia. tapi gpp lah. terkadang sulit memang bagi saia untuk menyampaikan maksud saia secara langsung dan to the point. hanya satu yang pasti, saia sekarang makin menebaknebak perasaan dia terhadap saia.

me , the next ten years

Posted: 30 September 2008 by ranii mahardika in Labels: , , ,
6

aku abis baca blog sepupuku, tentang "10 tahun ke depan" . isinya ya, tentang bagaimana (kira2) hidup kita dalam 10 tahun mendatang.

dia menulis dengan sederhana, bahwa 10 tahun dari sekarang umurnya sudah 32, dan dia sudah menikah dengan 2 atau 3 anak. punya pekerjaan dengan karir yang baik, atau punya usaha sendiri di rumah jika (mungkin) ga diijinkan buat kerja sama sang suami. intinya punya kehidupan bahagia, dan harmonis. just a simple life.

aku jadi ikutan berpikir bahwa mungkin, hidupku 10 tahun lagi ga seperti hidupku saat ini. dan itu jelas ga mungkin lah. aku pasti berubah saat itu. harus berubah. jelaslah perubahan itu (seharusnya) menjadi lebih baik. apa ya...??


kira2 aku sepuluh tahun lagi akan jadi apa?
kira2 sepuluh tahun lagi, hidupku seperti apa??
sepuluh tahun lagi, umurku jadi 33 tahun. tentu aja (seharusnya) akupun sudah menikah dengan seseorang yang aku cinta (dia juga cinta aku), dan (seharusnya) juga sudah punya 2 atu 3 anak.

trus, (sebaiknya) aku udah ga gawe lagi karena aku sudah berhasil punya Event Organiser sendiri. atau ga usah muluk2 lah, (seharusnya) aku bisa menghasilkan uang sendiri dari pekerjaan yang aku sukai. istilahnya, work by fun, work from fun, en work to fun.

trus, sepuluh tahun lagi, aku tinggal di Malang, punya rumah di pinggiran kota yang udaranya masih sejuk, yang letaknya strategis, yang harganya murah tapi nyaman. rumahnya ga terlalu besar, tapi punya 5 kamar (heh??!) satu kamar utama, dua kamar anak, satu kamar tamu en satu kamar lagi buat ekstra room. jadi, orang tuaku ato orang tua suamiku bisa sering2 di rumah.

selain tentang itu, sepuluh tahun ke depan, aku harus sudah bisa "berdamai" dengan seseorang yang kupanggil "ibu".
punya kehidupan yang "normal" dengan kedua orang tua dan satu2nya adikku. bisa menjadikan suamiku sebagai "anak ketiga" bagi orang tuaku.

ada lagi satu hal, sepuluh tahun ke depan, aku bisa ngerawat ibu dan bapakku, walaupun mereka ga akan tinggal denganku nantinya. kesehatan mereka (ibu&bapakku) bisa stabil, ga labil kaya sekarang, biar mereka bisa mengasuh cucu2nya.

pokoknya, kehidupanku akan sepeti itu.
bahagia, tenang, tentram, aman, nyaman, harmonis, layak, dan sebangsanya..............

itulah hidupku sepuluh tahun yang akan datang. ga sesederhana seperti apa yang sepupuku itu tulis, karena hidupnya beda denganku. masalahnya beda denganku. jalan
hidupnya juga beda denganku.
yang sama adalah,

pertanyaannya,
"kamu akan jadi apa sepuluh tahun lagi?"