Showing posts with label pemilu. Show all posts
Showing posts with label pemilu. Show all posts

(sedikit opini tentang) goLput

Posted: 25 March 2009 by ranii mahardika in Labels: , ,
3

beLakangan ini saia mendapati banyak sekaLi pemberitaan media mengenai PemiLu dan segaLa tetek bengeknya. apaLagi sekarang ini adaLah masa kampanye pemiLu. Hmmm~ dari sekian banyak jenis maraknya pemberitaan tersebut, belakangan ini saia mendengar isu mengenai GOLPUT di sekitaran saia. muLai dari teman, lingkungan kampus, lingkungan kerja, kLien-kLien juga banyak yang menjadikan si GoLput ini sebagai perbincangan di waktu makan siang.

Dunia maya pun ikut-ikutan membicarakan si GOLPUT. seperti juka saia OL di YM, pLurk bahkan fesbuk!! Yang paLing gress, perbiincangan terakhir saia dengan seorang dosen saia.. coba Lihat disini gpp kok :) semoga link-nya berhasil iiia, hhehe

Mungkin bagi sebagian orang, GOLPUT memang merupakan pilihan yang paLing baik, yang paLing tepat, mengingat mereka menganggap bahwa mereka adalah kaum yang tidak terwakiLkan. ga sedikit puLa yang mengatai para caLon wakil rakyat kita adalah orang-orang yang ga pantas menjadi caLon legislatif yang terhormat, dan karenanya mereka (kaum GOLPUT,red) memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya dan kewajiban mereka sebagai warga negara itu.

Saia cuman heran, herannya begini,, kalao mereka menganggap para caLeg sekarang ini tidak pantas mencaLonkan diri. Lalu siapa yang pantas? Trus, jika mereka menganggap bahwa para caLeg tersebut hanya mengumbar-umbar janji tanpa ada reaLisasi, Lalu tindakan nyata apa yang bisa diLakukan oLeh para caLeg untuk meyakinkan?? Mereka kan hanya caLon. Saia uLang, mereka hanya caLon atau, ada lagi… kata para GOLPUT ini, mereka tidak mengenal satupun caLon wakil rakyat yang sedang bertarung berebut kursi panas di badan legislatif. hoii, bukankah sekarang ini masa kampanye pemiluu, Bung!! Masa sosialisasi.. masa perkenalan, masa “menjual diri” mereka, para calon wakil rakyat. apa susahnya sihh mengikuti sedikit sosialisasi para caleg itu? Ga cukup waktu?? Untuk “menghujat” caleg-caleg tersebut aja waktunya banyak.. kok ia untuk menyimak visi misi yang telah disiapkan itu aja ga sempat.

Disini, saia hanya ingin mengajak temen2 untuk menggunakan hak pilih yang telah diiberikan oleh negara sebagai penyelenggara kegiatan negara tersebut, dengan baik dan bijak. Gunakan dengan baik karena, negara demokrasi yang kita anut teLah memberikan kita kebebasan untuk bersuara, bahkan hal tersebut jugaa diatur dalam UUD negara kita. Jangan katakan bahwa tidak memilik pun merupakan hak temen-temen, karena untuk tidak memilik tidak disebutkan sedikitpun dalam UU manapun! bahkan temen-temen tidak akan menemukan istiLahh Hak Tidak Pilih atau Hak Tidak Suara dimana-mana.

Dan, gunakan dengan bijak supaya kita benar-benar memilih mereka-mereka yang berkualitas, yang layak mendapatkan uang pembayaran pajak kita sebagai bayaran mereka.. yang akan meneruskan segala aspirasi kita, rakyat dan warga negara Indonesia. Jangan skeptik dengan mengatakan temen-temen ga mengenaL caleg-caleg yang sedang bertarung. Temen-temen kan bisa memanfaatkan media telekomunikasi massa, ada TV, radio, internet, telepon genggam.. di jalanan juga banyak terpajang balihoo, spanduk, umbul-umbul, selebaran, yang secara singkat menyampaikan visi/misi mereka. Tidak usahLah menghadiri kampanye yang melibatkan massa dalam jumlah besar, karena memang hal-hal itu tidak efektif sebagai upaya penyampaian pesan. jadiLah bijak dengan menyaring segala informasi, dan dengan media yang tepat pula. Jadilah bijak dengan menggunakan hak pilih kita, dan jadilah bijak dengan turut serta memulai sebuah perubahan di negara Republik Indonesia kita ini. Meskipun kecil, suara kita mampu mengubah segalanya..

Jangan Tanyakan Apa Yang Negara Berikan Kepadamu.. Tapi Tanyakan Apa Yang Bisa Engkau Berikan Kepada Negara(mu)

mengepung KPU

Posted: 08 September 2008 by ranii mahardika in Labels: , ,
0

Mengepung KPU ? Instruksi GusDur Minggu Malam karena Gusdur merasa KPU dan KPUD mencurangi dirinya . karena diterimanya daftar caleg PKB kubu Muhaimin Iskandar . dan alamat kantor yang didaftarkan adalah alamat kantor PKB pusat kubu Muhaimin ??

Halahhh …
Saia sedang menonton acara televisi kesukaan saia , Buletin Siang RCTI (hahaha , sepertinya saia penggemar acara-acaranya RCTI ia ??) . dan ada beberapa berita yang menarik perhatian saia , seperti berita ini . saia memang sudah mendengar berita ini minggu malam . saia membacanya di sebuah running news di Global TV . ia ampun ..

Sebegitu wah-nya kah dunia politik di Indonesia ?? sampai-sampai dalam satu tubuh partai pun , terjadi perebutan kekuasaan . . .
Beberapa bulan yang lalu , menyusul konflik internal PKB mengenai keputusan hasil muktamar (sejenis Musyawarah Luar Biasa mungkin ia ??) PKB yang mengeluarkan (atau memecat ?) Muhaimin Iskandar dari partai tersebut , dan menetapkan Yeni Wahid sebagai sekjennya . (iah , sumthing like that lah . kalo salah , tolong koreksi iaaa ?) . eh , hasil muktamar yang seharusnya adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam partai tersebut malah di”kudeta” oleh para pendukung Muhaimin dan oleh yang bersangkutan .

Kubu Muhaimin malah mengadakan “muktamar tandingan” yang hasilnya menetapkan Muhaimin sebagai ketum PKB kubu ini .
Permasalahan dimulai saat proses pemilu , pendaftaran partai politik peserta pemilu , kedua kubu pun sama-sama mendaftarkan PKB dengan ketum dan pengurus yang berbeda . satu PKB , dua ketum , dan pengurus yang berbeda . hahahahaha . itulah salah satu ulah elit politik yang belum lulus belajar DEMOKRASI .

Hasilnya , KPU meminta kedua kubu untuk bermusyawarah dan mendaftarkan hanya satu PKB dengan satu nahkoda . namun , keduanya (kedua kubu ,red) tetap tak bergeming . pengadilan negeri memutuskan bahwa yang berhak mendaftarkan ke KPU adalah PKB kubu Muhaimin . KPU pun menganggap PKB yang terdaftar pada mereka adalah PKB dengan kepemimpinan Muhaimin . tentu saja keputusan itu tidak memuaskan bagi pihak GusDur .

Pihak GusDur menggugat KPU dan menyatakan bahwa KPU tidak adil dan berniat menjatuhkan Dia , sampai akhirnya muncul berita di atas tadi .

Jadi pertanyaan buat saia , untuk apa GusDur yang merupakan salah satu tokoh besar yang dihormati dan mempunyai nama besar di Indonesia , sampai mengeluarkan instruksi yang seperti itu ??
Beliau kan seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan , karena Beliau seharusnya memberi contoh . bukannya malah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak seharusnya .
:hufh !

Pemilu 2009

Posted: by ranii mahardika in Labels: ,
0

Tadi malem , nonton sebuah acara di RCTI yang temanya tentang Pemilu 2009 . lupa sih nama acaranya apa . topik pembahasannya tentang partai-partai peserta Pemilu 2009 . tentang kemiripan logo , lambang , warna dan atribut partai peserta pemilu mendatang ini .

Jadi , untuk Pemilu mendatang ini , diikuti oleh 24 Parpol (Partai Politik ,red) dengan jumlah caleg mencapai 129ribuan orang .

Yang pertama , tentang caleg dulu deh . jadi , pemilu 2009 ini diwarnai dengan banyaknya artis (aktris dan aktor , penyanyi , mantan artis , dan sejenisnya) yang mendaftar menjadi caleg . kebanyakan mereka didaftarkan oleh partai-partai kecil baru yang (mungkin) pemilu ini adalah pemilu perdana mereka . jadi muncul pertanyaan di hati saia , apakah kebanyakan artis-artis itu mengerti akan apa yang mereka lakukan itu (menjadi caleg ,red) ?? apakah mereka mengerti bahwa menjadi orang yang duduk di kursi panas itu bukan sekedar seperti berakting atau sekedar bisa bernyanyi seperti yang biassa mereka lakukan ? apa mereka tau akan tanggung jawab yang akan mereka emban nantinya ? apakah mereka mengerti tentang dunia politik ? atau apakah mereka MAMPU menjadi wakil rakyat , dan benar-benar bisa menyuarakan “apa yang rakyat mau” di gedung DePeeR nanti ?

Saia bukannya menyamaratakan artis-artis itu . memang tidak semuanya seperti yang saia bayangkan . ada beberapa yang memang “lahir dan dibesarkan” di dunia politik . sedikit dari semua itu memang sudah mencicipi asam garam percaturan politik di Indonesia . sedikit itu memang MENGERTI politik , dan MENGETAHUI dengan jelas penempatan mereka sebagai caleg . tapi itu kan hanya sedikit dari mereka . dan , dari sedikit itu , kita juga ga tau kan , apa mereka benar-benar mampu melaksanakan tugas mereka dengan baik , atau hanya sekedar memanfaatkan apa yang bisa mereka peroleh dari “hasil menjadi orang legislatif” tersebut .

Kita kan memang ga pernah bisa mengetahui pikiran orang . kita ga tau motivasi artis-artis itu menjadi caleg . tapi , ia mari kita lihat saja nanti . apakah mereka mampu menjalankan tugas yang tidak ringan itu , apabila nantinya mereka benar-benar berhasil menembus pintu gedung senayan .

Yang kedua , tentang jumlah peserta pemilu , alias tentang partai peserta pemilu 2009 . ada yang tau jumlah parpol peserta pemilu saat ini ? terakhir saia mendengar sih ada 24 parpol yang telah lulus uji verifikasi KPU dan sah menjadi partai peserta pemilu 2009 . (tolong koreksi bila saia salah ia!!)
Iah , sejak memasuki orde reformasi medio Mei 1998 yang lalu , proses demokrasi di Indonesia berkembang pesat dengan memasuki paradigma baru . konsep kebebasan berekspresi dielu-elukan di seluruh pelosok negeri . pers kini memiliki akses yang luas (dan bebas!) untuk mendapatkan informasi dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai .setiap orang kini memiliki hak suara yang utuh . setiap mulut sekarang ini bisa bicara apa saja (padahal kita tau , jumlah mulut di Indonesia ini tidak sedikit!!) . dampak yang terkait dengan dunia politik pun terlihat dengan berbondong-bondongnya orang-orang dengan kelompoknya (kalo ga bisa disebut “massa” !) yang membentuk partai (politik) .

Jadi , pada masa orde baru , kita semua taulah bahwa hanya ada tiga partai yang bekembang di Indonesia . tiga partai tersebut PPP (Partai Persatuan Pembangunan) , PDI (Partai Demokrasi Indonesia) dan Golkar (Golongan Karya) . yang terakhir disebut adalah sebuah frasa yang bisa disebut “penguasa orde baru” . pada masa itu , Indonesia menganut asas Demokrasi dengan musyawarah mufakat sebagai falsafah nya . keadaan politik Indonesia terkesan “adem ayem” pada masanya . iah , terlepas dari kebobrokan kerangka politiknya , setidaknya kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara pada saat itu benar-benar aman terkendali . lalu , bagaimana setelah Soeharto turun tahta ??

Setelah itulah , sejak reformasi ramai-ramai dituntut , terjadi perubahan perpolitikan (dan ekonomi!) yang sangat cepat dan drastis yang akhirnya mengakibatkan terjadinya paradigma baru dalam kehidupan politik Indonesia . partai politik yang dulunya hanya ada tiga partai , saat ini seakan “beranak cucu” menjadi puluhan .
Mereka mengatasnamakan kebebasan berkumpul (dulu pasal 28 UUD’45 , sekarang ga tau lah !) dengan membentuk partai dengan idealisme yang mengatasnamakan “keutuhan NKRI” . apa jadinya ? 200 juta penduduk Indonesia dibuat bingung dengan banyaknya parpol dengan janji ini itu . sayangnya penduduk kita , bukannya bingung dengan figur partai yang mana yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia . yang ada malah , penduduk bingung karena mereka tidak mengenal parta-partai yang ikut bertarung dalam pemilu . apalagi banyak partai yang menggunakan lambang , logo maupun warna yang mirip-mirip .

Berdasarkan wawancara yang dilakukan RCTI secara acak terhadap masyarakat (jakarta) , yang saia tonton acaranya kemaren itu , kebanyakan dari narasumber SAMA SEKALI TIDAK TAU jumlah partai peserta pemilu ; nama , lambang , logo ataupun warna parpol peserta ; ataupun sekedar mengetaui figur atau tokoh partai yang bersangkutan .

Weleh weleh weleh .
Kalo sampai terjadi hal seperti ini , siapa yang harus bertanggung jawab ? KPU , partai-partai politik yang bersangkutan , atau pemerintah ?? padahal masa kampanye pemilu kali ini merupakan massa pemilu yang paling panjang dari sejarah pemilu di Indonesia . padahal pemilu kan tinggal beberapa bulan lagi . apakah negara yang telah 63 tahun merdeka ini akan melakukan pemilihan umum dalam karung ? seperti memilih kucing dalam karung .
:hufh !