Showing posts with label Hindu. Show all posts
Showing posts with label Hindu. Show all posts

pembelajaran sebagai seorang umat (Hindu).

Posted: 16 January 2010 by ranii mahardika in Labels: , , , , , ,
0

saia hanya seorang umat manusia yang sudah disandangkan sebuah iman (baca : agama) sejak lahir oleh kedua orang tua saia. bahkan jauh ketika ibu saia tau bahwa beliau mengandung, iman itu suda menjadi milik saia. begitu lahir, semua bayi pasti ga bisa memilih akan memeluk iman yang mana. seorang bayi merah hanya bisa bicara melalui tangisannya, yang oleh orang-orang di sekitarnya justru menghadirkan raut bahagia. dan karenanya, agama seorang bayi sudah ditentukan oleh keberadaan orang tuanya.
saia beragama Hindu. dan sejak kecil, ajaran Hindu dan budayanya begitu lekat dalam benak saia. saia diajarkan untuk melakukan Tri Kaya Parisudha.

GaLungan...

Posted: 19 March 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

kemaren itu umat Hindu merayakan Hari Raya GaLungan..
waktu masih SD duLu sihh, pas peLajaran Agama Hindu selalu diajarkan bahwa makna hari raya GaLungan adalah hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Dharma adalah segala hal perbuatan yang baik, sedangkan Adharma kebalikannya. (A = tidak, Dharma = kebaikan)

hari raya GaLungan ini sendiri jatuh pada Budha KLiwon DunguLan, pada penanggaLan kalender Bali. dan akan berlangsung setiap 210 hari. menurut Parisadha Hindu Dharma Indonesia, makna GaLungan yaitu Pawedalan Jagad atau Oton Bumi. untuk tau lebih lanjut mengenai Hari Raya GAlungan ini, temen-temen bisa cek disini.

nah, kemaren itu saia sendiri tidak melakukan kegiatan persembayangan sebagaimana layaknya dilakukan. itu sendiri karena saia sedang mendapat "halangan" tau sendiriLahh,, hhehehe tapi, hal tersebut tidak mengurangi makna GaLungan itu sendiri kok buat saia. jadii, ia enjoy ajah lah.

nah, daLam kesempatan ini, saia ingin mengucapkan SeLamat Hari Raya GaLungan Tahun Saka 1931 kepada seLuruh umat yang merayakan

Semoga damain di hati :)

tambahan untuk incest !

Posted: 16 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , ,
4

tambahan sedikit : jadi tadi di postingan sebelumnya uda kujelasin tentang kasus Kembar Buncing kan . .

nah , ada bagian yg terlupa .. padahal itu adalah bagian yg paling penting dan paling menjelaskan judul postingan terdahulu itu .

hehe .

yapp ! tentang INCEST ! apa coba keterkaitan INCEST dengan bayi Kembar Buncing ?

jadi , sesuai adat sesuai postingan sebelumnya , kedua bayi tersebut kemudian dipisahkan dari pasangannya , saling dijauhkan dan tidak boleh saling mengenal sampai mereka dewasa.

selanjutnya , uda bisa ditebak dunkk ?

saat dewasa , kedua pasang saudara yg baru saling dikenalkan itu , akhirnya dinikahkan .

itulah salah satu bentuk incest dalam adat Bali yg berawal dari kepercayaan bahwa mereka itu (sepasang Kembar Buncing tadi) telah berjodoh sejak dari rahim ibunya.


mmmm . .

benarkah adat ini ?

bukankah dalam dunia medis , incest sangat tidak dianjurkan ? hubungan sex antar saudara yg sedarah justru akan membuahkan keturunan yg tidak sehat .

well , tentang incest , akan segera kuusahahan mencari infonya ia ?

yg penting sekarang , bagaimana mengkritisi adat Kita demi mencapai keajegan Bali .

INCEST : adat istiadat kusam yg belum kesat oleh jaman .

Posted: by ranii mahardika in Labels: , , , ,
1

Ada yang tau artinya : INCEST ga ?


Jadi tadi itu , aku ke Gramed sama sepupuku , Kiki . Niatnya uda jelas , cari2 buku baru buat dibeli en dibaca. Setelah muter2 ga jelas , mataku terpaku pada sebuah buku yg cover -nya "kelam" yg ternyata ada tulisannya "INCEST" .
Yg bikin tertarik adalah subtitle -nya ''Kisah Kelam Kembar Buncing" !!

Uuups . . .

Aku langsung inget tentang sebuah adat di Bali yg berkenaan dengan kelahiran sepasang kembar buncing (kembar cowok - cewek ,red) . Jadi kelahiran kembar sepasang cowok - cewek dianggap sebagai aib bagi masyarakat Bali .

Di beberapa daerah bahkan kelahiran Buncing ini menyebabkan pengusiran atau pengasingan terhadap orang tua mereka . Selain itu , orang tuanya juga didenda dan kemudian diwajibkan melalukan prosesi penyucian diri dan desa .

Yupp , jadi selain membawa aib , kelahiran Kembar Buncing ini pula dianggap 'meletehkan' desa adat . Meletehkan bisa diartikan sebagai 'mengotori' , sehingga desa harus mengalami prosesi upacara adat .

So , back to the topic : INCEST . Jadi buku ini sebenarnya merupakan Novel fiktif , namun mengungkap sebuah alur kultur yg disusun dengan fakta atau realitas .

Kisahnya fiktif , tapi alur - adat - deskripsi peristiwa nya : fakta .

Ironi ini menjadi sensitif manakala novel ini terpaksa dihentikan publikasinya di harian Bali Post karena dianggap membawa berita aib pada masyarakat Bali . Jadi , keberanian penulis novel ini dalam mengungkap peristiwa INCEST , utamanya karena digunakannya setting desa adat masyarakat sana sebagai lokasi terjadinya INCEST pada novel , telah memicu dikeluarkannya penulis dari desa adat tempat kelahirannya .

Dikeluarkan ??

Yupp , sang penulis terpaksa menjalani hukuman adat : Dikeluarkan dari desa adat selama 5 tahun (sekarang sudah berjalan 2 tahun) , dan dilarang bersembayang di 3 pura utama desa . Sanksi adat yg cukup berat bagi sang penulis yg teramat mencintai desa kelahirannya itu .

Secara umum , adat istiadat masyarakat Bali memang masih sangat menarik untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan . Dan novel ini layak menjadi salah satu buku yg 'a must read' .

Oke !

potong gigi , part 2

Posted: 15 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

ini lanjutannya dari postingan kemaren . tau gga kenapa aku sampai membuatnya menjadi dua bagian ??? jadi sbenarnya , waktu nulis yang bagian pertama itu aku masih semangat2nya buat nulis pengalaman ku itu . nah begitu sampai di tengah jalan aku bosen nulis tentang itu . capek , mengingat segala persiapan sampai pas hari -H nya itu bener-bener menguras tenaga , otak , dan pikiranku :((

well , kalo mau tau prosesi slanjutnya setelah potong gigi , lanjut aja pantengin ini postingan . hhehehehe
'
nah , setelah potong gigi . . . .

acara selanjutnya adalah natab banten .
untuk acara ini , aku harus ganti kostum lagi !! jadi kalo di -total2 , ada sampai tiga kostum yang digunakan selama acara ini berlangsung. dan semuanya "berat-berat" .

back to da topic ,
acara natab banten kali ini ditujukan untuk bersyukur atas telah terlaksananya upacara potong gigi ini . jadi , dari bale gede tempat potong gigi tadi , aku dan adekku "dikembalikan" ke tempat mesekeb untuk berganti kostum dan berganti riasan . setelah semuanya berganti , aku dan adik yang bkal natab banten di merajan ini , bakal "dibawa" ke merajan dengan menggunakan tandu . yuppzz , jadi selain sebagai upacara agama , upacara ini juga disisipi dengan upacara adat .

nah , adat alias budaya keluargaku dalam hal ini adalah dengan ditandunya (baca : MEGAYOT ,red) aku dan adik menuju ke merajan itu . meskipun sebenarnya jarak antara merajan dengan tempat mesekeb , cuman beberapa langkah kaki saja , tetap aja tradisi ini harus dilanjutkan ... nah , apapun itu namanya , tetep aja tradisi harus diteruskan . iia kan ??

balik lagiii ,
sampai di merajan , aku dan kelurga lansung "natab banten" untuk melanjutkan prosesi selanjutnya . abis natab banten alias sembayang sebagai bentuk syukur yang tadi uda aku jelasin itu , berikutnya ada lagi sembayang yang dipimpin oleh seorang pedanda , yang (mungkin juga) diselesaikan dengan upacara mewinten . jadi upacara mewinten ini berarti bahwa aku dan adik telah memasuki kehidupan baru , utamanya setelah kami melalui prosesi upacara potong gigi ini .

prosesi selanjutnya , masih ada satu jenis "sembayangan" lagi . kudengar dari embicaraan mereka (pedanda , asistennya dan nenekku) bahwa nama prosesi ini adalah "mapakelem" . salah atau benarnya , nanti bakal aku usahakan cari kebenaran dari jenis prosesi ini iiia . . . . hhehehe
nah , tujuan prosesi ini adalah "untuk mengijinkan kami melanjutkan hari-hari mendatang setelah seluruh prosesi potong gigi ini ditutup" . iiah , seperti itulah artinya bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia . hhehehehehe lagi :)


nah , mungkin nanti bakal aku terbitkan beberapa foto pelengkap postingan ini , supaya temen2 bisa agak ngeh dengan "pertele-telean" cerita tadi itu . itu juga sebagai bentuk pelunasan utangku ke Uthiex en Neno yang pingin foto-foto itu segera di-launching . . .

hhehehehe

potong gigi part 1

Posted: by ranii mahardika in Labels: , , ,
0

Haloo ,

Menyenangkan sekali , akhirnya aku bisa melakukan kegiatan seperti biasanya !! hhehehe , jadi , semua acara yang kemaren menyibukkan aku dan membuatku vakumb dari dunia per-bloging-an ini , akhirnya selesai juga . it’s all DONE !

Nah , jadi waktu tanggal 10-11 Oktober kemaren itu , aku en adikku sedang melakukan upacara potong gigi , atau Mepandes atau Mesangih , atau Metatah . upacara ini merupakan jenis upacara Manusa Yadnya (semoga aku bisa segera menulis tentang upacara Manusa Yadnya , dan jenis upacara-upacara lainnya!) yang bermakna untuk menghapus enam sifat buruk yang ada pada manusia . enam sifat buruk itu adalah Kama (hawa nafsu yang tidak terkendalikan) ; Lobha (loba , sifat tamak) ; Krodha (sifat marah) ; Mada (kemabukan yang membawa kegelapan pada pikiran) ; Moha (sifat bingung dan kurang mampu berkonsentrasi) ; dan Matsarya (iri hati / dengki) . keenam sifat buruk ini biasa disebut Sad Ripu .

Melalui upacara ini , seseorang diharapkan bisa terlahir kembali sebagai manusia yang lebih baik karena makna yang terkandung dalam Mepandes ini . yang melakukan upacara ini adalah mereka (laki-laki dan perempuan yang telah mengalami akil baligh) , dan sebaiknya dilakukan sebelum menikah . upacara potong gigi juga merupakan “utang” orang tua kepada anaknya (dalam agama Hindu disebut sebagai Tri Rna , nanti semoga juga akan bisa menulis tentang ini dalam blog ini iia!). jadi orang tua harus melaksanakan serangkaian upacara kepada anak-anaknya sejak sang ibu mengandung sampai anaknya menikah . misalnya , dimulai saat anak masih di dalam kandungan , mereka sudah harus diupacarai . saat usia empat puluh hari kelahiran , saat usia enam bulan , sampai mereka dewasa , dan menikah .

Kebetulan , orang tuaku berkeinginan untuk melakukan upacara potong gigi ini pada tahun ini . berdasarkan perhitungan yang ada , tanggal 11 dipilih sebagai hari yang paling tepat untuk melaksanakan upacara potong gigi ini . tapi sebelum potong gigi ini dilakukan , ada prosesi yang harus juga dilakukan . prosesi tersebut adalah “ngekeb” atau dipingit . tentang ini (Ngekeb ,red) bisa dibaca di postinganku sebelumnya .

Setelah disekeb itu , (nyekeb berasal dari kata sekeb yang artinya sembunyi ; kemudian berubah menjadi kata kerja nyekeb yang artinya menyembunyikan ,red) , besok harinya acara potong gigi dimulai dengan prosesi-prosesi yang panjang dan sedikit melelahkan .

Yang pertama , adalah upacara keluar ngekeb . upacara ini ditandai dengan dibukanya pintu pembatas tempat . kemudian , aku dan adik dibawa ke merajan keluarga yang letaknya di depan rumahku , untuk bersembahyang meminta restu dan ijin dari leluhur dan orang tau . jadi setelah sembahyang , ada sebuah prosesi “sungkeman” kepada orang tuaku , yang tujuannya adalah untuk meminta maav kepada orang tua atas segala kesalahan kita selama ini . setelah sungkeman , sang pemimpin doa yang pula merangkap sebagai sangging (yang mengeksekusi gigiku nantinya) , memeriksa keadaan gigiku dan adik . sang sangging melepaskan cincinnya , kemudia memantrai cincinnya itu , dan menggosokkannya ke gigi-gigi kami . setelah itu , gigi diketukkan dengan besi panjang , secara pelan . prosesi ini diakhiri dengan kembali ke tempat ngekeb untuk kemudian bersiap digendong ke lokasi potong gigi , di bale gede .

Karena aku anak pertama , saat di bale gede , aku ditunjuk untuk melakukan prosesi potong gigi yang pertama . aku dinaikkan ke bale yang telah dilapisi kasur dan beberapa jenis kain . sebelumnya , aku diminta menghadap ke arah utara dan bersembahyang kepada Dewi Semara Ratih . lalu kemudian berbalik kembali , dan berbaring untuk ritual yang paling penting dalam upacaara ini : Potong Gigi ! setelah berbaring , tubuhku ditutupi beberapa jenis kain sampai tinggal kepala saja . setelahnya , sang sangging memintaku untuk membuka mulut lebar-lebar . beliau memasangkan tebu di antara gigi bagian atas dan bawah untuk mengganjal nanti saat mulut harus terbuka sekian lama . sang sangging kemudian menandai gigi yang akan dikikir sambil membaca doa-doa . ga lama kemudian , sangging memegangi mulu dan gigiku sambil mengatakan , “Santai aja , dan selama dikikir , mata harus tetep terbuka iia”

Hmmm , selama ini aku mendengar banyak kabar simpang siur tentang prosesi pengikiran gigi ini . ada yang bilang ngilu , ada yang bilang sakit . ada juga yang bilang bahwa pada saat pelaksanaannya , hanya merupakan syarat saja , jadi giginya hanya dikikir pelan .

Yang terjadi adalah , aku mendengar seperti suara gergaji mesin bekerja di dalam mulutku . mmmm~ jadi , gigiku benar-benar dikikir sampai rata . rasanya , “biasa aja” . ummm~ ga terasa sakit , ngilu , nyeri , atau apalahh . yang ada hanya rasa kantuk . jujur aja , setelah kejadian ngekeb kemaren , aku kekurangan tidur . sampai-sampai aku harus menahan kantuk sampai pada pelaksanaan potong gigi itu . hhehehehe

Enam gigiku akhirnya dikikir sesuai dengan ketentuan . ga lama , tapi ga sebentar juga .


(bersambung ke post berikutnya ia . . .)

menek ngekeb , ulang tahun , rame

Posted: 12 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , ,
1

Kemaren (9 Oktober 2008) , aku gga sempat posting . acara di rumah tinggal 1 hari ( kalo diitung dari kemaren lho iia ) .jadi kemaren tuh orang-orang yang dateng mejenukan , banyak bangett . rameee banget , keadaan jadi bener-bener krodit . ditambah lagi , “panitia” yang dibentuk ibu , ga terlalu tanggap . hal ini wajar saja , karena “panitia dadakan” tersebut adalah orang Jawa , sodara-sodara ibu yang jelas ga ngerti prosesi dan “unggah-ungguh” acara mejenukan ini .

Untungnya dari sekian banyak tamu yang datang , beberapa di antaranya adalah temen-temanku . jadi aku gga harus terlalu lama “act as a doll” . tamu baru benar-benar habis jam8 malam . jam segitu , ibu baru inget kalo hari itu (Kamis) adalah hari oton aku . dan ibu ga ada buat banten otonan , karena yang ada di pikirannya tentu aja perihal acara hari itu . hhhhm~

Ibu langsung “mejejaitan” dan buat banten otonan , untungnya , ada nenekku yang bantuin . (bukan nenek langsung sih , tapi masih sodara jauhhhh lah)

Akhirnya , jam 9 malem aku baru bisa “natap banten” otonan . nenekku yang tadi aku bilang langsung mengajak aku , adik dan ibu untuk “melukad” di merajan . hhmmm~

Besok , acaranya adalah “menek ngekeb” . acara ini menandai bahwa aku en adikku harus “dipingit” , sebagai tanda untuk menghalau hal-hal jelek dan negatif yang mungkin bisa terjadi kepada kami . seharusnya , “ngekeb” atau dipingit ini dilakukan selama tiga hari . namun , untuk masa kini , waktu pelaksanaan “ngekeb” ini kadang hanya dilakukan sehari saja . alasannya , mungkin karena orang-orang pada masa kini tidak ingin kehilangan banyak waktu untuk alasan ekonomi atau apalah . . .

Besok acaranya dimulai jam 5 sore . aku berharap semoga acaranya akan berlangsung dengan baik . semoga .

Satu lagi , besok . . . umurku tambah satu lagi .
mmm


(ini postingan baru aku post tanggal 12 Oktober 2008)

Branding Bali

Posted: 06 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , , , ,
10

Barusan iseng browsing situsnya pemprov. Bali , cuman pengen tau aja wajah situsnya seperti apa . eh , aku baru tau kalo sekarang Bali punya branding sebagai salah satu sarana promosi dan sosialisasi pariwisatanya . kalo Indonesia punya Visit Indonesia 2008 , atau Jakarta mungkin dengan Enjoy Jakarta –nya , kini Bali juga punya sebuah bentuk visual Brand Bali .

Sebenarnya branding ini bukan hal baru , hanya saja , baru kali ini aku (jadi) tau makna yang tersirat dari brand ini . ini kutipan dari http://www.tourism.baliprov.go.id/ tentang penjelasan logo dan penjelasan visual dari Branding Bali . please Check . . . and enjoy it !




Branding Bali


PENJELASAN LOGO

Setelah melewati seluruh tahapan dalam framework metodologi yang tepat, dihasilkan Bentuk Visual Branding Bali dan Tagline yang merangkum value-value yang ditemukan dalam tahapan sebelumnya. Mengacu pada brand differentiation yang mencatat keunggulan Bali di unsur budaya dan alam dalam sentuhan spiritual yang kuat dan khas, maka pada Visual dan Tagline Branding Bali, nampak bahwa aspek spiritual sangat dominan mewarnai. Konsekuensi tentu munculnya berbagai elemen dengan makna filosofi untuk membangkitkan "roh spiritual Bali".

Makna Logo dijelaskan dalam 4 bagian yang meliputi:

1. Penjelasan Visual
2. Huruf/Font
3. Warna
4. Tagline


PENJELASAN VISUAL

Segitiga Simetris – Sama Sisi
Segitiga adalah simbul sangat esensi dari kestabilan dan keseimbangan. Segitiga terdiri dari tiga garis lurus yg ujung dari 2 garisnya saling bertemu ini melambangkan jilatan api keatas (Brahma-sang pencipta), lambang lingga atau pallus (purusha). Segitiga adalah juga perlambang 3 Dewa penguasa alam semesta (Trimurti – Brahma, Wisnu dan Siwa), juga 3 tingkatan alam (Bhur, Bwah dan Swah Loka), 3 tingkatan hidup (lahir, hidup dan mati).

Bentuk segitiga juga menjelaskan essensi branding yang sangat diwarnai Tri Hita Karana, basis value yang akan membimbing kehidupan pada keseimbangan.

Di luar penjelasan diatas, Hindu memiliki beragam filosofi tentang bentuk segitiga yang sarat makna.

Motif ukiran flora yang simetris
Jika di lipat tepat pada garis tengah segitiga, motif ukiran pada sisi kiri dan kanan simetris dan serupa. Hal ini untuk memperkuat kesan "keseimbangan" yang menjadi essensi dari terciptanya: keharmonisan dan kedamaian sesuai Visi Branding.

Ukiran bermotif flora tampil kuat dan dominan. Hal ini menggambarkan "kuatnya kreatifitas orang Bali" yang dikenal sangat terampil melahirkan karya seni. Motif flora dipilih sebagai simbul kedekatan manusia Bali dengan alam yang sekaligus menggambarkan salah satu keunggulan Bali yakni alamnya yang indah (natural).

Mahkota pada ujung Segitiga
Mahkota menggambarkan: Pencapaian tertinggi, kesadaran agung, keagungan dan kemuliaan, sebagai tujuan dari perjalanan meniti keseimbangan yang diisyaratkan nilai dalam Tri Hita Karana ( Keseimbangan dalam hubungan dengan sesama, lingkungan dan sang Pencipta).


HURUF/FONT

Tulisan Bali didesain khusus dengan mengadopsi bentuk dan garis – garis khas dalam aksara Bali. Memilih huruf B dalam Bali dengan bentuk menyerupai angka 3 dan mirip aksara Ang (aksara suci Brahma). Bentuk tersebut juga untuk menjaga konsistensi konsep yang berbasis pada Tri Hita Karana, Segitiga dan Tulisan Bali yang dimulai dengan huruf mirip angka 3.

Bentuk yang spesifik nampak pada huruf L yang menjulang hingga menopang mahkota. Maknanya dibutuhkan komitmen kuat yang langkah berkelanjutan (substain) dari seluruh stakeholder untuk mencapai tujuan tertinggi (mahkota)


WARNA

Branding Bali menggunakan 3 warna yang sangat kuat mencerminkan Bali yakni: Merah, Hitam dan Putih (Tri Datu). Merah adalah representasi dari Dewa Brahma – Sang Pencipta, Hitam – Dewa Wisnu – Sang Pemelihara dan Putih – Dewa Siwa – Sang Pelebur. Kolaborasi 3 warna yang merepresentasikan 3 Dewa (Tri Murti) akan melindungi dan menjaga Bali beserta seluruh kehidupan di dalamnya agar tumbuh harmonis dan berkelanjutan bergerak maju dalam kedamaian.


TAGLINE : Shanti, Shanti, Shanti

Kata Shanti bermakna damai. Jika mengucapakan kata Shanti kita akan dialiri spirit kedamaian dan keharmonisan. Bagi orang Hindu, Shanti umumnya di ucapkan 3 X dengan menambahkan kata Om (aksara suci Ida Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa) pada awal dan akhir pengucapannya yakni Om Shanti, Shanti, Shanti Om yang bermakna, semoga damai di hati, di dunia dan di akhirat. Pengucapan 3 X ini juga konsisten dengan konsep awal yang berbasis pada penekanan pada angka 3 ( Tri).

Shanti, Shanti, Shanti merepresentasikan kedamaian pada bhuwana alit dan agung (diri dan seluruh semesta) yang akan mengetarkan vibrasi kesucian hingga menebarkan aura dalam yang mendamaikan dan menyeimbangkan kehidupan semua mahluk.

Demikian informasi tentang Branding Bali yang bisa aku share buat temen-temen . kalo ada temen-temen yang ga ngerti beberapa istilah yang terdapat di atas , hubungi aku aja lewat blog ini , atau lewat ym , atau lewat imel . hhehehehe

parameter ke"mayoritas"an

Posted: 04 October 2008 by ranii mahardika in Labels: , , , ,
4

“Dari Bali iia ?”

Aku mengangguk pelan .

“Wah , enak iia di Bali , banyak pantai , banyak LIBUR !”
Aku hanya tersenyum ringan .

“Eh , di Bali itu kok ada patung-patung , pohon-pohon besar , batu en banyak benda yang diselimuti kain kotak-kotak hitem putih sih ? trus , dikasih sajen-sajen gitu . kenapa sih ?”

Aku mulai menjelaskan sepanjang pengetahuanku , mulai dari jaman dahulu dimana kami (Orang Bali ,red) masih menganut aliran dinamisme dan animisme ; sampai adanya prinsip Tri Hita Karana (Parahyangan , Palemahan , dan Pawongan ,red) . jadi “perlakuan” yang seperti dia tanya itu adalah salah wujud dari apa yang disebut “Palemahan” alias hubungan manusia dengan lingkungan ; sampai ujung-ujungnya aku menjelaskan “sajen” yang dimaksud itu disebut “canang” dan kain kotak-kotak hitam putih itu dinamai “kain poleng” , dan tetek bengek lainnya yang terkait pertanyaan tadi .

“Eh , sebenarnya tuhannya orang Bali itu Sang Hyang Widhi atau Brahma atau Wisnu atau siapa sih ? kok banyak banget ada tuhan ?”

Lagi-lagi aku berusaha menjawab pertanyaan itu , sambil berusaha mencari kata-kata yang mudah dan berupaya juga untuk mencari contohnya dalam agama lain . aku bilang kalo hanya ada satu tuhan , Hindu adalah agama yang menganut Monoteisme , tuhannya adalah Sang Hyang Widhi . tuhan kami mempunyai berbagai macam fungsi dan dinamai sesuai dengan fungsinya . aku ambil contoh ringan aja , sama seperti seorang manusia , “Bapakmu misalnya” aku bilang gitu . kalo di rumah , bapakmu adalah kepala keluarga , dan beliau dipanggil “Bapak” . kalo di sekolah (Bapaknya seorang guru) beliau dipanggil “Guru” . kebetulan bapaknya dulu pernah menjabat sebagai ketua RT , dan dipanggil “Pak RT” . nah , satu orang saja kan ! tapi punya banyak sebutan sesuai dengan fungsinya di masyarakat .

“Ohh , trus kenapa kalo kalian sembayang harus pake bunga ?”

Hei , aku mulai bingung . temanku ini bertanya karena memang dia ingin tau atau ada seekor udang di balik mahluk seorang manusia *dia , maksudku* . aku ga mau sembarangan menjawab , karena aku pikir setiap kata yang aku ucap pasti akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lainnya . akhirnya aku yang balik bertanya , “Kalo kamu , kenapa kok sembayang pake penutup badan en dialasi gitu ?” dia menjawab dengan semangat , yang aku tangkap intinya adalah “wajib menutup aurat dan karena perintah agama” .

“Nah , dalam ajaran agamaku , Tuhanku tidak pernah mengatur kami untuk berpakaian seperti apa atau harus menggunakan apa untuk bersembayang . Beliau hanya mengisyaratkan sebuah pakaian yang bersih dan suci , untuk dikenakan . nah , mengapa bunga ? sebenarnya ada sebuah ayat dalam kitab suciku yang mengatakan bahwa Tuhanku “mengijinkan” kami menggunakan apa saja untuk “bertemu” denganNya . bunga , air , api , apapun , karena semua itu hanyalah media . hanya sebuah perantara . kami bahkan tidak menggunakan apapun saat melakukan Tri Sandhya .”

Aku menjawab demikian . aku melihat rasa semakin ingin tau dari wajah temanku itu . aku sadar , dari jawabanku malah akan timbul semakin banyak pertanyaan . dan bener aja . dia langsung bertanya tentang Tri Sandhya , tentang kitab suci (kami) , tentang pakaian sembayang *mulai dari pakaian sembayang sampai jenis-jenis pakaian adat yang ada* , tentang rumah khas Bali yang ada banyak gedungnya . ga kelupaan , dia bertanya tentang Ngaben . bertanya lagi dia tentang ritual Potong Gigi , “Kenapa giginya harus dipotong ?” , “Gigi yang mana yang harus dipotong?” , “Kapan harus potong gigi?” , “Berapa kali harus potong gigi?” , “Sakit ga?” . . . . .
Dan untuk pertanyaan yang terakhir aku jawab , “Tunggu iia , nanti aku kabari sakit atau enggaknya . aku belum merasakan , masih AKAN merasakan di bulan Oktober nanti .” (sesi tanya jawab ini dilakukan saat aku masi di Malang , sebulan yang lalu)

^^

Aduuh , susahnya jadi orang Bali [!!!] . apalagi untuk orang-orang perantauan yang kemudian tinggal dan menjadi kaum minoritas *dalam hal ini aku bilang minoritas dalam hal keyakinan beragama iia*

Selalu ada banyak pertanyaan . selalu ada banyak “pandangan miring” . selalu ada saja pertanyaan yang menyudutkan . tidak banyak dari mereka (si penanya ,red) yang berusaha bertanya untuk menambah pengetahuan mereka . kebanyakan pada awalnya mereka bertanya untuk “menghakimi” dan akhirnya mereka hanya manggut-manggut seraya berkata , “Ooooo . . . . Gitu iia ?”

Entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar kenyataannya demikian , tapi mengapa orang-orang itu berpandangan sempit sekali iia ?? kenapa mereka sangat merasa “besar” dan “benar” ?? padahal hakekat beragama adalah hubungan pribadi *sangat pribadi* antara seorang manusia dengan Tuhannya . hubungan yang sifatnya vertikal ini , tidak dapat dinilai oleh sesama mahluk ciptaan TUHAN . sama-sama mahluk ciptaan kok malah saling beranggapan lebih .

Tolong jangan menganggap tulisan ini terlalu serius . tulisan ini bukan sebuah pembelaan , awal perdebatan , penyangkalan , atau penolakan terhadap sesuatu . ingatlah bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara Hukum , yang artinya segala sesuatunya diatur oleh undang-undang . Indonesia bukan negara yang menganut ajaran agama tertentu , bukan negara Islam , bukan negara Hindu , bukan negara Kristen , bukan negara Protestan , atau bukan negara Buddha . jadi yang berlaku di Indonesia adalah hukum dan peraturan perundang-undangan , bukan agama . kita memang bukan negara yang menganut sekularisme sehingga segala sesuatunya dilakukan masing-masing . tapi tetap saja , kita ini bukan negara yang berlandaskan agama .

Jikapun ada sebuah agama yang mayoritas di negara ini , haruslah tetap dipahami bahwa bukan mayoritas itu yang menjadi hukum disini . mayoritas tetaplah mayoritas , HANYA mayoritas , BUKAN HUKUM . tapi , di Indonesia berlaku ironi terhadap pemahaman tersebut . hiks hiks hiks hiks

Aku hanya menyesalkan sikap beberapa oknum yang sebenarnya tidak mewakili pihak tertentu tersebut , yang akhirnya membuat masyarakat umum “mengernyitkan dahi” terhadap analogi yang mereka (oknum tersebut) wakili . intinya , ulah oknum itu justru membawa pandangan negatif terhadap apa yang mereka presentatifkan . kasihan apa yang mereka anggap “telah mereka wakilkan” . padahal mereka hanya sebagian kecil dan belum tentu mewakili semua unsur yang ada .

Aku tidak pernah beranggapan bahwa agama yang tercantum dalam KTPku adalah agama yang paling baik . karena yang namanya agama , dinilai baik tidaknya bukan dari anggapan seseorang , sekelompok , atau bahkan sedunia . ini AGAMA , teman-teman . ini adalah sebuah kepercayaan , keyakinan hidup . inilah yang kemudian menuntun hidupmu sampai hidup membawamu kembali pulang .

Ini adalah sesuatu tentang keyakinan yang seharusnya tidak “ditindas” oleh orang lain . untungnya aku pernah dan masih punya kesempatan mencicipi melihat lebih banyak “pemandangan” lain di daerah lain . jadi aku masih bisa melihat banyak hal lainn di belahan dunia lain . perbedaan itu indah , perbedaan itu yang membuat dunia menjadi berwarna . sebuah dominasi yang dominan malah akan menjadi ke-mono-an yang homogen , yang justru menjadikan sesuatu “membosankan” . dalam hal ini , bukan kebosanan yang menjadi dampak dari dominasi mayoritas itu .

Bentrok sosial yang mewarnai pemberitaan Indonesia , adalah dampak dari dominasi tersebut . mau sampai kapan Indonesia akan berkembang tanpa pernah maju ??

Tulisan ini tidak akan mengajak untuk melakukan sesuatu , karena sebuah langkah kecil tidak bisa berasal orang lain . sebuah langkah kecil diawali oleh diri sendiri .